
aku adalah dionne. putri dari seorang grand duke. ayah dan ibukku adalah orang yang hangat, tapi...
kenapa aku malah dijuluki sebagai penjahat oleh orang orang?
sudahlah
aku terlalu lelah untuk memikirkannya
"hei! benalu kecil! bangun! " teriak seorang pelayan kepadaku.
ini adalah hari biasa. aku sudah terbiasa di panggil benalu dan di teriaki.
aku pun bangun dari tempat tidurku. padahal ini masih sangat pagi. hufft..
aku segera mencuci muka dan bersiap siap sendiri. para pelayan enggan untuk membantuku bersiap siap, karena katanya.
aku adalah penjahat kotor yang tak berhak jadi putri seorang grand duke.
setelah bersiap siap aku diantar ke orang tuaku.
ibukku yang cantik bagaikan bunga, rambut ungu dengan mata merah muda. ibukku adalah orang yang sangat hangat.
semua orang mencintainya.
dan ayahku adalah grand duke yang tampan, baik, dan sempurna. mereka bedua sungguh pasangan cocok.
tapi.. kenapa aku. yang seorang penjahat kotor dengan aura aneh lahir dari 2 orang baik hati?
"dionne, akhirnya kau datang juga. " saut ayahku.
__ADS_1
aku pun memandang mata kedua orang tuaku.
tatapan mata yang sama saja setiap hari. tatapan dingin mereka.
"sekarang kau akan bertunangan dengan pangeran sebastian, dia adalah pangeran sempurna yang cocok naik tahta, itu cocok untuk menjadi tunanganmu" ayahku mengatakan itu sembari melihat ku dengan dingin.
"baik ayah. " jawabku sambil membukkukan kepalaku.
"pangeran akan datang dalam beberapa jam. persiapkan dia. " ayahku mengatakan dengan nada hangat ke pelayan.
kenapa pelayan mendapat perlakuan lebih baik daripada aku?
apakah ayahku lebih suka pelayan dari pada anaknya sendiri?
sudahlah. aku lelah.
pertama kali dalam hidupku sepertinya aku merasakan di bantu memakai pakaian oleh para pelayan
beberapa jam kemudian aku disuruh untuk keluar , untuk menemui pangeran sebastian.
"selamat pagi yang mulia pangeran! selamat datang di kediaman grand duke. " saut ayahku dengan nada hangat.
kehangatan yang kedua orang tuaku tak pernah berikan.
"s-selamat pagi yang mulia pangeran" aku memberikan salam ke pangeran, aku sangat gugup. jelas kelihatan aku gemetaran
"ahaha! iya! selamat pagi grand duke, dan tuan putriku" jawab pangeran.
tuan putri? aku? tidak pernah orang memanggilku begitu. apakah ini hanya bentuk kesopanan?
__ADS_1
sudahlah, jangan terlalu berharap. lagian, aku tidak peduli lagi apa yang terjadi sekarang. lelah.
tapi.. di waktu yang sama aku juga ingin peduli dengan hal hal disekitarku.
benar benar aneh perasaan ku. tetap pada akhirnya perasaan ku lelah dengan orang orang sekitarku.
"anda bisa mengobrol dengan putri saya jika anda mau yang mulia pangeran" saut ayah ku dengan nada halus.
"ah! baiklah! mari calon ratuku" jawab pangeran.
dia benar benar pandai merayu orang.
kita pun pergi ke perpustakaan.
pangeran selalu memperhatikanku. aku tak nyaman. tapi.. kalau aku mengatakan aku tak nyaman. apakah aku dibenci lagi? hmm..
"kau banyak membaca buku macam ini ya! walaupun kita sebenarnya sudah saling kenal . bagaimana kalau kita perkenalan diri lagi? " saut pangeran.
perkenalan diri lagi? apa maksudnya.
"aku yang mulai perkenalan dulu ya! namaku sebastian, aku pangeran ketiga! dan aku suka membaca buku, giliran mu! " saut pangeran dengan muka gembira.
"n-namaku.. dionne. aku putri seorang grand duke. dan aku.. aku suka.. membaca buku? " jawabku.
"ahaha! kita punya hobi yang sama" tersenyum pangeran.
kenapa dia tertawa? tak ada yang lucu?
aneh.
__ADS_1
setiap hari pangeran akan datang ke kediamanku.. tetap ini terasa janggal.