putri dengan aura jahat sebenarnya tidak sejahat auranya!

putri dengan aura jahat sebenarnya tidak sejahat auranya!
episode 4 /undangan sebastian


__ADS_3

aku pun disiapkan secara meriah oleh pelayan pelayan ku.


aku tau sebenarnya mereka tak mau melakukan itu. tapi karena ini perintah ibu dan ayah mereka terpaksa melakukan ini.


aku dihiasi meriah karena ibu dan ayahku berfikir kalau ini membuat pangeran jatuh cinta padaku.


jujur. aku tak peduli. aku harap anette senang dengan ini.


anette keluar dari kamarnya terlihat imut. sebenarnya orang tuaku tak mau anette ikut.


tapi, aku berhasil membuat mereka berfikir sejenak dan membiarkan anette pergi karena ini dapat berdampak baik dalam reputasi.


membawa anak selir dan membesarkan nya dengan baik. pasti orang tersentuh.


tapi dalam sisi lain, pasti pangeran tak suka. undangan yang tertuju padaku malah ada orang lain yang tak diundang ikut.


yasudahlah.


lalu aku dan anette pun menaiki kereta kuda dan berangkat menuju ke wilayah kerajaan memenuhi undangan sebastian.


aku terlalu menor. tapi sudahlah. siapa peduli.


anette terlihat imut sekarang.


"kakak cantik sekali! " puji anette.


"ahaha! terimakasih anette! " tawaku melihat anette.


"kakak! kakak! apakah pacar kakak pangeran kerajaan?? " tanya anette dengan mata berbinar.


sejak kapan anak ini belajar pacaran.


"bukan juga, kami hanya tunangan saja, sebenarnya pangeran suka dengan orang yang lebih baik dariku" jawabku dengan pertanyaan anette.


anette terlihat sedikit murung.


"aww! pdahal kakak itu baik banget! " rengek anette.

__ADS_1


kenapa dia merengek? hmm..


kita pun sampai akhirnya di wilayah kerajaan.


pasti ada banyak orang yang berbisik bisik dan menghinaku lagi karena hiasan ini.


"psst! lihatlah si penjahat itu! menor sekali! ahaha! " bisik seorang pelayan disampingku, padahal dia tak jauh tapi berani berbisik keras.


"siapa anak itu? oh!! bukanya dia aak selir yang dirumorkan? dia benar benar aneh! aku kasihan dengan grand duke dan grand duchess. " bisik seorang pelayan.


kasihan sekali anette.


padahal dia adalah adik kecilku yang imut.


aku pun diantar menemui pangeran sebastian.


sebastian terlihat dingin. tak seperti saat kita masih kecil.


"kau bisa pergi, terimakasih. " saut pangeran kepada seorang pelayan.


pelayan itu pipinya memerah .


pangeran pergi menuju pintu kamarnya dan menutupnya.


tiba tiba pangeran kaget dengan keberadaan anette yang bersembunyi dibelakangku.


"siapa dia? " dingin pangeran menatapku.


sudah kuduga.


"dia adalah adik perempuanku yang mulia, jika anda tak keberatan, bisakah adik saya ikut juga? " tanya ku.


"tidak.bawa dia pergi. kita harus berdua saja disini. " dingin pangeran melihatku.


sepertinya ini serius.


aku pun memanggil pelayan, benar benar pilihan bodoh lagi.

__ADS_1


anette pun melambaikan tanganya bahagia


"dionne.kau semakin berani saja ya" saut pangeran dengan nada dingin. saat dia menatap mataku rasanya dia ingin membunuhku.


"maafkan saya yang mulia. " jawabku, aku takut.


pangeran memegang sehelai rambut ku dan mengatakan "menor sekali hiasan mu, apakah kau mencoba membuatku jatuh cinta padamu? " tanya pangeran.


aku pun diam saja. aku takut jawabanku salah.


"jawab." dingin pangeran.


padahal pangeran selalu berkata lembut dan hangat. kenapa orang yang baik dan hangat selalu dingin padaku..


kenapa..


"saya diriasi oleh pelayan saya. " jawabku.


"itu bukan alasan jelas, kau berdandan menor. membawa seorang anak kecil. dan dengan berani seenaknya. " dingin pangeran.


aku salah lagi. aku selalu saja memilih pilihan salah. bodoh.


"maafkan saya. " jawabku.


"kau akan ku maafkan jika kau bermalam di sini! " lihat pangeran dengan menatap mataku.


"maaf kalau lancang pangeran. tapi bagaimana dengan adik saya? " tanyaku.


"aku akan menyuruh mereka membawa adikmu pulang. sekarang lupakan dia. " jawab pangeran


"baik". jawabku. kalau aku salah Kata lagi. aku akan dibenci lagi.


aku melihat sekilas pangeran tersenyum. huh, sepertinya imajinasiku makin aneh.


" tok tok tok"


suara pintu diketuk.

__ADS_1


"berani beraninya.. siapa dia" gumam pangeran.


aku diam saja***.


__ADS_2