Putri Ju Xuan Xiao

Putri Ju Xuan Xiao
mencarikan liao lu susu


__ADS_3

lalu terjadilah peluk pelukan.


saat mereka bertiga tengah asik berpelukan tiba tiba si kecil menangis.


"hweek hweek hweek". tangis si kecil


menyadari hal itu shi zhuan dengan sigap berdiri dan menghampiri si kecil dan menggendongnya.


"hmm sayangku yang manis, kenapa kamu menangis. hmm kamu kan cowok ibunda kasi nama shi liao lu ya. lu'er ku sayang kamu pasti lapar. ibunda cariin susu ya". kata shi zhuan penuh kasih sayang.


melihat hal itu fan sangat bahagia sekaligus terharu lain dengan ruo yang terkejut.' iya tinggal seorang diri bersama adik dan anaknya? bagaimana bisa! lihatlah di baru berusia 8 tahun tapi sudah punya anak! astaga..'. pikir ruo sangat terkejut.


menyadari keterkejutan ruo, shi zhuan segera menjelaskan bahwa ia menemukan liao lu dan menjadikannya anak angkat. mendengar hal itu ruo jadi paham dan mengerti sekarang.


" fan aku keluar dulu ya. kamu jga rumah". kata shi zhuan dan di balas anggukan oleh fan.


" ruo ayo temani aku". kata shi zhuan datar dan langsung pergi


" eh ah baiklah". kata ruo berjalan agak berlari menyusul shi zhuan yang sudah di depan.


****


tak lama kemudian mereka sampai diluar. dan lu'er kembali menangis.


"lulu ku sayang jangan nangis ya. ibunda akan segera carikan kamu susu". kata shi zhuan lembut dan lulu segera berhenti menangis dan mulai berbinar binar.


" hm anak pintar". kata shi zhuan mengecup kening lulu.


lalu shi zhuan dan ruo segera menjelajahi hutan misteri lebih dalam. sebenarnya ruo sangat bingung. kenapa shi zhuan mencari susu kedalam hutan bukannya keluar hutan. tapi pertanyaan itu langsung terjawab saat shi zhuan menghapiri seekor singa betina yang tengah berusaha melahirkan.


" hei buk singa apa kau kesulitan melahirkan?". tanya shi zhuan dan langsung menghampiri singa itu.


" kau manusia sedang apa kau disini. pergiiii!!. aku akan membunuhmu jika kau berani mendekat!". teriak singa itu.


tetapi shi zhuan tak menghiraukannya ia memilih mendekat. menyadari hal itu sang singa berusaha untuk bangkit namun langsung jatuh kembali karena sedang dalam proses melahirkan.


melihat hal itu shi zhuan malah tersenyum tipis. melihat senyum itu sang singa hanya pasrah karena ia tak bisa apa apa sekarang ia pikir shi zhuan akan membunuhnya.sebenarnya ruo juga berpikir begitu.


" manusia kau boleh membunuhku tapi tolong jangan bunuh anakku". kata sang singa berderai air mata.


" hah.. siapa bilang aku mau membunuhmu aku hanya ingin membantumu". kata shi zhuan sambil tersenyum dan menyentuh perut sang singa


" hah benarkah". kata sang singa berbinar senang.


shi zhuan hanya mengangguk.


" sekarang kau melahirkanlah aku akan menyalurkan energiku agar kau mudah melahirkan".kata shi zhuan datar.


mendengar hal itu sang singa sangat bahagia karena shi zhuan tak ingin membunuhnya melainkan menolongnya. semwntara itu ruo malah terkejut."hais aku kira si singa itu akan di bunuh. tapi kurasa kali ini zhu zhu sedang beruntung ia bertemu dengan ratu singa". gumam ruo sambil menatap shi zhuan.


lalu shi zhuan mengambil posisi bersila di belakang si singa.


" hei ruo jangan hanya dia di situ sini cepat bantu aku menggendong lulu". kata shi zhuan datar

__ADS_1


mendengar hal itu ruo langsung menghampirinya.


melihat kedatangan ruo kini giliran si singa yang terkejut. bagaimana bisa seekor pangeran naga yang di kenal angkuh dan sombong bisa ada disini dan dengan patuhnya mendengarkan perintah bocah kecil ini.


' sepertinya dia bukan bocah biasa. kalau begitu anakku akan sangat beruntung. hihi'. batin si singa sambil memandang shi zhuan dan ruo bergantian.


" baiklah mulailah melahirkan". kata shi zhuan langsung memegang punggung si singa dan menyalurkan energinya.


proses melahirkan berjalan dengan lancar dan berlangsung dalam 2 jam full.


****


" huh akhirnya lahir juga". kata shi zhuan melihat seekor bayi singa yang sangat lucu dengan mata merah menyala yang bulat besar, dan bulu kuning yang lebat.


"tuan terima kasih karena sudah membantu saya melahirkan. sebagai gantinya saya akan menyerahkan putra saya ke pada tuan untuk di jaga dan mengkontraknya". kata si singa.


" huh terserah kau saja. tapi tolong susui sebentar putraku, dia sudah kehausan". kata shi zhuan datar.


" ehh apaa.. em baiklah". kata si singa terkejut. bagaimana bisa seorang bocah kecil begini sudah punya anak. oh astagaa tak bisa di percaya.


menyadari keterkejutan si singa shi zhuan hanya diam dan menyerahkan lulu ke singa itu. dan si singa langsung menyusuinya bersama anaknya.


beberapa saat kemudian lulu selesai meminum susu dan segra di gendong kembali oleh shi zhuan.


" ruo ayo pergi". kata shi zhuan datar


" baiklah ayo". kata ruo tak kalah datar.


"tuan sesuai yang kukatakan tadi, tolong bawalah putraku. dia adalah keturunan terakhir dari raja singa dan akan menjadi penerus jadi demi keselamatannya tolong jagalah dia". kata si singa bersudud.


" mohon ampun tuan. bukan begitu maksud saya. sebenarnya raja singa sudah mati dan rakyat kami berpencar ke segala penjuru hutan misteri ini. Dan saya juga tidak akan bertahan lama jadi tolong jagalah anak saya agar ia bisa menyatukan rakyat kami lagi". kata singa itu sambil bersujud dan menangis.


" haduh maksudku jagalah anakmu sendiri karena aku akan mengajakmu keistanaku dan siapa bilang hidupmu tak lama lagi. aku akan menyembuhkanmu jadi kemarilah dan peganglahku". kata shi zhuan menatap si singa itu.


singa itu segera menggendong anaknya di punggungnya dan menyentuh kaki shi zhuan.


" hei ruo apa kau ingin diam di situ. cepat pegang tanganku!". kata shi zhuan menatap tajam ruo.


" ah ba baiklah". kata ruo langsung memegang tangan shi zhuan.


dalam sekejap mata mereka sudah sampai di istana shi zhuan.


si singa sangat kagum dengan keindahan istana itu. selain itu juga keasrian wilayahnya. tapi ia bingung kenapa tak ada manusia di sini.


" faaan aku pulang". teriak shi zhuan yang membuat si singa terkejut tapi tidak dengan ruo yang sudah pernah mengalaminya.


" hei singa siapa namamu?". tanya shi zhuan.


" nama saya hui riwei tuan". kata si singa.


"hn'". jawab singkat shi zhuan.


beberapa saat kemudian datang lah seorang anak berusia dua tahun yang tak lain adalah fan. dengan kaki mungilnya ia berlari dan langsung memeluk shi zhuan.

__ADS_1


" kakakkk aku merindukanmu". kata fan sambil memeluk pinggang shi zhuan.


" hais kau ini. aku baru pergi beberapa jam dan kau sudah segitu rindunya padaku. bagaimana jika aku pergilama. apa kau akan mati karena rindu?". kata shi zhuan sambil berjongkok dan mencium kening fan.


saat shi zhuan mencium kening fan. lulu pencubit pipi fan dengan keras.


" we ee we he gi go ga hu hi re ro". oceh lulu tak karuan namun terkesan marah pada fan karena meminta di cium oleh ibundanya.


melihat kelakuan lulu shi zhuan, riwei dan ruo tertawa terbahak bahak.


" ahh anakku sayang kamu cemburu ya sama pamanmu. kamu juga ingin di cium". kata shi zhuan sambil tertawa dan langsung menciun kedua pipi lulu serta keningnya. mendapat perlakuan seperti itu wajah lulu bersemu merah dan terlihat girang.


" zhu zhu aku juga mau.". rengek ruo.


melihat hal itu riwei terkejut bukan main. astaga sepertinya pangeran sombong dan angkuh itu sudah gila.


lain halnya dengan shi zhuan. ia langsung berdiri dan menarik tengkuk ruo dan mencium pipinya. karena perbedaan tinggi badan jadi shi zhuan agak meninjik.


menerima ciuman dari shi zhuan telinga dan pipi ruo bersemu merah.


" hahaha lihatlah wajahmu kayak tomat. meraaahh". kata shi zhuan dengan girang.


saat ia sedang tertawa ada yang mengelus elus kakinya.


" ehh". kejut shi zhuan dan langsung melihat kearah kakinya.


" ternyata lion kecil ya. apa kau juga mau ku cium". kata shi shuan sambil berjongkok.


pertanyaan itu di balas anggukan oleh si lion.


lalu shi zhuan menggendong lion di tangan kanannya dan langsung mencium keningnya.


betapa senangnya si lion mendapat ciuman itu.


setelah itu shi zhuan berdiri.


" ruo aku lelah jadi ayo gendong aku". kata shi zhuan dengan manja.


" tak mau!". kata ruo memalingkan wajahnya tak mau menatap mata shi zhuan yang memelas.


" ayolah".


" tidak".


" hm baiklah kalau begitu jangan harap kepalamu utuh". kata shi zhuan langsung berbalik.


" ah ah baiklah aku akan menggendongmu". kata ruo takut kepalanya lepas dari tempatnya.


lalu akhirnya shi zhuan di gendong oleh ruo bersama lulu di gendongan shi zhuan...


*****


ok teman teman. maaf ya baru up sekarang. kuota tho habis😅hihi maklumlah lagi stay at home. belum sempat keluar rumah.

__ADS_1


oh ya semoga kalian suka ceritaku ya. dan tolong kasi saran dan kritiknya ya. apabila ada kesalahan baik bahasa atau pun penulisan ceritanya. jangan sungkan sungkan.


__ADS_2