Putri Kekaisaran Nusantara

Putri Kekaisaran Nusantara
Episode 2 Mengungkap pembunuh


__ADS_3

      "Beraninya seseorang


meracuni seorang putri kaisar yang berusia 5 tahun dan mengakibatkan dia hampir


mati jatuh ke danau. Baginda, bagaimana Baginda mengatasi ini?". Kemarahan


Permaisuri begitu terlihat di wajahnya.


Selain itu Baginda Kaisar, Para selir, pangeran


dan putri serta adipati dan bawahannya semua berkumpul di Aula kekaisaran di


mana Permaisuri sedang bicara.


       "Yang mulia permaisuri, Bagaimana yang mulia bisa tidak


setenang ini. Ini bisa mengakibatkan kericuhan di Istana dalam dan bisa


mengganggu kesehatan yang Mulia permaisuri" Selir Agung lyla berbicara


dengan lembut tapi sedikit senyum licik tersungging di bibirnya.


       "Betapa lancangnya seorang selir berani menyela


pembicaraan permaisuri dan baginda Kaisar" Permaisuri bicara tegas dan


menatap selir agung.


         Selir agung pun berdiri dan


kemudian berlutut di depan Kaisar dan permaisuri". Ampun Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia


Permaisuri, hamba yang rendah ini hanya memikirkan kesehatan Yang Mulia


permaisuri dan juga ketenangan di Istana dalam. Sehingga melakukan dosa yang


hamba tidak sadari". Selir


agung menangis dan membuat baginda Kaisar tersentuh


     "Cukup selir agung, kembali ke tempat dudukmu". Selir agung pun kembali ke


tempat duduknya dan tersenyum licik kepada permaisuri.


"betapa liciknya ular satu ini, aku tau dia


yang menyebabkan putriku hampir mati, lihat saja kebusukanmu akan


terbongkar".


Ujar permaisuri dalam hati.


      "Aku Kaisar sakya mengumpulkan kalian semua untuk


menyaksikan sidang dari pembunuh yang berusaha meracuni putri bungsu ku


mengakibatkan putriku hampir mati tenggelam di danau, Adipati Rakshajaya apa


yang telah kamu dapatkan dalam penyelidikan beberapa hari ini"


       Adipati berdiri dan memberi hormat pada kaisar. "Ampun


yang Mulia Kaisar, hamba telah mendapatkan seorang pelayan wanita dan prajurit


yang terlibat dalam kasus ini. Bawa kemari"


Prajurit pun membawa seorang pelayanan wanita

__ADS_1


dan seorang prajurit yang bersimbah darah. Mereka terluka karena di siksa dalam


penjara.


"Yang Mulia menurut penyelidikan hamba, 2


orang ini pasti hanya suruhan dari seseorang yang berniat mencelakai Tuan


Putri,"


      "Oh begitu, betapa lancang dan beraninya kalian berdua.


Kalian pasti tau hukuman untuk pengkhianatan sebesar ini. Untuk pelaku utama di


gantung hidup hidup dan seluruh keluarga kalian akan meminum racun. Tapi jika


kalian berkata jujur Aku kaisar Sakya akan membebaskan seluruh keluarga


Kalian".


       Mendengar itu prajurit dan pelayan yang gemetar bersujud di


hadapan baginda, mendongakkan kepalanya dan ingin mengatakan sesuatu tapi


sebelum itu...


      "aakkkhhhh,, akhhhhhhhhhhh" pelayan dan prajurit di


hadapan baginda memuntahkan buih hitam. Mereka kejang kejang dan kemudian


meregang nyawa dengan mengenaskan, tubuh mereka membusuk perlahan. "Ahhhhhhhhhhhh" Para


pangeran dan putri, selir dan juga orang orang yang hadir ketakutan dan


menjauhi 2 mayat yang tergeletak di aula tersebut


Kosongkan Aula sekarang juga Biar Aku, Adipati, dan beberapa prajurit di


sini". Titah baginda


"Tapi Baginda, Anda ..... ".


"Tenanglah permaisuriku, pergilah istirahat atau temani putrimu, Urusan di


sini biar Aku dan adipati yang menghadapinya"


"Sesuai perintah baginda". Permaisuri pun pergi di ikuti


selir, serta pangeran dan putri.


Setelah kepergian semua orang.


"Adipati, urus mayat ini. Aku masih


penasaran, siapa orang yang berani bermain racun ular hitam selatan


disini".


"Benar baginda, ini racun ular hitam


selatan, racun ini bisa di kendalikan dari jarak ribuan mil untuk membunuh


korbannya".


Prajurit membersihkan mayat mayat yang


tergeletak.

__ADS_1


        "Sampaikan Titahku


"Pelaku pembunuh Tuan putri ke 5 sudah di tangkap dan di hukum mati,


Keluarga pelaku akan segera di eksekusi dengan minum racun. Masalah pembunuhan


telah terselesaikan"."Baik


yang mulia".


       "Ahhh... Adipati, Kita harus menemukan pelaku utama


pengendali racun ini. Jadi untuk itu sebaiknya kasus ini ditutup. Lakukan


pencarian secara detail." perintah Kaisar. "Baik


yang mulia hamba menjalankan perintah, hamba akan undur diri" Adipati


membungkuk dan pergi.


        Kaisar memikirkan sesuatu dia


memicingkan mata dan melihat kursi yang telah di duduki seorang selir.


Kaisar tersenyum sinis dan pergi meninggalkan


Aula Kekaisaran.


--------------------------------------------------


      "Beraninya selir itu membantah aku di depan Baginda


Kaisar". Permaisuri sangat marah. "Tenangkan hati anda Permaisuri, sebaiknya kita


melihat keadaan Putri ke 5, Dia pasti membutuhkan perhatian permaisuri".


Permaisuri menoleh ke dayang di sebelah kanannya "Kau memang benar dayang


Rima, Putri ku dia pasti ketakutan dengan tubuhnya yang lemah dia harus melalui


penderitaan ini." Permaisuri sedih dan mengeluarkan air mata. Sejenak


langkah Permaisuri serta beberapa dayang terhenti.


        "Ohhhh, Salam Permaisuri,


Semoga keagungan anda menyertai Kekaisaran Nusantara". Selir agung Lyla membungkuk dan


berbicara dengan lembut "Sejujurnya hamba ingin menjenguk putri ke 5 tapi


uhuk uhuk uhuk keadaan hamba kurang sehat Yang Mulia, maafkan perilaku


hamba".


         "Tidak perlu menjenguk


putriku. Pikirkan kesehatanmu dulu dan beristirahat lah selama sebulan di


istana. Aku akan mengunjungimu nanti". permaisuri berkata dingin dan berlalu pergi.


 


 


"Kasihan sekali.... Kembali ke


istana". "Baik Selir Yang Agung" kata para dayang serempak.

__ADS_1


__ADS_2