Putri Kekaisaran Nusantara

Putri Kekaisaran Nusantara
Episode 1 . Reainkarnasi ke Tubuh Putri Chandini


__ADS_3

"Putri, bangunlah putri.


hamba mohon. jangan tinggalkan hamba tuan putri, hiks hiks hiks".


Sayup-sayup terdengar suara isakan tangis. Aku


merasa tanganku di genggam oleh seseorang.


Aku berusaha membuka mataku tapi begitu berat.


Perlahan lahan mataku terbuka. Aku melihat ini


seperti bukan di rumah sakit. Ini Ruangan yang sangat indah. Aku melihat di


sini banyak perabotan mewah.


        "Tu tuan putri, anda telah


sadar, syukurlah. hamba akan pergi memanggil tabib dan Yang Mulia permaisuri,


bertahanlah tuan putri" seseorang yang mengenggam tanganku tadi pergi


keluar ruangan dengan tergesa-gesa.


"ahhh, ahhhh" aku memegang kepalaku


karena kesakitan. Aku mulai mengingat kejadian kejadian aneh. Seorang putri


yang lemah dan sering di aniaya. Seorang gadis 26 tahun yang terjebak dalam


api. Aku ingat semuanya.


          Aku adalah Alice gadis 26 tahun


cerdas manipulatif dan jago beladiri. Aku sekarang terjebak dalam tubuh seorang


putri yang lemah dan sering tertindas.


Kenapa aku bisa terlahir kembali?


Begini ceritanya.


Januari 2020


          " Riria kenapa kau tega


mengkhianatiku. kenapa?." Aku mendongak menatap gadis seusiaku yang


matanya penuh kebencian. Tubuhku penuh luka, kedua kakiku hampir putus tanganku


terikat. Aku yang seharusnya menikah dengan Remond yang baik hati. Ternyata aku


telah di khianati oleh Riria dan Remond. Mereka telah merampas semua


kekayaanku. Dan mereka jatuh cinta di belakangku.


           "Kakak ku tersayang,


seharusnya kakak tau bahwa aku sama sekali tidak menyukai kakak. Aku hanya anak


yatim piatu yang ayah pungut dari jalanan karena kasihan. Apakah kamu tau


bagaimana menderitanya aku harus menderita hinaan dan cacian dari semua


keluargamu. Aku selalu memendam kebencian yang dalam untuk kakak dan keluarga


ini." Riria memegang pipiku kemudian menamparku dengan keras. brak!!!!


            Aku terhuyung ke kanan dan batuk


darah. "Bukankah aku selalu membelamu Riria. inikah balasanmu terhadap


semua kebaikan yang aku berikan dan keluargaku berikan padamu???"


            tuk,tuk,tuk.. Aku melihat


langkah seorang pria yang masuk keruangan gelap dan lembab ini. Dia tertawa

__ADS_1


sinis dan berkata " hahahaha Alice Alice pada akhirnya seorang gadis


masihlah hanya seorang gadis. Meskipun kamu cerdik kamu jadi bodoh saat


mendapatkan cinta"


          Riria menghambur ke pelukan


lelaki itu yang tak lain adalah Remond. "Kakak ayo cepat kita habisi dia


dan hidup dengan nyaman, aku benar benar jijik lama lama di sini".


"Tenanglah Ririaku tersayang sebentar lagi dia akan mati dan kita akan


bahagia tanpa ada gangguan orang ketiga, biarkan kakakmu untuk menyampaikan


sepatah dua patah kata terakhir untuk dia, sekarang pergilah bermain keluar oke


?"


Riria melepaskan pelukannya dan pergi keluar


tanpa menatapku atau berkata apapun lagi.


       " Kau sangat kejam Remond, Kau menghabisi seluruh


keluargaku. Dan merampas semua yang aku miliki"


Aku sangat marah dan mataku mengeluarkan air


mata darah.


        Remond tertawa "hahaahahha


memang aku sangat kejam, memang aku sangat biadab. Aku membunuh seluruh


keluargamu. Dan juga mengambil semua kekayaanmu. sekarang gelar pewaris utama


Keluarga Wilson sudah tidak ada lagi. aku sangat bahagia hahaahahah. Dendamku


terbalas. Aku telah menunggu 10 tahun, satu persatu keluargamu aku habisi,


Dia memendam kebencian untuk keluarga ini. bahkan ayahmu sendiri pada akhirnya


tidak mendukung dia."


        "Kau kejam biadab


semoga kau dapat balasannya untuk semua kejahatan yang telah kau lakukan"


Aku mengutuknya dan memakinya.


        "Baiklah Alice, sudah cukup


basa basinya. Ini saatnya kita berpisah. masuk kalian semua dan siram seluruh


ruangan ini. kemudian bakar. haahahahahahahahahahhahaahha!!!"


Reymon memanggil anak buah nya untuk menyiram


ruangan ini dengan bensin lalu dia keluar ruangan dengan tertawa terbahak


bahak"


          Tak lama kemudian pemantik di


nyalakan dan ruangan di penuhi dengan api dan asap.


Aku pun semakin sesak oleh asap dan panasnya api


mulai membakar tubuhku.


mataku mulai terpejam. Aku sudah tidak merasakan


tubuhku lagi.


blup...

__ADS_1


blup...


blup...


bukannya aku ada di dalam api. kenapa sekarang


dadaku sesak dan tubuhku terasa dingin seperti di dalam air. aku tidak sanggup


lagi.


---------------------------------------------------


        Alice sudah mati. Sekarang aku


adalah Putri ke 5 Kaisar Sakya yang lemah. Akhirnya aku mengerti bahwa Putri ke


5 sebenarnya sudah mati karena tenggelam di danau.


"Putri, Aku adalah kau. Kau adalah aku


karena Aku menempati tubuhmu maka aku akan membalas dendammu". itu yang


aku fikirkan


          Aku melihat sekelilingku dan


takjub. Kamar ini sangat besar. Ranjangku pun beralaskan sutra. Di sisi kamar


terdapat guci guci besar. Ada rak berisi hiasan dan buku yang lumayan banyak.


Lantainya dengan warna putih gading yang elegan.


BRAKKK!!!!


pintu terbuka dan aku melihat beberapa orang


mulai memasuki kamarku.


Ada Tabib dan asistennya, Asha dayang pribadiku


yang menangis terisak isak tadi, dan seseorang yang begitu menyayangi putri ke


5 yaitu Yang Mulia Permaisuri.


     " Putri ku Chandini akhirnya putriku sadar setelah 10


hari ini. Putri tau bagaimana ibunda khawatir. Bagaimana Putri bisa jatuh ke dalam


danau ". Ibunda permaisuri menghampiriku memegang tanganku dan memelukku


sembari menangis.


Aku tidak bisa berbicara. Aku hanya terdiam dan


tidak bisa mengatakan apapun.


      "Maaf Yang Mulia permaisuri. Saya harus memeriksa


keadaan tuan putri terlebih dahulu". Tabib itu terlihat khawatir.


       "Baiklah, rawat anakku dengan baik". Ibunda


pun menepi di gantikan dengan tabib yang memeriksaku. Dia menyentuh nadiku,


memeriksa mata dan mulutku.


 


 


 


 


Setelah selesai tabib itu mengatakan " Ini


sangat berbahaya. penyebab Tuan Putri jatuh ke danau ini Karena Putri Keracunan

__ADS_1


Yang Mulia"


"APA???????"


__ADS_2