
"Putri, bangunlah putri.
hamba mohon. jangan tinggalkan hamba tuan putri, hiks hiks hiks".
Sayup-sayup terdengar suara isakan tangis. Aku
merasa tanganku di genggam oleh seseorang.
Aku berusaha membuka mataku tapi begitu berat.
Perlahan lahan mataku terbuka. Aku melihat ini
seperti bukan di rumah sakit. Ini Ruangan yang sangat indah. Aku melihat di
sini banyak perabotan mewah.
"Tu tuan putri, anda telah
sadar, syukurlah. hamba akan pergi memanggil tabib dan Yang Mulia permaisuri,
bertahanlah tuan putri" seseorang yang mengenggam tanganku tadi pergi
keluar ruangan dengan tergesa-gesa.
"ahhh, ahhhh" aku memegang kepalaku
karena kesakitan. Aku mulai mengingat kejadian kejadian aneh. Seorang putri
yang lemah dan sering di aniaya. Seorang gadis 26 tahun yang terjebak dalam
api. Aku ingat semuanya.
Aku adalah Alice gadis 26 tahun
cerdas manipulatif dan jago beladiri. Aku sekarang terjebak dalam tubuh seorang
putri yang lemah dan sering tertindas.
Kenapa aku bisa terlahir kembali?
Begini ceritanya.
Januari 2020
" Riria kenapa kau tega
mengkhianatiku. kenapa?." Aku mendongak menatap gadis seusiaku yang
matanya penuh kebencian. Tubuhku penuh luka, kedua kakiku hampir putus tanganku
terikat. Aku yang seharusnya menikah dengan Remond yang baik hati. Ternyata aku
telah di khianati oleh Riria dan Remond. Mereka telah merampas semua
kekayaanku. Dan mereka jatuh cinta di belakangku.
"Kakak ku tersayang,
seharusnya kakak tau bahwa aku sama sekali tidak menyukai kakak. Aku hanya anak
yatim piatu yang ayah pungut dari jalanan karena kasihan. Apakah kamu tau
bagaimana menderitanya aku harus menderita hinaan dan cacian dari semua
keluargamu. Aku selalu memendam kebencian yang dalam untuk kakak dan keluarga
ini." Riria memegang pipiku kemudian menamparku dengan keras. brak!!!!
Aku terhuyung ke kanan dan batuk
darah. "Bukankah aku selalu membelamu Riria. inikah balasanmu terhadap
semua kebaikan yang aku berikan dan keluargaku berikan padamu???"
tuk,tuk,tuk.. Aku melihat
langkah seorang pria yang masuk keruangan gelap dan lembab ini. Dia tertawa
__ADS_1
sinis dan berkata " hahahaha Alice Alice pada akhirnya seorang gadis
masihlah hanya seorang gadis. Meskipun kamu cerdik kamu jadi bodoh saat
mendapatkan cinta"
Riria menghambur ke pelukan
lelaki itu yang tak lain adalah Remond. "Kakak ayo cepat kita habisi dia
dan hidup dengan nyaman, aku benar benar jijik lama lama di sini".
"Tenanglah Ririaku tersayang sebentar lagi dia akan mati dan kita akan
bahagia tanpa ada gangguan orang ketiga, biarkan kakakmu untuk menyampaikan
sepatah dua patah kata terakhir untuk dia, sekarang pergilah bermain keluar oke
?"
Riria melepaskan pelukannya dan pergi keluar
tanpa menatapku atau berkata apapun lagi.
" Kau sangat kejam Remond, Kau menghabisi seluruh
keluargaku. Dan merampas semua yang aku miliki"
Aku sangat marah dan mataku mengeluarkan air
mata darah.
Remond tertawa "hahaahahha
memang aku sangat kejam, memang aku sangat biadab. Aku membunuh seluruh
keluargamu. Dan juga mengambil semua kekayaanmu. sekarang gelar pewaris utama
Keluarga Wilson sudah tidak ada lagi. aku sangat bahagia hahaahahah. Dendamku
terbalas. Aku telah menunggu 10 tahun, satu persatu keluargamu aku habisi,
Dia memendam kebencian untuk keluarga ini. bahkan ayahmu sendiri pada akhirnya
tidak mendukung dia."
"Kau kejam biadab
semoga kau dapat balasannya untuk semua kejahatan yang telah kau lakukan"
Aku mengutuknya dan memakinya.
"Baiklah Alice, sudah cukup
basa basinya. Ini saatnya kita berpisah. masuk kalian semua dan siram seluruh
ruangan ini. kemudian bakar. haahahahahahahahahahhahaahha!!!"
Reymon memanggil anak buah nya untuk menyiram
ruangan ini dengan bensin lalu dia keluar ruangan dengan tertawa terbahak
bahak"
Tak lama kemudian pemantik di
nyalakan dan ruangan di penuhi dengan api dan asap.
Aku pun semakin sesak oleh asap dan panasnya api
mulai membakar tubuhku.
mataku mulai terpejam. Aku sudah tidak merasakan
tubuhku lagi.
blup...
__ADS_1
blup...
blup...
bukannya aku ada di dalam api. kenapa sekarang
dadaku sesak dan tubuhku terasa dingin seperti di dalam air. aku tidak sanggup
lagi.
---------------------------------------------------
Alice sudah mati. Sekarang aku
adalah Putri ke 5 Kaisar Sakya yang lemah. Akhirnya aku mengerti bahwa Putri ke
5 sebenarnya sudah mati karena tenggelam di danau.
"Putri, Aku adalah kau. Kau adalah aku
karena Aku menempati tubuhmu maka aku akan membalas dendammu". itu yang
aku fikirkan
Aku melihat sekelilingku dan
takjub. Kamar ini sangat besar. Ranjangku pun beralaskan sutra. Di sisi kamar
terdapat guci guci besar. Ada rak berisi hiasan dan buku yang lumayan banyak.
Lantainya dengan warna putih gading yang elegan.
BRAKKK!!!!
pintu terbuka dan aku melihat beberapa orang
mulai memasuki kamarku.
Ada Tabib dan asistennya, Asha dayang pribadiku
yang menangis terisak isak tadi, dan seseorang yang begitu menyayangi putri ke
5 yaitu Yang Mulia Permaisuri.
" Putri ku Chandini akhirnya putriku sadar setelah 10
hari ini. Putri tau bagaimana ibunda khawatir. Bagaimana Putri bisa jatuh ke dalam
danau ". Ibunda permaisuri menghampiriku memegang tanganku dan memelukku
sembari menangis.
Aku tidak bisa berbicara. Aku hanya terdiam dan
tidak bisa mengatakan apapun.
"Maaf Yang Mulia permaisuri. Saya harus memeriksa
keadaan tuan putri terlebih dahulu". Tabib itu terlihat khawatir.
"Baiklah, rawat anakku dengan baik". Ibunda
pun menepi di gantikan dengan tabib yang memeriksaku. Dia menyentuh nadiku,
memeriksa mata dan mulutku.
Setelah selesai tabib itu mengatakan " Ini
sangat berbahaya. penyebab Tuan Putri jatuh ke danau ini Karena Putri Keracunan
__ADS_1
Yang Mulia"
"APA???????"