
pangeran sekilas seperti tersenyum tadinya.
ah sudahlah. cuma perasaanku saja.
aku melihat pangeran pergi dengan kereta kudanya, sungguh hari yang aneh. tapi bodo lah. aku hanya ingin bermain boneka dengan anette sekarang.
saat aku ingin masuk ke kamarku.
aku mendengar suara bentakan pelayan dari dalam.
"DASAR BENALU! " teriak seorang pelayan.
aku cepat cepat pergi memasuki kamarku.
terlihat boneka lamaku tercabik cabik dan anette menangis.
serta ada seorang pelayan dengan muka marah memerah disampingnya.
"ada apa? " tanyaku.
"KAU TAK PERLU IKUT CAMPUR AURA ANEH! " teriak pelayan itu padaku.
kalau saja aku tidak mempunyai reputasi buruk. ku cabik cabik pelayan itu sama seperti bonekaku yang tercabik.
"uh! sebal sekali dengan 2 beban ini! sudahlah aku pergi saja! " teriak pelayan itu sembari pergi ke pintu.
*DOBRAAAK*
pelayan itu menutup pintu dengan sangat keras.
__ADS_1
benar benar tidak tau malu.
sudahlah.
aku pun cepat cepat pergi ke anette dan mengusap air matanya.
"anette, coba jelaskan apa yang terjadi? " tanyaku pada anette yang mukanya memerah karena menangis.
"p-pelayan itu kak.. aku cuma bermain dengan boneka kakak dan pelayan itu pergi ke kamarku lalu mencoba paksa mengambil boneka ini. katanya aku yang anak selir tidak berhak mendapat boneka ini dan pelayan itu bilang kalau saudara pelayan itu lebih berhak". anette menjelaskan secara pelan.
" shh,semuanya baik baik saja sekarang anette. kakak akan selalu di samping mu. pelayan disini emang tidak tau malu" aku mengatakan ini dengan lembut ke arah anette.
anette pun memelukku dengan erat.
aku tau. aku tidak bisa terus menerus diam saja tentang ini. tapi kalau aku mencoba melawan. pasti orangtuakh akan lebih memilih pelayan dan reputasi malah makin buruk.
pelayan pelayan disini banyak suka bergosip.
aku jadi makin susah melindungi anette.
aku harus membuat rencana. setidaknya aku dan anette bisa hidup bahagia.
"kakak? " anette melihat ke arahku dengan muka cemas.
ah.. sepertinya aku terlalu terlarut dalam pikiranku.
"anette, kalau anette bisa pergi kemana saja, anette ingin tinggal dimana? " tanyaku pada anette.
"hmm.. anette mau tinggal di istana sama kakak! " ceria anette.
__ADS_1
istana? makin susah.
tapi tidak apa apa. kalau anette menginginkan itu. aku akan berusaha memasuki istana. tanpa harus menjalin hubungan bersama sebastian.
karena sebastian sudah menyukai seseorang.
aku tak boleh menghancurkan cinta sebastian dan erianthe karena keinginanku.
"baiklah anette. kakak akan berusaha agar kita bisa hidup di istana. " jawabku dengan tersenyum ke arah anette.
"waaah! aku akan bantu kakak! " jawab anette ceria.
pastinya susah. dengan reputasi buruk dan masalah istana. tapi. aku yakin aku bisa.
sepertinya. hmm..
anette melihat mukaku yang serius dan mulai khawatir.
"kakak...? " tanya anette.
"ah iya anette? mari kita bermain boneka lagi! tenang, kakak punya boneka lain untukmu" jawabku dengan senyum.
"oke kak! " cerita anette.
kita pun bermain boneka lagi bersama. tapi.. apakah kita akan selalu harmonis begini?
aku takut kehilangan anette.
aku takut. bagaimana kalau anette selama ini hanya berpura pura menyukaiku sebagai kakaknya??
__ADS_1
tidak. aku harus mencoba berpositif thinking.
anette dan aku pun akhirnya bermain boneka lagi seperti biasanya. aku harap aku akan selalu begini bersama anette. aku harap***.