
Quinsa menyembunyikan wajahnya, di pojokan belakang gedung sekolah. Arjuna menghampiri Quinsa.
“Quin, kamu nggak apa-apa?” Tanya Arjuna lembut sambil menyentuh bahu Quinsa.
Quinsa membalikkan badan, sambil menangis dia berkata, “Aku tahu mengapa Dilan bersikap seperti itu padaku Juna, dia...dia malu! teman-temannya saja langsung pergi sambil menutup hidung ketika aku datang! Apakah aku se bau itu Juna? Apakah aku menjijikkan?” Air mata Quinsa mengalir deras tak tertahankan.
Arjuna tak tega melihat Quinsa begitu terluka dengan sikap Dilan dan perlakuan teman-temannya.
Arjuna kemudian memeluk Quinsa erat. “Kamu tidak bau Quinsa, Kamu cantik, pintar, dan suaramu sangat bagus! Sedikit pun aku tidak jijik pada mu, sekarang saja aku memeluk mu! Jadi jangan berpikiran buruk seperti itu pada dirimu sendiri!” Ucap Arjuna menenangkan Quinsa.
Tangisan Quinsa makin pecah, “Cuma kamu yang mengerti aku dan mau bersahabat dengan ku, Cuma kamu Juna!” Quinsa membalas pelukan Arjuna, dengan mendekap erat tubuh Juna.
Aksi berpelukan Quinsa di belakang gedung sekolah ternyata di ketahui oleh Salsa. “Gila...dia mojok di sini! Wah kalau aku share foto ini ke grup sekolah bakalan rame, dan Quinsa bisa di keluarkan dari sekolah!” pikir Salsa.
Salsa tidak tahu dengan siapa Quinsa berpelukan, segera Salsa berpaling pergi, ingin melaporkan hal ini pada Diana.
Arjuna lalu melepaskan pelukannya, dan mengusap air mata Quinsa.
“Sudah, jangan sedih lagi ya! Nanti pulang sekolah, kamu jadikan latihan di rumahku?” Tanya Arjuna sedangkan Quinsa masih merangkul dan bersandar di dada Arjuna.
“Iya... Jadi, Aku latihan di rumah mu aja, nggak usah ajak Dilan!” Jawab Quinsa manja menatap mata Arjuna.
Arjuna juga menatap Quinsa, tangan Arjuna dengan lembut membelai rambut Quinsa yang keriting itu.
“Aku sayang kamu Quin!” Ucap Arjuna. Quinsa kaget dan tersadar.
“Mmmm...sebaiknya kita kembali ke kelas!” Ucap Quinsa melangkah melewati Arjuna.
“Tunggu Quin!” Arjuna berbalik dan menahan tangan Quinsa.
“Kenapa? Apa kamu marah?” Tanya Arjuna nampak sedih.
Quinsa menoleh dan menatap Arjuna. Wajah Quinsa nampak memerah karena malu.
“Mmm...nggak..aku...aku Cuma...!” Belum selesai Quinsa menjawab. Arjuna menarik tangan Quinsa , sehingga Quinsa jatuh dalam pelukan Arjuna.
Tak mau membuang kesempatan, Arjuna langsung mencium bibir Quinsa dengan lembut.
“JUNA....!” Teriak Diana, dan Salsa sudah merekam adegan ciuman Arjuna.
__ADS_1
“Dasar cowok bodoh! Apa sih bagus nya Quinsa! Kenapa kamu malah memilih dia, daripada aku!” Ucap Diana kecewa.
Arjuna lalu menarik Quinsa untuk berdiri di belakangnya.
“Apa urusan kamu! Aku bukan pacar mu!” Jawab Arjuna.
“Tapi ini akan jadi urusan kita semua Juna, kalau sampai Video ini tersebar di grup sekolah, hahaha...!” Kata Salsa.
Arjuna dan Quinsa tertegun, “Video apa?” Tanya Quinsa.
“Video aksi gatel kamu, nyium Juna!” Jawab Diana sinis.
“Bukan dia yang duluan, tapi aku yang menciumnya! Jadi, salahkan aja aku!” Ucap Arjuna.
Salsa dan Diana saling berpandangan, mereka sudah menyusun rencana.
“Diam kamu Juna! Sekarang kamu harus mau jadi pacar aku, kalau mau menyelamatkan nama baik Quinsa! Atau...dia tidak akan pernah bisa ikut lomba menyanyi, bahkan Quinsa bisa saja langsung di keluarkan dari sekolah ini!” Kata Diana mengancam Arjuna.
“Aku tinggal klik tombol kirim, maka Video ini akan tersebar dengan sangat cepat, bagaimana Juna?” Ancam Salsa.
Quinsa maju ke depa. Arjuna, “Jangan...jangan lakukan itu! Aku mohon, tolong hapus video nya, aku akan lakukan apa aja, asal kalian menghapus video itu!” Ucap Quinsa memelas.
Arjuna nampak bingung harus bagaimana.
"Apa-apaan sih! Kamu pikir aku mau jadi pacar mu! Cuih..melihat muka mu aja aku sudah mual!" Kata Arjuan begitu benci dengan Diana.
"Sssttt..Juna, jangan bilang begitu!" Ucap Quinsa mencoba menenangkan Arjuna.
"Oke aku kasih kamu waktu Arjuna, dua hari dari sekarang, kamu tahu kan beberapa hari lagi, Quinsa akan mewakili sekolah kita untuk lomba menyanyi di acara Televisi ternama! Kamu akan menyesal kalau sampai menolak tawaranku!" Diana dan Salsa lalu pergi sambil tertawa puas sudah memergoki mereka berdua.
Arjuna terlihat sangat kesal dengan tingkah Diana juga Salsa. "Kalau laki, dah aku ajak berkelahi kalian!" Teriak Arjuna pada Diana dan Salsa.
Quinsa sampai lemas duduk berjongkok. "Aduh bagaimana ini! semuanya bisa berantakan kalau Salsa dan Diana menshare Video itu!" Quinsa menangis sambil menutupi wajahnya.
Arjuna panik, " Tenang Quin, aku pasti bisa menghapus Video itu! kamu jangan khawatir!" Bujuk Arjuna.
"Ini semua gara-gara kamu, Juna! kalau aja kamu tidak mencium ku tadi! dia nggak akan bisa mengancam kita seperti ini!" Ucap Quinsa kesal, berdiri dan memukuli tubuh Arjuna.
"Aduh..aduh..iya maaf..maaf Quin!" Ucap Arjuna sambil menahan diri dari pukulan Quinsa yang marah.
__ADS_1
Quinsa berhenti memukul sambil terus menangis. Arjuna lalu kembali memeluk Quinsa, "Maafin aku ya, aku yang salah!" Ucap Arjuna.
Lalu Quinsa mendorong keras tubuh Arjuna. "Pergi...jangan dekati aku lagi! aku benci sama kamu Juna! aku benci!" Ungkap Quinsa, sembari mundur dan berbalik pergi.
Arjuna terdiam sedih melihat Quinsa pergi.
Diana dan Salsa tertawa puas di dalam kelas, "Hei..bahagia amat Na, kalian lihat apa sih!" Kata teman sekelasnya.
"iiihh..kepo, nggak usah tahu lah ya!" Jawab Salsa.
"Sorry...belum waktunya kalian tahu!" Jawab Diana.
Quinsa masuk ke kelas. "Hai..itu mata kenapa..abis nangis yaaaa, Hahaha!" ledek Diana.
Quinsa duduk diam di tempatnya. "Rasain, sekarang dia benar-benar nggak bisa berkutik!" Pikir Diana.
Tak lama Arjuna juga ikut masuk ke kelas. "Sini kamu!" Arjuna menarik tangan Diana.
"Cie ...cie...!" Suasana kelas jadi ramai melihat aksi Arjuna menggandeng Diana.
"Woy..mau di bawa kemana temenku!" Teriak Salsa.
Quinsa hanya diam memandangi Arjuna keluar kelas bersama Diana.
Arjuna lalu menyeret Diana ke kamar mandi Laki-laki yang sepi.
Diana dihempaskan ke dinding, "Apa mau mu Juna! kenapa aku di bawa kemari?" Diana berbicara sampai gemetaran.
"Hapus Video itu!" Ucap Arjuna marah sampai memukul dinding tepat di sebelah wajah Diana.
"Nyatakan dulu cinta mu padaku, di depan kelas, baru aku akan menghapus video itu!" Jawab Diana memberi syarat.
Arjuna mengambil nafas panjang, berpikir sejenak.
"Kenapa nggak sanggup? oke aku tinggal menshare video ini, dan aku sudah tidak punya urusan lagi dengan mu Juna!" Diana baru mau melangkah pergi.
Arjuna segera menarik tangan Diana.
"Tunggu!" Arjuna menghentikan Diana.
__ADS_1
"Kamu janji ya, setelah aku menyatakan cinta di depan kelas, kamu akan menghapus videonya! Janji?" Arjuna menatap mata Diana dengan serius.
Diana tersenyum, "Aku janji!" Jawab nya.