putri dengan aura jahat sebenarnya tidak sejahat auranya!

putri dengan aura jahat sebenarnya tidak sejahat auranya!
episode 3 /bertemu dengan anette


__ADS_3

hari biasa yang kulewati hari ini.


aku bangun tanpa di teriaki Oleh pelayan hari ini. berapa bahagianya.


aku pun bersiap siap, tiba tiba seorang pelayan mengetuk pintuku.


"hey! buka! kau disuruh ke depan! cepatlah! " teriak seorang pelayan.


"ah.. iya.. " jawabku.


...


aku pun keluar dengan baju yang masih agak berantakan.


aku melihat seorang anak perempuan cantik. rambut nya mirip ayahku. ahh. ini pasti anak seorang selir yang dikatakan akan datang.


***nama anak itu anette. dia benar benar cantik.


"ini anak selir mu? " saut ibukku sembari melihat mata ayahku.


"iya." jawab ayah.


memang orang orang sekitar berfikir mereka pasangan cocok. aku juga begitu. mereka berdua hangat dan baik.


tapi.


aku merasa ada yang janggal dari kedua orang tuaku. saat bersama orang lain ataupun pelayan mereka akan menjadi pasangan perfect dan sempurna.


saat sepi dan bersamaku. mereka dingin dan kaku.


tapi.. aku masih berfikir mereka adalah pasangan sempurna yang hangat dan baik kepada semua orang. mereka pasti punya alasan..

__ADS_1


kan?


anette keluar dari kereta kuda, dia menatap mataku sembari berbinar binar.


eh?


dia tak takut dengan auraku?


anette pun di bawa masuk, dan para pelayan di minta keluar sebentar.


pasti orang tuaku ingin bertengkar.


aku harus yakin bahwa orang tuaku adalah couple yang perfect! mereka pasti ada alasan. mereka adalah orang baik.


ibukku menutup pintu ruangan. dan menatapku.


"bisa bisa reputasi kita menurun karena anak selir mu" saut ibukku melihat ke arah ayahku.


"tidak akan, kita bilang saja bahwa selirku lah yang memaksa ku melakukan ini" jawab ayahku.


"hei.. namamu anette kan? aku dionne, salam kenal" aku mengatakan itu dengan nada yang cukup lembut.


anette melihat mataku dan memelukku.


"kak.. aku takut.. " terlihat anette gemetaran sembari memelukku.


"shh.. tenanglah" aku mengatakan itu kepada anette. padahal aku juga takut.


"baiklah, aku akan menyebarkan rumor bahwa selir itu yang memaksamu. dan kita dengan baiknya ingin membesarkan anak selir. jadi. reputasi baik kita tetap ada. " aku mendengar ibukku berkata begitu dengan nada dingin.


"baik." jawab ayahku dengan nada dingin

__ADS_1


aku tak mengerti kenapa mereka ingin melakukan itu. tapi aku senang aku mempunyai teman akhirnya.


anette.


terimakasih.


kamarku dan kamar anette tidak jauh.


jadi aku dengan mudahnya dapat ke kamar anette.


aku selalu mengetuk pintu anette dan membawakan boneka bekas ku kepadanya.


"terimakasih kak! " saut anette bahagia.


ada orang yang tak terganggu dengan auraku.. tapi.. apakah ini akan bertahan lama? sebastian saja meninggalkan ku.. aku takut anette juga pergi.


tapi. aku akan menikmati waktu ini.


kita bermain bersama, yah.. perbedaan umur kita memang jauh dan aku terlihat terlalu kenak kanakan. tapi.. setidaknya ini yang kusuka.


tiba tiba ada surat undangan dari sebastian. aku merasa merinding melihatnya. bukan karena aku jijik sebab perilaku nya terhadapku.


tapi ada sesuatu dalam persaan ku untuk tidak mengunjungi sebastian.


tapi anette juga terlihat ingin melihat pekarangan kerajaan.


yasudahlah.


aku harus Terima undangan mendadak ini, demi anette. dan demi keluargaku tak di cap buruk lagi karena diriku.


anette terlihat berbinar binar saat aku mengatakan itu.

__ADS_1


nyatanya.


aku merasa janggal tetap. perasaan apa ini***?


__ADS_2