
malam harinya raja dan ratu yang telah dibawa ke kamarnya dan mulai sadar.
" aduhh kepala ku pusing. apa yang terjadi?". kata raja bingung sambil memegang kepalanya. lalu ia ingat dengan istrinya dan langsung menoleh ke samping kirinya.
" istriku apa kau baik baik saja?". tanya raja dengan cemas sambil memegang pipi istrinya.
" uhh". lenguh sang ratu sambil berusaha duduk dan di bantu oleh raja.
" apa yang terjadi?". tanya ratu menatap bingung pada raja.
" aku juga tak tau, tapi seingatku putra kita yang melakukannya". kata raja merasa aneh.
" ayah ibu kalian sudah sadar ya". kata ruo datang dari luar membawa obat dan diikuti oleh shi zhuan dengan wajah temboknya😂maksudnya wajah datarnya.
" nak kami perlu penjelasanmu". kata raja tanpa basa basi dan diangguki oleh ratu.
" huh ayah dan ibu sudah kurang waspada. aku hanya ingin mengetes kewaspadaan kalian, tapi kalian malah tak waspada. aku juga tak menyangka kalau kalian akan kena pukulanku. hhhh maafkan aku". kata ruo dengan cengengesan canggungnya.
lalu di meletakkan obat yang ia bawa dan duduk di sebelah shi zhuan.
" tak masalah. kami memang kurang waspada".kata raja.
" apa itu?". tanya ratu.
" itu obat. minumlah, aku tau kalian sedang sakit". kata ruo padahal shi zhuan yang mengatakannya.
" apa kau bisa meracik obat?". tanya raja ragu pada ruo.
" bukan aku yang meraciknya, zhu zhu yang melakukannya". kata ruo membuat raja dan ratu intens menatap shi zhuan tapi yang ditatap hanya acuh tak acuh.
" apakah itu bukan racun". kata ratu. hal itu membuat shi zhuan marah. dan kemarahannya di sadari oleh ruo dan raja.
" i ibu percayalah, itu bukan racun. apa kau tak percaya pada putramu?". tanya ruo dengan gugup karena ia tau bagaimana kemarahan shi zhuan. dan raja juga sudah mengeluarkan keringat dingin.
" aku tak percaya!". kata ratu tegas. membuat shi zhuan tak bisa menahan amarahnya. lalu ia membakar obar itu sehingga terlihat ada api dibatas air.
hal itu membuat seisi ruangan terkejut kecuali shi zhuan.
" ap apa yang terjadi?". kata raatu panik.
" huhh". dengus kasar raja dan ruo.
" jika kau tak percaya jangan harap bisa sembuh dan jangan harap aku akan membantumu lagi!". kata shi zhuan langsung berdiri dan melempar cangkir yang di bawanya kedindin hingga meninggalkan lubang besar dan menyebabkan suara gaduh. lalu ia menghilang dari sana bagai terbang terbawa angin.' sunyi' itulah yang terjadi di sana. mereka bertiga masih mematung belum bisa mencerna keadaan.
raja dan ratu sangat terkejut saat sudah menyadari apa yang terjadi. sedangkan ruo sudah lemas dan terduduk kembalu dengan wajah pucat.
beberapa saat kemuadian beberapa penjaga datang.
" yang mulia, apa kau baik baik saja?". kata sang jendral dengan cemas.
' krik krik krik'.hening sesaat.karena jendral melihat raja dan ratu sedang duduj di pinggir kasur sedangkan ruo sedang duduk menghadap dinding yang berlubang.
" ehh apa semua baik baik saja?; tadi saya mendengar kegaduhan. ah itu didinding kenapa berlubang?". katanya terkejut karena dinding kamar raja tebalnya satu meter dan sekarang berlubang. astaga bayangkan itu.
" hahaha i itu aku terlalu banyak menggunakan kekuatan saat melempar cangkir". kata ruo cengengesan.
" apaaa". kata semua prajurit dengan terkejut.
" be benarkah itu yang mulia?". kata sang jendral.
__ADS_1
" iya". jawab raja singkat.
" emm kalau begitu saya undur diri". katanya sopan.
" hn'". yang hanya di balas deheman oleh raja dan ratu.
lalu sang jendral mengarah kan prajuritnya untuk kembali ke tempat masing masing. sebenarnya mereka berpikir' mengapa pangeran melempar cangkir ke dinding?, apa iya sedang bertengkar dengan raja dan ratu?, ah sudahlah bukan urusanku'.
kembali ke shi ruo.
" ibu, kurasa kau sudah melakukan kesalahan yang besar kali ini. bukan maksudku membela zhu zhu tapi aku tak berani menyinggungnya karena jika iya mau ia bisa saja meretakan kerajaan kita ini". kata ruo dengan nada serius.
" be benarkah?". kata sang ratu takut.
" kurasa juga begitu ratuku, karena aku tak bisa merasakan kekuatannya. aku takut hal terburuk akan terjadi". kata sang raja dengan wajah cemasnya.
" huh ayah ibu kalian beristirahatlah, aku akan mengejar tuan!". kata ruo langsung menghilang dari sana.
" huh putra kita sepertinya sudah lebih hebat dariku". kata raja sambil tersenyum.
" iya. aku bangga padanya". kata sang ratu juga tersenyum lalu menyandarkan kepalanya ke dada bidang sang raja.
*****
ketempat zhuan.
berjalan ke arah taman istana.
" huh, sudah bagus ku bantu malah meremehkan. dasar ratu tak tau diri. untung anaknya budakku, kalau bukan kehabisi dia!!". kata shi zhuan marah marah sambil menghentakkan kakinya keraz.
tanpa di sadarinya ada yang mengawasinya dan ia sedang tersenyum melihat gerak gerik shi zhuan.
beberapa saat kemudian ruo datang dan langsung memeluk kaki shi zhuan.
" huuuh. kau adalah sahabatku jadi bangunlah. aku tak akan mempermasalahkannya. tapi kau harus memberitahu bundamu agar tak bersikap demikian pada orang lain karena belum tentu mereka berbaik hati". kata shi zhuan sambil membantu ruo berdiri.
" ambillah obat di di meja ruang tamu. aku sudah menyiapkannya". kata shi zhuan menambahkan.
" be benarkah?". tanya fan dengan mata berbinar binar.
" iya. jadi pergilah". kata shi zhuan dan ruo langsung pergi menuju ruang tamu.
" huh. menyebalkan". kata shi zhuan sambil melanjutkan perjalanannya.
*****
disisi lain.
" tuan. sepertinya gadis itu sangat kuat. karena raja dan ratu bahkan tak berkutik saat gadis itu berlaku tak sopan di depan mereka. dan dia dapat menembus dinding spiritual raja yang lebarnya 1 meter hanya dengan sebuah cangkir dan bahkan pangeran kedua sampai memeluk kaki gadis itu untuk meminta pengampunanya sambil menangis sesenggukan". kata pria berbaju hitam itu.
saat ini ia sedang berada di sebuah ruangan gelap dan tepatnya di tengah tengah ruangan itu. ia dikelilingi oleh beberapa orang yang tengah duduk santai.
iya mereka adalah pangeran pertama dan paman pamannya.
mendengar penuturan mata mata mereka membuat merek semua tersenyum.
" sepertinya kita akan mendapat rekan baru yang kuat. ini akan memudahkan kita untuk menguasai kerajaan ini". kata paman pertama atau kakak raja.
" paman benar, tapi apa paman yakin? bagaimana jika ia hanya bersandiwara?". tanya pangeran pertama dengan nada ragunya
__ADS_1
" apakah kau melihat tanda tanda mereka melakukan suatu gerakan untuk bersandiwara?". tanya paman kedua atau adik raja pada pria berbaju hitam itu.
" saya tidak melihatnya tuan. itu benar benar terjadi. karena mereka tak menyadari ke beradaan saya". kata pria berbaju hitam itu.
" hmm bagus". kata paman pertama.
" siao kau temuilah gadis itu. kau harus bisa menjadi temannya dan berusahalah untuk membuat ia mepercayaimu lalu ajaklah ia bergabung dengan kita". kata paman kedua dwngan percaya diri.
" baiklah paman. aku akan berusaha". kata siao dengan sopan lalu memberi hormat dan undur diri untuk menemui shi zhuan.
****
ditempat shi zhuan.
" hmmm. saatnya beraksi". gumam shi zhuan karena merasakan kehadiran seseorang yang ditunggunya. ya dia adalah siao pangeran pertama.
"a ano hai. siapakah anda dan mengapa anda bisa berada disini? dimanakah orang tua adik?". tanya siao dengan sopan.
" oh hai. aku temannya ruo dan siapa kau?". tanya shi zhuan balik.
" ruo?". beo siao karena ia tak mengenal orang penting dengan nama ruo.
" hmm dia adalah pangeran kedua". kata shi zhuan.
" ohh. oh ya perkenalkan namaku siao hua di. aku adalah pangeran pertama.
" oh. aku shi zhuan". kata shi zhuan singkat.
" bo bolehkah aku duduk disebelahmu?". tanya siao sopan.
" hmm duduklah". kata shi zhuan lalu sedikit menggeser tubuhnya.
siao pun duduk. ia merasa sangat canggung. ini mah keadaannya terbalik. biasanya yang canggung dan malu itu shi zhuan tapi eh tapi ini malah siao yang yang mengalaminya.
" ada apa? jangan tegang". kata shi zhuan menepuk pundak siao.
" ehh i iya. oh ya. kamu sejak kapan mengenal adikku maksudku ruo". kata siao.
" oh itu beberapa bulan yang lalu". kata shi zhuan sambil memandangi kolam didepannya.
" ohh apa kalian cukup dekat?". tanya siao penasaran. ia agak tak suka ada orang yang dekat dengan adiknya itu.
" tidak terlalu. dia adalah budakku". kata shi zhuan menekannkanbkata budak.
" mendengar hal itu awalnya siao senang tapi perlahan ia sedih. bagaimanapun itu adalah adiknya ia tak tega adiknya menjadi budak.
" hmm ba baiklah". kata siao menunduk.
tanpa di sadari siao. setiap gerak geriknya telah di awasi oleh shi zhuan bahkan perubahan ekspresinya.
" hmm aku ingin istirahat dulu. sampai jumpa. senang bertemu denganmu". kata shi zhuan lalngsung berdiri lalu tersenyum manis kepada siao. hal itu membuat siao semakin gelagapan dan mukanya tambah merah. ia melihat punggung shi zhuan yang semakin menghilang.
****
" huh. beres. ruo keluarlah". kata shi zhuan. lalu keluarlah ruo.
saat ini shi zhuan sudah ada di kamarnya yang kedap suara.
" zhu zhu apa semuanya berjalan lancar?". tanya ruo sedikit penasaran.
__ADS_1
" sudah dan sekarang mari rancang rencana berikutnya". kata shi zhuan sambil menyeringai.
" iya". kata ruo ikut menyeringai.