PRINCESS ITU OFFICE GIRL KU

PRINCESS ITU OFFICE GIRL KU
part. 5


__ADS_3

"Acieeeeeeee yang lagi jauh-jauhan." ledek Elisa.


Fahmi langsung tersenyum.


Sedangkan Danis,


"jauh-jauh bos eike masih doyan bolong bukan pedang." ucap Danis.


"Emang ada yang mau pak? Lihat aja modelan bapak wanita bukan laki-laki juga di ragukan." ucap Elisa lagi.


"Heh gini-gini gue jantan ya!" sangkal Danis.


"Iya iya jantan, tapi Elis takut burung srikandi tuan gak maco." ejek Elisa kembali.


Fahmi tertawa sedikit lebar.


"Wah bapak jika tertawa sungguh manis ya. Sering-sering ketawa ya pak! Nanti aku bisa kena diabetes." ujar Elisa ngasal.


"Loh kok suka penyakitan." ucap Fahmi heran.


"Gak apa-apa sakit asal lihat bapak ketawa saja bikin aku sembuh kok." ucap Elisa dengan gombalannya.


"Astaghfirullah kamu ini ada-ada aja."


"Oh iya kamu jangan tinggal di rumahmu saat ini aku takut mereka akan mencarimu." peringat Fahmi pada Elisa.


"Terus adik aku gimana dong pak?" ucap Elisa tiba-tiba mengingat adiknya di rumah.


"Tunggu sebentar aku akan menelpon anak buahku untuk menyuruh mereka menjemput adikmu.


"Lalu kerjaan saya gimana pak?" kata Elis yang teringat tentang pekerjaannya.


"Kamu bisa masak gak?" tanya Fahmi.

__ADS_1


"Ya elah pak masak mah gampang. Saya ini biasa masak tapi masakan kampung pak." bangga Elisa.


"Gak apa-apa, biar kamu masak masakan kampung saya suka." ucap Fahmi tanpa sengaja.


"Maksudnya bapak gimana?" tanya Elisa bingung.


"Ah gini, kamu pindah kerja dan masak di tempat saya. Untuk gaji mu saya jadikan 2x lipat mau?" jelas Fahmi spontan.


Seketika mata Elisa berbinar kala mendengar gaji 2x lipat.


"Mau pak mauuuu pakai banget. Tapi kami nanti tinggal di mana dong pak? Gak mungkin kan tidur sama bapak." goda Elisa.


"Astaghfirullah kamu ini, masak tidur sama saya. Kita kan bukan mahram." ucap Fahmi mengelus-elus dadanya.


"Kan mana tahu tiba-tiba bapak mau jadikan saya mahramnya bapak hahahhahaha." ucap Elisa sambil tertawa.


Sementara itu, Danis yang melihat interkasi mereka terlihat senang. Ya karena bosnya udah tidak kaku lagi dengan wanita.


Danis bisa tidak apartemen sebelah di buka buat Elisa dan adiknya?" tanya Fahmi.


Dalam hitungan menit apartemen sebelah menjadi buat Elisa dan adeknya bahkan sudah lengkap dengan peralatan.


"Ayo masuk! " ajak Fahmi.


"Kakak apa kita jadi orang kaya?" ucap Mentari pada Elisa.


"Gak tahu kakak juga bingung masa bisa jadi kaya mendadak. Biasanya jika mau kaya kita harus kerja banting tulang dulu." ucap Elisa dengan polosnya.


"Jika kita banting tulang, patah dong tulang kita kak. Bukannya jadi kaya, yang ada jadi gembel kita di pinggir jalan." terang adek Elisa.


"Ah iya juga ya." ujar Elisa sependapat dengan adiknya.


Sedangkan Fahmi dan Danis cekikikan mendengar obrolan absurd kakak beradik itu hingga Fahmi dengan tidak sengaja malah mendorong Danis, hingga Danis tersungkur ke lantai.

__ADS_1


"Bosss!" teriak Danis yang kesal.


"Loh tante Danis kenapa tidur di situ?" tanya polos adiknya Elisa.


"Yasalam jangan panggil aku tante, aku ini laki-laki panggil aja om!" Danis semakin kesal akibat ulah Mentari yang asal panggil dirinya dengan sebutan tante.


"Lah tante lucu masak muka kaya badut ancol di suruh panggil om? Kalau mau di panggil om, makanya tante Danis kaya om Fahmi dong ganteng, maco dan satu lagi kayaaaa raya." ceroscos Mentati lagi


Perasaan Danis semakin dongkol, bibirnya manyun menahan kesal. Tapi dia tidak marah pada mentari karena dia suka anak-anak.


Fahmi yang mendengar celotehan Mentari tak bisa menahan tawa bahkan sampei meneteskan air mata.


"Bos malah ngakak, ini gimana bayarnya bos? Jangan bilang bos potong gaji saya ya buat bayar sewa apartemen ini." ucap Elisa.


"Ya gak lah, kamu bebas di sini asal kamu masak buat saya dan Danis. Dan juga bersih-bersih." jelas Fahmi.


"Siap boss." ujar Elisa dengan senyum sejuta wattnya.


"Elis boleh gak jangan panggil bapak gitu, panggil mas, abang atau aa gitu." ucap Fahmi asal.


"Ya udah kalau gitu aku panggil abang aja." jawab Elisa cepat ga mau ribet.


"Boleh kok boleh." ucap Fahmi dengan senyuman yang mengembang.


"Okay kalau begitu, Elis mau beres-beres dulu ya bang, setelahnya Elis baru masak. Bapak eh abang bisa duduk aja dulu sama tuan Danis!" suruh Elisa.


"Elis, masak kamu panggil dia abang terus aku tuan? Ganti ganti panggil aja Aa ya?!" pinta Danis tiba-tiba.


"Eek aja gimana tuan?" sahut Elisa keceplosan.


"Elissssssssss." teriak Danis.


Fahmi dan Mentari serta Elisa langsung menutup kuping mereka.

__ADS_1


"Aish tante ini teriak kayak tarzan aja, yahoooooooo." ejek Mentari.


"Udah udah diam aku panggil eek eh aa okay!" ucap Elisa cepat dan berlalu pergi untuk beres-beres dan memasak.


__ADS_2