Putri Ju Xuan Xiao

Putri Ju Xuan Xiao
sampai di kerajaan naga petir


__ADS_3

tidak teras waktu berlalu dengan cepat. kini satu bulan sudah mereka menjalani hari hari di istana shi zhuan ditemani suka dan duka. canda riang dan tangis. begitu harmonis rasanya. kini saatnya shi zhuan dan ruo pergi ke kerajaan naga petir.


" fan apakah ada cara lain untuk datang kesini tanpa melalui gerbang utama?". kata shi zhuan karena ia pikir akan sulit untuk kabur dari musuh jika harus menuju gerbang utama terlebih dahulu( maksudnya goa itu).


"hmmm. ada satu cara. kakak ikut aku". kata fan lalu berdiri dan menarik lengan baju shi zhuan.


shi zhuan yang bingung pun hanya mengikuti saja begitu juga dengan ruo dan riwei. lion bersama riwei sedangkan liao lu digendong oleh shi zhuan.


beberapa saat kemudian sampailah mereka di sebuah gazebo atau gubuk kecil di tepi kolam di samping istana.


" mengapa kita kesini?". tanya shi zhuan bingung. sedangkan fan hanya diam dan berjalan memasuki gazebo itu.


" inilah cara nya agar kita bisa keluar masuk istana tanpa harus menuju gerbang utama". kata fan sambil menunjuk sebuah bunga tulip berwarna hitam.


' bunga aneh'. pikir shi zhuan.


" maksudmu apa?". tanya shi zhuan dengan datar.


" kak teteskan darah kakak diatas bunga tulip itu". kata fan menunjuk bunga tulip dengan pot ditengah ruangan.


tanpa pikir panjang shi zhuan langsung melukai jarinya dengan belati yang selalu di bawanya.kemudian ia meneteskan darahnya diatas bunga itu.


lalu bunga itu mengeluarkan cahaya berwarna hitam dan putih dan langsung mengarah ke tangan kiri shi zhuan lebih tepatnya lengan bagian bawah dekat dadanya.


setelah cahaya itu menghilang shi zhuan memeriksa tangannya dan menemuakan gambar bunga tulip hitam yang berlumuran darah di lengannya.


awalnya ia terkejut tapi fan menjelaskan.


" lambang bunga itu adalah jalan menuju istana ini. kakak hanya perlu memfokuskan pikiran keistana dan bunga itu akan menteleportasikan kakak ke istana". kata fan dengan antusias.


" oh begitu". kata shi zhuan datar tapi nyatanya ia sangat senang bahkan hatinya terasa mau loncat karena senang tapi ia menutupinya dengan ekspresi datar.


'benarkah ada hal yang seperti itu'. pikir ruo. sedangkan riwei hanya diam mengamati.


******


setelah mereka kembali ke istana shi zhuan dan ruo bersiap siap untuk pergi dan diantar oleh fan dan riwei.


" fan,riwei tolong jaga adikku dan fan kamu yang baik ya sama adikmu. aku tak kan lama". kata zhi zhuan sambil menyerahkan liao lu ke pada riwei.


saat shi zhuan dan ruo hendak berangkat tiba tiba kaki shi zhuan ada yang mencekalnya. tentunya shi zhuan terkejut lalu ia langsung menoleh kekakinya dan terlihatlah singa muda yang matanya berkaca kaca. 'oh imutnya'. pikir shi zhuan.


" kakak jangan pergiiii😢". kata lion dengan cute eyesnya.


" ayolah lion kecil. kakak gak akan lama. tunggu kakak ya. kamu harus rajin latihan nanti pas kakak balik kakak akan mengujimu kalau kau gagal kau bukan adikku lagi. jadi selama aku pergi berlatihlah denGn giat ya dan jangan nakal awS kamu ya". kata shi zhuan tegas namun penuh perhatian.


" baiklah kak. kakak hati hati ya. lion aku selalu berlatih dan menjadi kuat agar bisa melindungi kakak dan ibu". kata lion sambil beranjak berdiri dan melepaskan pelukannya ke kaki shi zhuan.


" anak pintar. kakak pergi dulu ya". kata shi zhuan langsung beranjak pergi menuju kerbang utama.

__ADS_1


*****


di luar istana.


" ruo kenapa kau murung. ayolah semangat sedikit dan kita jalankan rencana kita agar semuanya baik baik saja. ok. sekarang tunjukkan jalannya". kata shi zhuan menghibur ruo yang tampak lesu.


" hmm baiklah. ayo ikuti aku". kata ruo dan ia langsung berubah menjadi naga putih yang indah dengan sisiknya yang berkilau dan tubuhnya yang panjang selaras dengan pakaian shi zhuan yang juga berwarna putih selutut. ia tampak imut dengan baju itu.


tak lama kemudian sampailah mereka didepan sebuah air terjun yang besar.


" ini jalannya?". tanya shi zhuan.


lalu ruo membaca sebuah mantra dan didepan air terjun itu terbentuk sebuah pintu dan dan jembatan menuju ke pintu itu. ruo mengajak shi zhuan untuk memasuki pintu itu.


setelah memasuki pintu itu mereka tiba di sebuah hutan bambu yang lebat dengan semilir angin lembut.


" di mana ini?". tanya shi zhuan.


" kerajaan naga petir". kata ruo.


" hmmm. baiklah mari mulai permainan ini". kata shi zhuan sambil menyeringai licik.


melihat seringaian shi zhuan membuat ruo bergidik ngeri.


'ihh menyeramkan'.pikir ruo memandang taku ke arah shi zhuan.


*****


" berhenti siapa kalian". seru seorang prajurit naga.


" kau bahkan tak mengenal tuanmu untuk apa kau disini". bentak ruo dengan marah.


" ah pangeran kedua maaf atas kelancangan prajurit ini. ia baru jadi tak mengenal anda".kata prajurit lainnya yang baru datang.


" hmph". dengus ruo dan langsung beranjak masuk. dan diikuti oleh shi zhuan. sebenarnya prajurit itu agak penasaran dengan shi zhuan. 'siapakah gadis itu'. pikir mereka serempak.


beberapa saat kemudian sampailah di ruang tamu istana.


" anakku pangeran keduan akhirnya kau kembali. kenapa kau tak mengabari ibundamu ini tentang keadaanmu di luar sana huh. anak nakal. apa kau baik baik saja. apa ada yang luka. ibu dengar kediamanmu hancur dan bawahanmu melihatmu di seret seret oleh seorang gadis kecil".kata ratu naga denga kawatir sambil membolak balik tubuh ruo.


" bunda aku baik baik saja. dan sekarang aku sudah punya nama. namaku ju ruo bing bagaimana menurut ibunda?". kata ruo dengan senang.


" kau sudah punya nama.. ehh tunggu apa kau dipaksa untuk dikontrak oleh gadis itu. sialan dia akan ku habisi dia beraninya memaksa anakku". katanya dengan amarah yang menggebu gebu yang tidak disadarinya bahwa orang yang ia bicarakan ada di depannya dan sedang tersenyum kecil.


" ahh jika ibunda menghabisinya maka aku juga akan matii". kata ruo sok sedih.


" ahh sayang bukan begitu maksud bunda...". kata ratu naga. raja naga yang melihat itu hanya geleng geleng kepala karena istrinya itu membicarkan orang yang ada di depannya.


" ehkk hem". shi zhuan berdehem guna menyadarkan ratu naga mengenai keberadannya.

__ADS_1


mendengar deheman itu ratu naga langsung melihat kebelakang ruo dan ia sangat terkejut melihat shi zhuan.


" siapa kau. bagaimana kau bisa memasuki istanaku. huh?". tanya ratu naga dengan marah.


melihat hal itu shi zhuan hanya diam dengan wajah datarnya. sedangkan raja naga merasa kawatir karena ia tak bisa merasakan tingkat kekuatan shi zhuan. jelaslah kan shi zhuan sudah ada di tingkat Raja Emas Atas. sedangkan raja naga baru di tingkat jenderal perak menengah.


melihat bundanya berkata kasar pada shi shuan membuat ruo sedikit kesal.


" ibu apa yang kau lakukan. dia adalah tuanku. yang sudah mengkontrakku". kata ruo dengan nada sedikit keras.


" apa maksudmu huh. kenapa kau mebelanya dan membawanya kemari. dia sudah memaksamu nakk".kata ratu naga dengan kecewa.


" huuuh bunda sebwnarnya dia tidak memaksaku. aku yang memaksa untuk ikut. alasannya Krena dia kuat ibu". kata ruo menjelaskan.


" oh jadi kau ikut denganku karena aku kuat. huh". kata shi zhuan marah.


hal itu membuat ruo mengeluarkan keringat dingin.


" anoo bukan itu maksudku...". kata ruo tak bisa menjelaskan karena memang itu alasannya.


" hmm sudahlah". kata shi zhuan langsung duduk di kursi yang sudah tersedia.


" ayahanda tolong jelaskan ke ibunda. aku tak mau membuat tuanku marah. ku yakin kau mwngerti situasiku kan ayah?".kata ruo memelas.


" huh. dia benar istriku. kita tak bisa bermain main dengannya. aku tak bisa merasakan kekuatannya". kata raja naga.


" benarkah. hah baiklah. tapi aku tak akan tinggal diam jika ia berani macam macam disini". kata ratu naga memandang sengit shi zhuan.


sedangkan yang dipandang hanya acuh saja.


setelah itu mereka duduk saling menghadap di tempat duduk lain di depan dan samping shi zhuan.


" dimana kakak?". tanya ruo penasaran dengan keberadaan kakaknya.


" dia sedang bersama pamannnya". kata ratu sedih.


"ohh baiklah". sahut ruo karena ia tau situasinya.


"ayah ibu maaf". kata ruo. lalu ia membuat kedua orang tuanya pingsan.


" apa yang.. ". kata kata ayahnya terjeda karena ia sudah kehilangan kesadarannya..


" hehe permaian dimulai". kata shi zhuan dingin.


" iya semoga saja semua berjalan dengan lancar". kata ruo menambahkan sambil menyeringai tibih yang dapat dilihat oleh shi zhuan.


***☆☆☆☆teman semua penasaran gak. permainan apa yang dimaksud oleh shi zhuan dan ruo.


tunggu up selanjutnya ya. jangan lupa like and coment. yaaaa.

__ADS_1


bye bye***


__ADS_2