Putri Kekaisaran Nusantara

Putri Kekaisaran Nusantara
Episode 4 Pertemuan dengan Kakak-Kakakku & Kaisar


__ADS_3

"Kakak kakak ku sudah lama


menunggu ya". Aku


keluar setelah berganti pakaian. Aku memakai gaun merah muda bermotif bunga ada


renda berwarna pink serta pita kecil di rambutku. Begitu kontras dengan rambut


emasku yang bergelombang dan mata merah keemasan milikku.


"Wah adikku cantik sekali seperti boneka kak chandra


lihatlah adik kita sangat cantik". Kak mahesa paling bersemangat, Dia akan


memelukku tapi kerah bajunya di tarik dari belakang oleh kak Chandra "


lihat sitkon ya mahesa ".Mahesa pun menoleh kiri dan kanan, ada beberapa


pelayan dan juga prajurit yang lalu lalang. Yah terlalu banyak orang.


"Ehmm,


sesama saudara tidak apa kan saling berpelukan. Lihatlah wajahnya yang imut


ini. Uh gemesnya"."Dasar tidak tau malu, ayo kak chandra" Aku


berjalan duluan di ikuti oleh ketiga dayangku di belakang dan kak chandra di


sebelahku.


"Hey, tunggu aku" mahesa pun menyusul kami dan


bersungut-sungut mengeluarkan emosinya. Kami semua pun tertawa terbahak-bahak


melihat tingkah laku Kak Mahesa.


Tidak


terasa kami berjalan cukup lama akhirnya aku meminta untuk kedua kakakku


menemaniku minum teh di Taman mawar. Salah satu taman di Istana putih. Aku pun


duduk berseberangan dengan kedua kakak ku.


Kak


chandra pun mulai berbicara "Putri Chandhini, bagaimanapun kakak akan


berusaha untuk menangkap orang yang berusaha menyakitimu"."iya


adikku, Kak Mahesa juga akan membantumu menghabisi mereka". Ku lihat kak


chandra berbisik pada Mahesa, "hati-hati


berbicara ini bukan di kamar kita harus berbicara dengan sopan, sudah berapa


kali aku peringatkan"."i iya kak, maaf aku lupa"." Pangeran


terimakasih karena ingin membantu. Adik sangat senang sekali". Aku pun


tersenyum sumringah sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.


"Pangeran, sebenarnya sejak jatuh ke danau adik


melupakan beberapa hal. Bisakah kakak ceritakan tentang istana kita dan juga


anggota keluarga kita?".


"Aaa


apa kah itu serius, bagaimana keadaanmu, bagaimana ini kak?" Kak mahesa


sangat heboh. " Diam lah adik kita melupakan beberapa hal bukan semuanya


setelah kita menceritakannya, Putri Chandini akan ingat. Kenapa Pangeran Mahesa


sangat seheboh ini?".

__ADS_1


"Maaf, aku hanya mengkhawatirkan adikku". Dia


menggaruk kepalanya dan berbicara dengan Suaranya yang kecil dan mencicit.


Hehehe sangat manis sekali. "Terimakasih Pangeran Mahesa, setelah di


ceritakan adik pasti akan mengingat kembali jangan khawatir".


 


 


" Baiklah Kakak akan memberitahumu....


Jadi.... Dan.....".


Banyak sekali yang kak Chandra


ceritakan. Dimulai dari Istana yang di bagi menjadi 2


yaitu Istana dalam dan Istana luar. Ada beberapa istana khusus juga di


peruntukkan pangeran & putri spesial. Istana dalam tentu saja di pimpin


oleh Ibunda permaisuri. Istana dalam terdiri dari 10 istana. Dan Istana luar di


pimpin Kaisar. Didalamnya ada 4 istana. Dan juga Kak Chandra mengingatkan


tentang nama nama selir dan putra putri mereka.


Tidak terasa waktu telah


menjelang malam hari. Kami pun memutuskan untuk kembali. Tentu saja kakak kakak


ku akan mengantarku.


Setelah kami menyusuri langkah kami. Aku


melihat sosok di kejauhan. Lumayan ramai, "Ahhh itu Yang Mulia Kaisar, Tuan


puteri", Dayang


kan?"


"Tentu saja Tuan putri, tapi biasanya tuan


putri...". Dayang mitra tak ingin melanjutkan. " Tapi aku melarikan


diri dan menjauh dari kaisar, iya kan" Semuanya terdiam.


"Putri jika tidak ingin bertemu ayahanda tidak apa apa,


Kak Mahesa akan menemani Putri kembali dan Kak Chandra akan menyapa


kaisar". Kak


mahesa berusaha menenangkanku, ku lihat kak chandra pun menatapku seakan


menanti jawaban. Baru kali ini kulihat keseriusan di mata Kak mahesa.


 


 


 


 


 


"Huh, baiklah mari kita


sapa Ayahanda kaisar. Aku kan seorang putri Permaisuri, aku harus bisa


menunjukkan sopan santun agar tidak mempermalukan Ibunda". Kak chandra mengelus


kepalaku "Adikku semakin dewasa". " Wah adikku hebat". Kak

__ADS_1


mahesa pun kembali bersemangat.


Rombongan Kaisar pun berhenti saat Aku, Kak chandra


dan Kak mahesa memberi salam. "Salam Kaisar ,Kesejahteraan berlimpah untuk


kaisar, Semoga Keagunganmu Menyertai kesejahteraan Seluruh Kekaisaran


Nusantara". "Siapa wanita jelek ini?" Baginda langsung


menunjukku.


"Yang


Jelek ini adalah Putri ke 5 Yang Mulia Kaisar Cintha Chandini. Kaisar begitu


cepat melupakan anaknya sendiri ya". Aku pun langsung menjawab pertanyaan


mengesalkan Kaisar.


"Wah, suatu keajaiban ya, Kalau dulu selain


jelek, bodoh, lemah, kau juga tidak bisa bicara. Setelah tenggelam di danau kau


ada kemajuan juga. Apa harus sering di tenggelamkan ya?".Tanya baginda dengan tatapan yang


sinis dan penuh ejekan.


"Baginda, tidak boleh


seperti itu bagaimanapun Putri ke 5 adalah anak Yang Mulia, bagaimana


kalau...". Seorang kasim yang sering berada di samping paduka tidak


berhenti bicara."Berhenti bicara Kasim, Aku ingin ke istana Permaisuri,


jangan banyak bicara lagi". Kasim itu pun menutup mulutnya dan Kaisar


bersama rombongan pun pergi.


"Wah adikku


berani sekali bicara seperti itu pada Ayahanda Kaisar. Aku sangat


ketakutan". Mahesa bicara dengan ekspresi menggigilnya. "Kenapa Putri


bicara tidak sopan kepada Yang Mulia, Kakak sangat takut terjadi sesuatu pada


Putri ? hahhh" Kak chandra mengusap kepalaku dan mendesah ringan.


" Tenang saja Putri punya kedua kakak yang akan selalu melindungi Putri


kan??, baiklah ayo kembali". Kak mahesa dan kak chandra pun mengantarku


hingga di depan kamar. Aku beserta dayang pun masuk dan mengucapkan selamat


malam kepada kedua kakakku.


Setelah di dalam kamar


"Tuan putri apakah salah minum obat"."Tuan putri kenapa berani


sekali dengan kaisar"."Tuan Putri hamba takut jika tuan putri di


hukum tadi."bla bla bla ........"


"Cukup semuanya, aku lelah


dan ingin mandi. Ini sudah hampir malam dan aku belum makan. Aku lapar


sekali". "Baik tuan putri akan kami siapkan semuanya".


 


 


Setelah mandi dan makan, aku pun akan beranjak

__ADS_1


tidur. Aku masih memikirkan Apa lagi yang akan terjadi besok.


__ADS_2