
"Kakak kakak ku sudah lama
menunggu ya". Aku
keluar setelah berganti pakaian. Aku memakai gaun merah muda bermotif bunga ada
renda berwarna pink serta pita kecil di rambutku. Begitu kontras dengan rambut
emasku yang bergelombang dan mata merah keemasan milikku.
"Wah adikku cantik sekali seperti boneka kak chandra
lihatlah adik kita sangat cantik". Kak mahesa paling bersemangat, Dia akan
memelukku tapi kerah bajunya di tarik dari belakang oleh kak Chandra "
lihat sitkon ya mahesa ".Mahesa pun menoleh kiri dan kanan, ada beberapa
pelayan dan juga prajurit yang lalu lalang. Yah terlalu banyak orang.
"Ehmm,
sesama saudara tidak apa kan saling berpelukan. Lihatlah wajahnya yang imut
ini. Uh gemesnya"."Dasar tidak tau malu, ayo kak chandra" Aku
berjalan duluan di ikuti oleh ketiga dayangku di belakang dan kak chandra di
sebelahku.
"Hey, tunggu aku" mahesa pun menyusul kami dan
bersungut-sungut mengeluarkan emosinya. Kami semua pun tertawa terbahak-bahak
melihat tingkah laku Kak Mahesa.
Tidak
terasa kami berjalan cukup lama akhirnya aku meminta untuk kedua kakakku
menemaniku minum teh di Taman mawar. Salah satu taman di Istana putih. Aku pun
duduk berseberangan dengan kedua kakak ku.
Kak
chandra pun mulai berbicara "Putri Chandhini, bagaimanapun kakak akan
berusaha untuk menangkap orang yang berusaha menyakitimu"."iya
adikku, Kak Mahesa juga akan membantumu menghabisi mereka". Ku lihat kak
chandra berbisik pada Mahesa, "hati-hati
berbicara ini bukan di kamar kita harus berbicara dengan sopan, sudah berapa
kali aku peringatkan"."i iya kak, maaf aku lupa"." Pangeran
terimakasih karena ingin membantu. Adik sangat senang sekali". Aku pun
tersenyum sumringah sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.
"Pangeran, sebenarnya sejak jatuh ke danau adik
melupakan beberapa hal. Bisakah kakak ceritakan tentang istana kita dan juga
anggota keluarga kita?".
"Aaa
apa kah itu serius, bagaimana keadaanmu, bagaimana ini kak?" Kak mahesa
sangat heboh. " Diam lah adik kita melupakan beberapa hal bukan semuanya
setelah kita menceritakannya, Putri Chandini akan ingat. Kenapa Pangeran Mahesa
sangat seheboh ini?".
__ADS_1
"Maaf, aku hanya mengkhawatirkan adikku". Dia
menggaruk kepalanya dan berbicara dengan Suaranya yang kecil dan mencicit.
Hehehe sangat manis sekali. "Terimakasih Pangeran Mahesa, setelah di
ceritakan adik pasti akan mengingat kembali jangan khawatir".
" Baiklah Kakak akan memberitahumu....
Jadi.... Dan.....".
Banyak sekali yang kak Chandra
ceritakan. Dimulai dari Istana yang di bagi menjadi 2
yaitu Istana dalam dan Istana luar. Ada beberapa istana khusus juga di
peruntukkan pangeran & putri spesial. Istana dalam tentu saja di pimpin
oleh Ibunda permaisuri. Istana dalam terdiri dari 10 istana. Dan Istana luar di
pimpin Kaisar. Didalamnya ada 4 istana. Dan juga Kak Chandra mengingatkan
tentang nama nama selir dan putra putri mereka.
Tidak terasa waktu telah
menjelang malam hari. Kami pun memutuskan untuk kembali. Tentu saja kakak kakak
ku akan mengantarku.
Setelah kami menyusuri langkah kami. Aku
melihat sosok di kejauhan. Lumayan ramai, "Ahhh itu Yang Mulia Kaisar, Tuan
puteri", Dayang
kan?"
"Tentu saja Tuan putri, tapi biasanya tuan
putri...". Dayang mitra tak ingin melanjutkan. " Tapi aku melarikan
diri dan menjauh dari kaisar, iya kan" Semuanya terdiam.
"Putri jika tidak ingin bertemu ayahanda tidak apa apa,
Kak Mahesa akan menemani Putri kembali dan Kak Chandra akan menyapa
kaisar". Kak
mahesa berusaha menenangkanku, ku lihat kak chandra pun menatapku seakan
menanti jawaban. Baru kali ini kulihat keseriusan di mata Kak mahesa.
"Huh, baiklah mari kita
sapa Ayahanda kaisar. Aku kan seorang putri Permaisuri, aku harus bisa
menunjukkan sopan santun agar tidak mempermalukan Ibunda". Kak chandra mengelus
kepalaku "Adikku semakin dewasa". " Wah adikku hebat". Kak
__ADS_1
mahesa pun kembali bersemangat.
Rombongan Kaisar pun berhenti saat Aku, Kak chandra
dan Kak mahesa memberi salam. "Salam Kaisar ,Kesejahteraan berlimpah untuk
kaisar, Semoga Keagunganmu Menyertai kesejahteraan Seluruh Kekaisaran
Nusantara". "Siapa wanita jelek ini?" Baginda langsung
menunjukku.
"Yang
Jelek ini adalah Putri ke 5 Yang Mulia Kaisar Cintha Chandini. Kaisar begitu
cepat melupakan anaknya sendiri ya". Aku pun langsung menjawab pertanyaan
mengesalkan Kaisar.
"Wah, suatu keajaiban ya, Kalau dulu selain
jelek, bodoh, lemah, kau juga tidak bisa bicara. Setelah tenggelam di danau kau
ada kemajuan juga. Apa harus sering di tenggelamkan ya?".Tanya baginda dengan tatapan yang
sinis dan penuh ejekan.
"Baginda, tidak boleh
seperti itu bagaimanapun Putri ke 5 adalah anak Yang Mulia, bagaimana
kalau...". Seorang kasim yang sering berada di samping paduka tidak
berhenti bicara."Berhenti bicara Kasim, Aku ingin ke istana Permaisuri,
jangan banyak bicara lagi". Kasim itu pun menutup mulutnya dan Kaisar
bersama rombongan pun pergi.
"Wah adikku
berani sekali bicara seperti itu pada Ayahanda Kaisar. Aku sangat
ketakutan". Mahesa bicara dengan ekspresi menggigilnya. "Kenapa Putri
bicara tidak sopan kepada Yang Mulia, Kakak sangat takut terjadi sesuatu pada
Putri ? hahhh" Kak chandra mengusap kepalaku dan mendesah ringan.
" Tenang saja Putri punya kedua kakak yang akan selalu melindungi Putri
kan??, baiklah ayo kembali". Kak mahesa dan kak chandra pun mengantarku
hingga di depan kamar. Aku beserta dayang pun masuk dan mengucapkan selamat
malam kepada kedua kakakku.
Setelah di dalam kamar
"Tuan putri apakah salah minum obat"."Tuan putri kenapa berani
sekali dengan kaisar"."Tuan Putri hamba takut jika tuan putri di
hukum tadi."bla bla bla ........"
"Cukup semuanya, aku lelah
dan ingin mandi. Ini sudah hampir malam dan aku belum makan. Aku lapar
sekali". "Baik tuan putri akan kami siapkan semuanya".
Setelah mandi dan makan, aku pun akan beranjak
__ADS_1
tidur. Aku masih memikirkan Apa lagi yang akan terjadi besok.