putri dengan aura jahat sebenarnya tidak sejahat auranya!

putri dengan aura jahat sebenarnya tidak sejahat auranya!
episode 5 / erianthe datang.


__ADS_3

***pintu dibuka


*ceklek*


ternyata itu adalah erianthe.


"aha~ada apa kau kemari erianthe? " saut pangeran hangat.


benar benar, kepribadian pangeran berubah seketika.


"tidak apa-apa pangeran! ~ saya hanya ingin berbicara sebentar 4 mata! " jawab erianthe ceria.


"maafkan aku erianthe~ aku sibuk! kita berbicara lain waktu ya? " pangeran mengatakan itu dengan nada hangat. tapi juga dingin.


"aaha~ baiklah! " jawab erianthe. dan dia pun pergi.


"nah.sampai mana kita tadi" dingin nada pangeran tiba tiba.


*ceklek*


pintu ditutup.


"pangeran, apakah ada yang ingin anda bicarakan" tanyaku sembari melihat pangeran .


"duduk dulu. " jawab pangeran, nada pangeran lebih hangat.


aku pun duduk di kursi yang disiapkan pangeran.


benar benar, kamar pangeran sangat luas sampai meja dan kursi pun muat di dalam.


keliatanya pangeran sudah menyiapkan teh dan makanan ringan di atas meja.


aku bingung.


sebenarnya pangeran ingin bicara apa?


dan juga.. teh ini berwarna merah muda.. agak aneh..


"sebaiknya kau minum dulu teh nya" pangeran mengatakan itu dengan nada hangat.


waw.. nada yang tak pernah kudengar selain saat kita masih kecil.


apakah pangeran ingin menjadi sopan padaku?


"baik" jawabku.


aku pun meminun teh itu. rasanya aneh.

__ADS_1


*GUDBBDAK*


aku tak sadar setelah itu. yang ku ingat hanyalah muka pangeran yahh tersenyum.


entah itu adalah imajinasiku atau tidak.


aku pun tiba tiba terbangun di kediamanku, tepatnya di kamarku.


pelayan Memberikanku air dingin. seperti biasa.


"ini! kamu ngerepotin banget si! pingsan segala dikediaman kerajaan! benar benar" oceh pelayan itu.


aku pingsan? aku hanya ingat meminum teh dan Pangeran yang tersenyum waktu itu.


"kakak!!! " teriak adikku.


dia langsung memeluk ku.


"SUDAH KUBILANG JANGAN KESINI ANAK SELIR! " teriak pelayan.


pasti anette ingin menjengukku, tapi dilarang keras oleh pelayan.


"kemari.anette." sautku.


anette pun memelukku dengan erat.


pelayan itu terlihat sekali risih dengan perilaku kami dan pergi.


sudahlah. aku tak peduli pelayan itu


aku pun memeluk anette erat.


"anette.. apakah kau pulang dengan selamat? " tanya ku pada anette.


"iya kak! tapi.. orang orang di Kerajaan benar benar dingin! " jawab anette dengan muka musam.


"hei hei! jangan musam. tidak apa apa, kan kakak masih ada. " sautku sembari mengelus kepala anette.


aku pun mengajak adikku untuk ***bermain dengan boneka boneka lamaku di kamarku.


benar benar menyenangkan bisa bermain lagi bersama anette.


tiba tiba seorang pelayan masuk lagi ke kamarku. *ceklek*


"hei.jangan buat aku marah karena mu. itu pangeran ingin ketemu ama kamu. dasar pelakor. " seorang pelayan berdiri di depanku


dan anette dengan muka dingin

__ADS_1


"baik." jawabku spontan.


aku pun segera merapikan bajuku dan menyuruh anette untuk diam di kamarku.


aku takut anette akan dimarahi pangeran. lebih baik anette bermain dulu di kamarku.


"anette, kamu bisa kan main di kamar kakak dulu? kakak ada urusan " aku mengatakan itu kepada anette dengan senyum lebar.


"hmm.. kakak akan baik baik saja kan? " tanya anette dengan muka khawatir.


"iya, kakak baik baik saja" jawabku.


anette.. dia adalah adik manisku.


aku pun tersenyum kepada anette dan pergi keluar untuk menemui pangeran.


entah kenapa jantungku berdetak lebih cepat. tidak seperti biasanya. apakah ini efek aku meminum teh itu?


hmm..


aku melihat pangeran sebastian sedang duduk menungguku di ruang tamu yang luas.


aku entah kenapa gugup menyapanya.


tidak seperti biasanya aku begini.


"s-selamat pagi pangeran sebastian. apakah ada keperluan? " tanyaku kepada pangeran dengan muka memerah.


aku tidak biasanya seperti ini.


aku kenapa si.


pangeran lalu bertanya "apakah kau baik baik saja? ". pangeran memasang buka khawatir.


aku bingung. padahal pangeran di sisi lain seperti tidak menyukai ku. di sisi yang lain dia hangat dan baik padaku seperti ini.


sudahlah.


" i-iya.. saya baik baik saja pangeran. Terima kasih. " jawabku dengan nada terbatah batah.


"baiklah.aku akan pergi. " saut pangeran dengan muka dinginya lagi.


apa maksud dari pangeran?


kenapa mukanya berubah lagi. dari hangat ke dingin dan sebaliknya.


aneh***.

__ADS_1


__ADS_2