
Kak chandra membuka sedikit dan melihat dada di balik gaunku. Dia pun mendesah lega. Dan Kak Mahesa pun terlihat lebih santai. Kemudian Mahesa pun melepaskan belati yang melingkar di leherku. Sebenarnya aku ingin melawan tadi, tapi karena ini adalah tubuh yang kecil. Jadi aku rasa perlawanan tidak akan berguna.
Aku benar-benar syok dan tiba-tiba mulai menangis, selama ini bahkan kehidupanku sebelumya tidak ada laki-laki yang pernah begitu intim seperti itu, tapi kenapa di sini kedua bocah ingusan ini malah seenaknya memegang dadaku.
Aku pun sedikit menjauh "Kakak jahat, aku benci Kakak" Aku pun langsung berlari dan tidak menoleh ke belakang lagi. Dayang Janitra kemudian menyusulku setelah dia berpamitan dengan Pangeran Chandra & Pangeran Mahesa.
Aku pun berlari dan terus berlari, hampir tidak tau jalan. Tiba-tiba "buk" Aku menabrak sesuatu yang keras, Aku pun jatuh, kemudian Aku melihat pada orang yang aku tabrak. Dia mengenakan Jubah berwarna merah yang terbuat dari kain sutera, Sepatunya pun indah terbuat dari kulit rusa. "Jangan, jangan". Air mataku pun terus keluar karena situasi semakin salah. Tidak ada cara lain aku harus memenangkan orang ini.
"Ayah......". Aku pun memeluk dia sambil menangis. "Hei, jelek siapa yang membuatmu menangis?". Kemudian dia menggendongku. Saat itu baru aku melihat beberapa Ksatria Ellite, ada Attaya juga, beberapa prajurit dan Kasim. "Kau kesasar ya sampai Ke Taman istana Luar, berapa lama kau berlari dan siapa yang membuatmu menangis?". "Ayah kak Chandra dan Kak Mahesa yang membuatku menangis". Tiba-tiba dari kejauhan Kak Chandra dan Kak Mahesa datang, dibelakang dia Dayang Janitra terengah-engah. Aku pun segera membisikkan hal yang terjadi tadi dan melaporkannya pada Ayah Kaisar.
Baru sekarang, aku bisa melihat orang lain dengan jelas karena sebelumnya aku sibuk dengan tangisanku.
Beberapa Kasim dan prajurit terlihat menundukkan kepala, sedangkan Kstaria Attaya dan lainnya mengacungkan jempolnya padaku. Hah??? Kenapa???
"Salam Kaisar, Semoga Keagunganmu menyertai Kekaisaran Nusantara". Mereka yang baru tibapun mengucapkan salam. Celaka, bisa-bisanya Aku tadi lupa mengucapkan salam. Apakah aku akan di hukum?
"Mahesa, chandra Kenapa kalian tidak melaporkan kejadian itu". "Ampun yang Mulia Kaisar, kami baru akan menyampaikan hal tersebut" Kata Chandra dengan sopan. "Kami ingin segera melakukan pengecekan takut jika itu benar adalah sihir pengubah wujud, ternyata kami salah, kami siap menerima hukuman Kaisar". Mahesa pun tak kalah sopannya sangat berbeda saat dia bersikap kepadaku.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu kalian di hukum berkeliling seluruh istana sebanyak 10 kali", Mahesa dan Chandra saling memandang dan sedikit gelisah. "Kenapa, apa kalian keberatan?". "Tidak Yang Mulia Kaisar". Saat Mahesa dan Chandra akan mengerahkan sihir mereka kaisar pun berkata. "Tidak boleh pakai sihir". Wajah mereka kelihatan pucat dan ketakutan akhirnya mereka mendesah dan berlari pergi.
10 putaran istana????
Memangnya kenapa kan istana putih kecil. Tunggu sebentar. Kaisar berkata itu seluruh istana?, apa dia benar-benar gila? Apa dia ingin membunuh anak-anaknya sendiri? Dan tanpa kekuatan sihir??? Hampir malam begini berapa lama mereka akan menyelesaikannya. Ada sedikit rasa bersalah di hatiku.
Tapi, sepertinya ada yang salah. Tunggu dulu, aku berada di gendongan Kaisar. Tadi, aku menangis seperti anak kecil dan merajuk, juga mengeluh kepada kaisar bahkan tidak memberikan salam. Celaka aku pasti di hukum. Aku melihat dayang janitra beberapa kali gelisah dan akhirnya tidak tahan untuk bicara
"Yang Mulia Kaisar ampuni hamba yang bodoh ini, jika kaisar keberatan untuk menggendong Tuan Putri biar hamba saja yang menggendongnya" Dayang janitra berlutut dengan kepala tertunduk. Lalu kaisar pun menjawab, "Tidak perlu" Lalu kami pun melangkah pergi. Dayang janitra kuberi kode untuk mengikuti dari belakang. Gila aja, masak aku bersama Kaisar dan juga antek2nya disini tanpa pendukungku sih.
Kami pun menyusuri jalan setapak dan tiba di sebuah istana yang indah. "Ini adalah istanaku Istana Zamrud". Kaisar pun memasuki ruangan istana di ikuti beberapa ksatria yang sedari tadi selalu tersenyum gembira padaku, ada pula beberapa kasim dan prajurit, tidak lupa ada dayang janitra juga. Kemudia kaisar memberikanku pada dayang janitra untuk di gendong. Tapi aku berkata "Ayah, aku mau berdiri saja, aku lelah di gendong terus". "Baiklah", Tidak lupa aku selalu menebar senyum kemana pun.
Tiba-tiba suara Kaisar membuat semuanya terdiam. "Kalian semua keluarlah, aku ingin berbicara dengan putri ku seorang diri" Saat itu semua orang keluar. Hanya tersisa aku dan sayang janitra "Kau juga Keluar" Kata Yang Mulia Kaisar. "Baik yang mulia". Dayang janitra pun keluar, dia bahkan sempat akan menoleh kebelakang tapi tidak jadi. Pintu pun di tutup.
"Ini adalah Ruang kerjaku, lumayan luas kan Putri????". "ii iiya ayah". Aku menjawab sedikit tergagap. Belum sempat aku meneruskan kata-kata dia langsung menjawabnya "Kenapa begitu takut, aku Kan Ayahmu, kemari...."
Kaisar pun menepuk kursi di sebelahnya untuk aku duduki. Tiba-tiba dia memelukku erat. Setelah itu aku mendongak dan kulihat air mata yang mengalir di pipinya.
__ADS_1
Dia mengatakan "Maafkan aku"...
"Ayah kenapa ayah menangis? ". Aku yang tidak tega kemudian menyapu rintik tangisan Ayahku.
"Ayah merasa bersalah selama ini tidak pernah memperhatikanmu, semua ini ayah lakukan karena ayah sangat takut akan banyak orang yang mencelakaimu sementara kau sangat
Lemah dan tidak memiliki keterampilan apa-apa".
"Tapi aku dengar kau bahkan mengalahkan ksatria Ellite dalam memanah, Kau juga tidak terpengaruh oleh sihir Mahesa, bahkan kau berani berbicara denganku. Sepertinya ini adalah kebangkitan untukmu jadi aku tidak perlu khawatir".
"Kebangkitan, kebangkitan apa maksudnya Ayah?".
"Dahulu saat kau lahir, Seorang penyihir yang bisa melihat masa depan pernah berkata 'Terlahir seorang putri yang diberkahi dengan sihir paling kuat. Kebangkitannya berawal dari keberanian. Keberaniannya akan mengubah dunia'."
"Jadi itu benar???". Tanya ku sekali lagi. "Iya itu benar, jadi Ayah merasa tidak perlu untuk menyembunyikan perasaan Ayah lagi, Ayah akan menjagamu dengan lebih baik dan memberikan perhatian yang selama ini tidak pernah kau dapatkan"
Ayah kaisar kemudian memelukku dengan hangat. Air mata masih menetes di pipinya tapi aku menikmati ini semua. Aku punya Ayah, ibu, dan saudara yang sangat mencintaiku disini. Dan aku punya dukungan dari mereka semua. Aku akan menjalani hidupku yang lebih hebat daripads sebelum aku bereinkarnasi.
__ADS_1
Bersambung…..