Putri Ku Anak Mu

Putri Ku Anak Mu
Akhirnya kamu terpikat


__ADS_3

Di sekolah Quinsa sedang membaca buku di perpustakaan. Dilan berjalan melewati perpus, tiba-tiba saja berhenti. “Hey! Ayo..katanya mau ke kantin, kok malah berhenti di sini?” Ucap Bima teman sekelas Dilan. “Ssstt..jangan berisik! Kamu duluan aja nanti aku menyusul!” Jawab Dilan fokus menatap Quinsa dari balik jendela perpus.


Arjuna datang sambil membawa buku dan duduk di samping Quinsa. “Lagi baca buku apa?” Tanya Arjuna. “Buku tentang Kesehatan, judul nya “Bagaimana cara hidup sehat”, kalau kamu mau baca buku apa?” Quinsa berbalik bertanya.


“Cuma baca Novel, kisahnya bagus tentang Anak yang tertukar!” Jawab Arjuna. “Ternyata kamu suka baca Novel ya, kalau aku sih nggak begitu suka, pusing kalau baca kisah hidup orang lain! Karena hidup ku aja sudah seperti Novel! Panjang....nggak tahu ujungnya, hehehe!” Ungkap Quinsa.


Dilan iri melihat ke akraban Arjuna dengan Quinsa. “Mau baca atau mau pacaran sih!” Ucap sinis Dilan.


“Sssssttt...jangan ngobrol! Ini perpus bukan cafe!” Ucap Dilan  yang mendadak duduk di hadapan Quinsa sambil berpura-pura membaca buku. Ini pertama kalinya Dilan masuk perpus.


Arjuna dan Quinsa saling berpandangan, lalu menahan tawa. “Hihihi..!” Quinsa tak mampu menahan tawa.


Dilan merasa kalau mereka berdua sedang menertawakannya. “Hey, kenapa kalian? Ngetawain aku Ya!” Ucap Dilan.


“Maaf...Kamu orang pertama yang bisa baca buku dengan terbalik, hehehe!” Jawab Quinsa menahan tawanya lagi.


Wajah Dilan memerah,  melihat begitu cantiknya Quinsa ketika di lihat dari dekat, tawanya, senyumnya, membuat Dilan terpana.


Dilan menelan ludah, menahan gejolak hati. “Maksud kamu apa?” Tanya Dilan tak mengerti.


“Maksudnya...Ini! Buku mu terbalik!” Jawab Arjuna sambil membalikkan buku yang di pegang Dilan.


Dilan baru sadar kalau dia membaca buku terbalik. “Eh..Oh! Ini maksudnya, hehehe..jadi malu!” Ucap Dilan tersipu malu.

__ADS_1


“Aduh..aku nggak kuat! Aku ke luar dulu!” Ucap Quinsa berlari keluar lalu..”Hahaha..Hahaha..aduh! Lucu banget!” ternyata Quinsa keluar perpus hanya ingin tertawa  lepas.


“Ya ampun, aku kira kamu mau apa! Nggak tahu nya, pingin ketawa! Quinsa..Quinsa!” Ucap Arjuna yang ikut menyusul Quinsa keluar perpus.


“Aku Dilan! Anak 7D!” Dilan tiba-tiba memperkenalkan dirinya pada Quinsa sambil mengulurkan tangannya.


Bukannya Quinsa yang menyambut uluran tangan Dilan, malah Arjuna yang menjabat tangan Dilan. “Aku Arjuna, dan dia Quinsa!” Jawab Arjuna.


Raut wajah Dilan terlihat kesal, lalu dia melepaskan jabat tangan Arjuna dengan menghempaskannya. “Gue nggak ngajak ngobrol elo, main serobot aja! Emang elu juru bicaranya!” Ucap Dilan emosi.


“Hey.. santai dong! Nggak usah marah-marah! Sini...aku Quinsa!” Jawab Quinsa menengahi mereka, sembari mengambil tangan Dilan lalu menjabat tangannya.


“Ah! Nggak usah..aku sudah tahu namamu! Nggak usah berkenalanan lagi!” Ucap Dilan menghempaskan tangan Quinsa. Dilan lalu berbalik pergi dengan perasaan kesal, merasa sudah gagal di perkenalan pertamanya dengan Quinsa.


“Yeeeyy! Kenapa lagi tuh orang! Tadi ngajak kenalan, sekarang di jawab malah di abaikan!” Quinsa merasa aneh dengan sikap Dilan. Arjuna hanya menatap Dilan yang berjalan menjauhi mereka.


“Nah...itu Dilan!” Ucap Bima senang melihat Dilan akhirnya datang ke kantin menyusulnya.


“Woy friend! Kenalin nih gitaris baru kita, Dilan!” Ucap Bima memperkenalkan Dilan pada grup band nya. “Hai..gue Jaka drum, dan Ini Evan orgen!” Kata mereka memperkenalkan diri. “Dan gue, Bima bass!” Ucap Bima.


“Gue Dilan, Terima kasih dah ngajak gue bergabung di grup band kalian.” Jawab Dilan.


“Dan satu hal lagi yang spesial, Dilan selain jago main gitar, suaranya juga keren! Pokoknya mantul abis dah!” Ucap Bima merasa senang Dilan bisa masuk ke grup band mereka.

__ADS_1


Siswi -siswi yang berada dalam kantin juga mulai memperhatikan Dilan. Dan dengan cepat kabar tersebar luas, kalau band sekolah punya Vokalis baru yang ganteng dan keren.


Kabar itu pun sampai ketelinga Arjuna. “Quin..Kamu tahu nggak?” Tanya Arjuna berbisik. “Tahu apaan?” Quinsa menjawab. “Grup band yang kita maksud waktu itu, katanya sih sudah punya Vokalis baru!” Ucap Arjuna.


Kebetulan hari ini grup band sekolah sedang latihan di ruang seni, mereka mencoba kolaborasi  mereka dengan personil baru, yaitu Dilan.


“One, two, three, let's go!” Ucap Bima memberikan komando untuk memulai aksi mereka. Jaka mulai menabuh drumnya. Para siswi yang sejak tadi sudah menantikan aksi mereka, langsung bersorak sorai.


Quinsa dan Arjuna berlarian menuju ruang seni. “Wah...kita ketinggalan Quin! Tempat nya sudah penuh!” Ucap Arjuna yang tak bisa masuk, karena pintu ruang seni penuh dengan anak perempuan yang ingin menonton latihan band ini.


“Aaahhh.. pasti bisa! Aku akan coba masuk!” Jawab Quinsa yang nekad masuk di tengah kerumunan.


“Permisi...Permisi! Aduh.. maaf! Permisi ...!” Ucap Quinsa merangsek ke dalam himpitan para siswi yang menonton sampai loncat berjingkrak-jingkrak.


Sebentar lagi Quinsa sampai di barisan paling depan, namun himpitan orang-orang ini semakin merapat. Quinsa berusaha keluar dari kerumunan menuju area terdepan. Tiba-tiba tubuh mungil Quinsa terdorong, terhempas sampai terjatuh. “Aduh ...!” teriak Quinsa tersungkur tepat di bawah kaki Dilan.


Dilan tersenyum dengan manis, lalu mengulurkan tangannya membantu Quinsa berdiri.”Kamu nggak apa-apa?” Tanya Dilan pada Quinsa.


Quinsa mengakat wajahnya, dan terkejut. “Kamu...? Dilan!” Ucap Quinsa tak menyangka kalau personil baru yang dia dengar adalah Dilan.


Dilan lalu melanjutkan menyanyi sambil memandangi, dan tersenyum pada Quinsa.


Arjuna akhirnya bisa masuk ke dalam, terkejut ternyata vokalis band ini adalah Dilan . Lalu Arjuna melihat pandangan mata Dilan menatap mesra pada Quinsa.

__ADS_1


Saat itu Quinsa pun terbawa suasana, dan membalas senyuman Dilan, sambil ikut bergoyang terhanyut alunan lagu yang di mainkan grup band ini.


Akhirnya Dilan merasa sudah berhasil memikat hati Quinsa.


__ADS_2