
hari hari indahku selalu ku lewati dengan kehadiran pangeran sebastian.
entah kenapa perasaanku bahagia, tapi juga merasa tak percaya saat sebastian mengunjungi ku.
apakah pangeran sebastian benar benar menyukai ku? tidak. dia pasti hanya melakukan ini karena dia ingin terlihat sopan.
bertahun tahu berlalu. dan akhirnya sebastian menunjukkan warna aslinya.
sudah kuduga. pasti sebastian tidak menyukai ku.
ada rumor yang mengatakan bahwa sebastian menyukai seorang putri count yang terkenal atas kebaikannya.
erianthe namanya.
hari hari indah yang kulewati bersama sebastian saat kita masih kecil sekarang hanyalah memori.
sekarang. sebastian menyukai seorang putri count hangat dan cantik bernama erianthe.
aku sudah menebak itu. jugaan, aku adalah Nona jahat dari keluarga grand duke. mana mungkin pangeran sempurna menyukai seorang penjahat.
tentunya sebastian menyukai erianthe dari pada diriku.
harusnya aku tak terlalu terikat oleh masa laluku yang indah bersama sebastian saat kita masih anak anak
aku semakin yakin kalau sebastian menyukai erianthe saat pesta besar itu.
aku masuk pesta yang meriah dan besar itu, saat aku masuk. aku tau orang orang sudah muak melihatku. dengan hanya merasakan auraku, mereka sudah mau muntah.
"nona dionne memasuki ruangan! " teriak Butler.
"psst! bukanya dia anaknya grand duke yang terkenal baik hati? aku kasihan dengan grand duke dan grand duchess karena memiliki anak dengan aura aneh ini" bisik seseorang.
"psst! tidak tau malu! pantas saja pangeran sebastian lebih memilih Nona erianthe! " bisik yang lain.
__ADS_1
aku sudah terbiasa dengan bisikan bisikan ini.
setelah aku memasuki ruangan, tiba tiba erianthe datang. dan semua mata tertuju padanya.
"Nona erianthe memasuki ruangan!! " teriak Butler.
"psst! bukanya dia Nona yang terkenal baik itu? cantik banget! " bisik seseorang.
"iya! benar benar cocok jadi ratu! " bisik lagi seseorang.
giliran erianthe datang, omongan mereka berubah jadi positif.
"erianthe, aku sudah menunggumu" saut pangeran sebastian yang berjalan ke arah erianthe.
"ah! pangeran! saya senang anda menunggu saya! " jawab erianthe dengan muka senang.
wah, benar benar pasangan serasi bukan?
aku melihat ke arah pangeran sebastian.
hmm.. aku sedikit shock dengan itu. tapi sudahlah, aku tak terlalu peduli.
aku hanya melihat mereka berdansa dan orang orang yang bertepuk tangan.
sejuta perkataan hangat dan nyaman di dapatkan oleh sebastian dan erianthe.
kalau aku? hanyalah kata kata hinaan, sudahlah.
aku hanya melihat dipojokan, tidak terlihat oleh orang orang.
aku hanya memakan makanan ringan dan melihat mereka sembari mendengar omongan omongan orang sekitar tentangku.
tapi. semakin ku lihat sebastian dan erianthe. semakin aneh perasaanku.
__ADS_1
ini bukan iri, bukan dendam, tapi ada kejanggalan di ekspresi mereka.
sebastian kelihatan senang, tapi erianthe terlihat sedih. ada apa ini? sudahlah. bukan urusanku juga.
setelah pesta berakhir, pangeran tiba tiba menyodorkan bunga ke arah erianthe.
"untukmu, putriku" pangeran mengatakan itu dengan nada lembut ke arah erianthe.
"kau membuatku tersipu... t-tapi.. bagaimana dengan tunanganmu? " tanya erianthe sembari melihat ke arahku.
aku melihat mata erianthe. itu bukan mata yang sengaja merendahkan ku. itu mata sedih. mata yang merepresentasikan orang marah, dendam. tapi bukan dendam padaku.
"aa~ erianthe! kau tak usah melihat wanita itu. " jawab pangeran.
orang orang sekitarku tertawa terbahak bahak, seperti aku adalah badut di mata mereka.
erianthe tidak tertawa sedikit pun. tapi dia mencoba tertawa paksa.
pangeran trlihat puas tertawa.
pangeran sebastian bilang dia dan aku adalah teman sejati saat kita masih kecil. apakah ini yang dimaksud teman? . hmm.. mungkin iya.
saat pesta selesai. aku kembali ke kediaman grand duke. dimana aku menemui ayah dan ibukku yang berdiri di depan.
aku pun keluar. tiba tiba.
"DIONNE! KENAPA KAMU MEMPERMALUKAN KELUARGA KITA! " teriak ayahku padaku.
"maaf.ayah." jawabku.
lagi lagi teriakan ini. ayahku benar benar orang berbeda saat bersama ku.
ibukku juga tak berkutik.
__ADS_1
hari biasa lagi***.