
happy reading📖 guys👸
.
.
.
.
.
Hanya perlu beberapa menit saja tugas sekolah mereka pun telah selesai jam menunjukkan pukul 16.45 wib,mereka pun masih betah berlama lama di rumah rian
"ciee ciee kita lesbi" ledek aksa ke pada rian
sedangkan green tampak ingin meledek rian juga dia sudah membuka mulutnya tetapi mulutnya di tutup lagi karana melihat elin sudah berdiri di ambang pintu
"woi kambing lo mau ngomong apaan mangap mangap gitu?kek ikan hias dalam akuarim aja?" Tanya bintang penasaran lalu mengikuti arah pandang green
"eh bunda,dari mana aja bun kok baru pulang?" ucap bintang cengengesan
"biasa Dari butik,anak anak bunda lagi bahas apa ni kayak nya seru banget?" Tanya elin setelah mendudukkan bokongnya ke sofa
"biasa tan melepas penat dengan bercanda" jawab bintang
"bun kita pulang dulu ya udah mau sore,aksa juga mau jemput mama di bandara" pamit aksa ke pada elin
"gak nginep di sini aja" tawar elin
"lain kali aja bun,kita pamit pulang dulu ya bun salam buat ayah" pamit mereka lalu menyalami elin secara bergantian
"ya udah hati hati ya pulang nya jangan ngebut bawa mobil nya" peringat elin.
"green kamu nginep sama Bunda ya?" pinta elin
"iya bun tapi green izin dulu sama momy" jawab green dengan nada lembut
"bener ya green,biar Bunda aja yang ngizinin kamu sama momy Sri, sayang kalo mau mandi baju gantinya udah Bunda taroh di lemari" ucap elin senang lalu menelpon Sri
" makasih ya bun"ucap green lalu memeluk elin
"apa si yang engga buat Putri Bunda" jawab nya sambil membalas pelukan green
"green ke dapur dulu ya bun, mau minum bunda mau di buatin apa?"
"gak usah sayang kamu panggil bi sumi aja Kalo mau apa apa"
"gak papa kok bun green bisa sendiri kok" jawab green sambil berjalan menuju dapur
"bang" panggil elin ke pada rian
__ADS_1
"kenapa bun?
" bunda mohon ya sama Abang jaga green buat bunda,dia udah bunda anggap putri bunda sendiri bunda kepengannya suatu saat nanti green bakal jadi istri abang.bunda percaya Abang bakal jaga green buat bunda"ucap elin kemudian memeluk putranya itu
"iya bun bakal Abang usahain sekuat tenaga buat jaga Putri bunda"
PRAAANNG
suara pecahan gelas terdengar Dari arah dapur
"AAAA SAKITT JANGAN DI CABUTT"
terdengar suara teriakan green yang membuat Rian Dan elin berlari ke dapur dengan tergopoh gopoh.
*****
tidak ada angin laut,ingin malam,angin sore,angin daratan tiba tiba kaki green terasa terangkat membuat si empu terperanjat.
benar saja seseorang telah menarik Dan meletakkan kaki green di atas pangkuannya
"Dasar ceroboh,kaki lo jadi robek kan? lo liat kan seberapa khawatir nya bunda sama lo?" rian memandang green dengan tatapan dingin namun tersirat wajah khawatir
"Kalo lo mau mati mudah biar gue aja yang dorong lo Dari atas balkon" ucap rian dingin
"ya ampun, demi kecantikan gue yang melagenda bahkan udah di akuin planet mars tak akan perna luntur walau di jemur segitu nya elo ke gue" ucap green sambil mengelus Dada.
cowo berkaos oblong itu tampak tenang tanpa mengindahkan kata kata green
"tukan darah nya keluar lagi" ucap rian sambil membalut luka green dengan perban.
tangan rian berhenti melingkarkan perban di kaki green hanya karana mendengar kata kata sederhana yang di lontar kan green, ya kata kata sederhana namun langsung menjalar ke hati tanpa permisi (eaa).
"kenapa? gue salah ngomong?" Tanya green menyadari perubahan pergerakan cowo tampan di hadapannya itu.
rian menggeleng masa iya dia harus jujur dengan apa yang di rasakan hatinya kan bisa gawat.
"gue pengen tidur lo keluar gih" usir green kepada rian
"iya tidur gih" ucap rian sambil mengacak acak rambut green
"ternyata gue berbakat juga dalam hal ini yakin dah gue bisa jadi aktor drama masa depan, luka kecil kek gini gak ada apa apanya buat gue" gumam Green sepeninggal rian
Â
***
"woi ratu tidur bangun woi bangun bushet dah ni anak kek kebo" teriak Rian di telinga green.
"Apa si lu teriak teriak gue gak budek ya"
"lu cepetan ganti baju kita makan di luar bunda sama ayah lagi pergi bi sumi udah pulang jadi gak ada yang masak" jelas rian yang di oh riahkan oleh green
__ADS_1
30 menit kemudian green turun dengan rok Levis selutut, baju kaos polos, sneaker hitam Dan tas selempang kecil tidak lupa make up tipis.
"yuk jalan gue udah laper Dari tadi siang Belum makan"
tanpa menghiraukan perkataan green dengan santai nya rian membuka pintu mobil sport hitamnya.
BRUKK
"aw!pelan pelan dong sakit tau" seru green kesal saat tubuhnya di dorong tiba tiba oleh rian.
dengan wajah cemberut green menatap jendela Mobil yang tengah menampilkan gedung gedung pencakar langit Dan kendaraan yang berlalu lalang.
"kita beli es krim dulu ya" ucap green
"hmm"
beberapa menit kemudian kedua nya pun sampai di sebuah kedai es krim
"lo mau es krim rasa apa biar gue pesenin?" Tanya rian
"gue aja yang pesen es krim nya lo duduk di sini aja oke"
rian terkekeh geli melihat tingkah green
"buruan mau pesen rasa apa keburu abis es krim nya" Tanya green tidak sabaran
rian tersenyum tipis"rasa vanilla aja"
"okee" seru green dengan semangat 45
"permisi" sapa green kepada penjual es krim ITU
"iya kenapa de?"
"saya mau pesen es krim rasa vanilla satu rasa cokat dengan toping nya di kasih banyak satu ya mbak"
"baik lah tunggu sebentar"
"okee"
"dek itu mas ganteng pacar nya?" celetuk wanita itu dengan dagu yang di arah kan kepada rian
"yang mana mbak?"
"ituuuuu....." tunjuknya
"bukan kok mbak Kalo mbak mau ambil aja"
"bener de" Tanya nya antusias
"tapi boongg" jawab green sambil berlari kecil membawa es krim nya
__ADS_1
*BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE
.