
"Beraninya seseorang
meracuni seorang putri kaisar yang berusia 5 tahun dan mengakibatkan dia hampir
mati jatuh ke danau. Baginda, bagaimana Baginda mengatasi ini?". Kemarahan
Permaisuri begitu terlihat di wajahnya.
Selain itu Baginda Kaisar, Para selir, pangeran
dan putri serta adipati dan bawahannya semua berkumpul di Aula kekaisaran di
mana Permaisuri sedang bicara.
"Yang mulia permaisuri, Bagaimana yang mulia bisa tidak
setenang ini. Ini bisa mengakibatkan kericuhan di Istana dalam dan bisa
mengganggu kesehatan yang Mulia permaisuri" Selir Agung lyla berbicara
dengan lembut tapi sedikit senyum licik tersungging di bibirnya.
"Betapa lancangnya seorang selir berani menyela
pembicaraan permaisuri dan baginda Kaisar" Permaisuri bicara tegas dan
menatap selir agung.
Selir agung pun berdiri dan
kemudian berlutut di depan Kaisar dan permaisuri". Ampun Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia
Permaisuri, hamba yang rendah ini hanya memikirkan kesehatan Yang Mulia
permaisuri dan juga ketenangan di Istana dalam. Sehingga melakukan dosa yang
hamba tidak sadari". Selir
agung menangis dan membuat baginda Kaisar tersentuh
"Cukup selir agung, kembali ke tempat dudukmu". Selir agung pun kembali ke
tempat duduknya dan tersenyum licik kepada permaisuri.
"betapa liciknya ular satu ini, aku tau dia
yang menyebabkan putriku hampir mati, lihat saja kebusukanmu akan
terbongkar".
Ujar permaisuri dalam hati.
"Aku Kaisar sakya mengumpulkan kalian semua untuk
menyaksikan sidang dari pembunuh yang berusaha meracuni putri bungsu ku
mengakibatkan putriku hampir mati tenggelam di danau, Adipati Rakshajaya apa
yang telah kamu dapatkan dalam penyelidikan beberapa hari ini"
Adipati berdiri dan memberi hormat pada kaisar. "Ampun
yang Mulia Kaisar, hamba telah mendapatkan seorang pelayan wanita dan prajurit
yang terlibat dalam kasus ini. Bawa kemari"
Prajurit pun membawa seorang pelayanan wanita
__ADS_1
dan seorang prajurit yang bersimbah darah. Mereka terluka karena di siksa dalam
penjara.
"Yang Mulia menurut penyelidikan hamba, 2
orang ini pasti hanya suruhan dari seseorang yang berniat mencelakai Tuan
Putri,"
"Oh begitu, betapa lancang dan beraninya kalian berdua.
Kalian pasti tau hukuman untuk pengkhianatan sebesar ini. Untuk pelaku utama di
gantung hidup hidup dan seluruh keluarga kalian akan meminum racun. Tapi jika
kalian berkata jujur Aku kaisar Sakya akan membebaskan seluruh keluarga
Kalian".
Mendengar itu prajurit dan pelayan yang gemetar bersujud di
hadapan baginda, mendongakkan kepalanya dan ingin mengatakan sesuatu tapi
sebelum itu...
"aakkkhhhh,, akhhhhhhhhhhh" pelayan dan prajurit di
hadapan baginda memuntahkan buih hitam. Mereka kejang kejang dan kemudian
meregang nyawa dengan mengenaskan, tubuh mereka membusuk perlahan. "Ahhhhhhhhhhhh" Para
pangeran dan putri, selir dan juga orang orang yang hadir ketakutan dan
menjauhi 2 mayat yang tergeletak di aula tersebut
Kosongkan Aula sekarang juga Biar Aku, Adipati, dan beberapa prajurit di
sini". Titah baginda
"Tapi Baginda, Anda ..... ".
"Tenanglah permaisuriku, pergilah istirahat atau temani putrimu, Urusan di
sini biar Aku dan adipati yang menghadapinya"
"Sesuai perintah baginda". Permaisuri pun pergi di ikuti
selir, serta pangeran dan putri.
Setelah kepergian semua orang.
"Adipati, urus mayat ini. Aku masih
penasaran, siapa orang yang berani bermain racun ular hitam selatan
disini".
"Benar baginda, ini racun ular hitam
selatan, racun ini bisa di kendalikan dari jarak ribuan mil untuk membunuh
korbannya".
Prajurit membersihkan mayat mayat yang
tergeletak.
__ADS_1
"Sampaikan Titahku
"Pelaku pembunuh Tuan putri ke 5 sudah di tangkap dan di hukum mati,
Keluarga pelaku akan segera di eksekusi dengan minum racun. Masalah pembunuhan
telah terselesaikan"."Baik
yang mulia".
"Ahhh... Adipati, Kita harus menemukan pelaku utama
pengendali racun ini. Jadi untuk itu sebaiknya kasus ini ditutup. Lakukan
pencarian secara detail." perintah Kaisar. "Baik
yang mulia hamba menjalankan perintah, hamba akan undur diri" Adipati
membungkuk dan pergi.
Kaisar memikirkan sesuatu dia
memicingkan mata dan melihat kursi yang telah di duduki seorang selir.
Kaisar tersenyum sinis dan pergi meninggalkan
Aula Kekaisaran.
--------------------------------------------------
"Beraninya selir itu membantah aku di depan Baginda
Kaisar". Permaisuri sangat marah. "Tenangkan hati anda Permaisuri, sebaiknya kita
melihat keadaan Putri ke 5, Dia pasti membutuhkan perhatian permaisuri".
Permaisuri menoleh ke dayang di sebelah kanannya "Kau memang benar dayang
Rima, Putri ku dia pasti ketakutan dengan tubuhnya yang lemah dia harus melalui
penderitaan ini." Permaisuri sedih dan mengeluarkan air mata. Sejenak
langkah Permaisuri serta beberapa dayang terhenti.
"Ohhhh, Salam Permaisuri,
Semoga keagungan anda menyertai Kekaisaran Nusantara". Selir agung Lyla membungkuk dan
berbicara dengan lembut "Sejujurnya hamba ingin menjenguk putri ke 5 tapi
uhuk uhuk uhuk keadaan hamba kurang sehat Yang Mulia, maafkan perilaku
hamba".
"Tidak perlu menjenguk
putriku. Pikirkan kesehatanmu dulu dan beristirahat lah selama sebulan di
istana. Aku akan mengunjungimu nanti". permaisuri berkata dingin dan berlalu pergi.
"Kasihan sekali.... Kembali ke
istana". "Baik Selir Yang Agung" kata para dayang serempak.
__ADS_1