Queen Of The Mafia Girls

Queen Of The Mafia Girls
BAB 41


__ADS_3

BUDAYAKAN LIKE KOMEN DAN VOTE SETELAH MEMBACA🙃


SENYUM DULU BREE BIAR RILEKS🤣


HAPPY READING📖 GUYS🥺


.


.


.


.


.


Pria paruh baya dengan setelah formal yang melekat pada dirinya duduk di kursi kebesarannya dengan tangan yang sibuk menari mati di atas kaybord laptop berlogo apel gigit itu.


Tak lama kemudian tersengar ketukan pintu dari luar ruangannya.


"Masuk" printahnya dari dalam


Cklett!!


Pintu terbuka menampakkan wanita setangah abat namun masih terlihat sehat walafiat.


"Ibu" ucapnya lalu memeluk wanita tua itu dengan erat


"Hey lepaskan kau bisa membunuhku"


"Maaf kan aku bu,ibu kapan tiba kenapa tidak mengabari aku" Tanya Yudi sambil menuntun ibunya itu untuk duduk ke sofa di dekat jendela.


"Dua jam yang lalu,kau pasti tau aku kemari ingin bertemu dengan wanita yang kau pilihkan untuk mendampingi cucuku" sergaknya sambil memandang Yudi dengan penuh selidik


"Kau tenang saja bu aku Dan elin pastikan kau akan menyukai gadis yang kami pilihkan untuk rian"


"Yaya terserah dirimu saja tapi jika aku tidak menyukai gadis itu maka batalkan perjodohan ini" ancamnya sambil berdiri.


"Iya ibu tenang saja nanti malam kau akan terpesona dengan kecantikan fisik Dan hati gadis pilihan kami" jawab edi sambil tersenyum


Sedangakan di tempat lain

__ADS_1


Ketiga gadis bak jelmaan Dewi furtuna itu sedang menikmati makana khas itali di salah satu restaurant ternama di kota itu dengan di temani ketiga pria kembaran oppa oppa Korea.


Karana setelah berbelanja dengan rian green menelpon kedua sahabat bucinnya dengan dia kekasihnya itu.


"Sayang!" Teriak Rebecca yang membuat keenam remaja itu" berdecih


"Ni maklampir ngapain juga ke sini bikin bad mood aja" ucap aksa


"Sayang?siapa yang di panggil sayang sama tu boneka santet" ujar Bintang dengan sadis


"Kamu lagi makan apa yang" Tanya Rebecca sambil duduk di antara green Dan rian


"Lo buta gak bisa liat gue lagi makan apa!" Jawab rian ketus


"Hahaha kasian de lo di cuekin emang enak" ejek Alisa


"Kenapa si semenjak ada ni cewe jelek kamu berubah jadi dingin banget" rengek Rebecca dengan suara sok imut


"Hello maklampir kita jelek aja lo iri apalagi kalo kita glowing shining shimiring splindid apa gak gila lo" sergak Nur dengan senyum sinis.


"Hala cantik karana make up aja belagu banget" jawab Rozita teman rebecca dengan suara naik satu oktaf


"Wajar dong kita cantik karana make up,emang lo pikir fungsi make up buat apa? Merias tompeng?" Timpal alisa karana rozita memojokkan Nur


"Mending kita biawak Dari pada lo cabe lampu lalu lintas" bela Nur


"Liat orang pintar di bilang sotoy,orang cantik di bilang oplas kalo gak Ratu make up,orang kaya lu bilang melihara tuyul,emang kalo orang kalo udah dengkinya udah masuk ke rongga pernapasan susah ngilanginnya" ucap green sambil menjauhkan Rebecca yang bersandar ke lengan rian


"Dan perlu lo ketahui Dan ingat lo jangan deket deket sama rian karana dia TUNANGAN GUE" sambung green dengan menekan kata tunangan.


"Haha lo halu rian engga mungkin mau sama cewe yang engga sempurna kek lo" tunjuk Rebecca ke wajah green


"Karana green gue hampir lupa kalau dia emang engga sempurna bahkan jauh Dari kata sempurna, tapi bagi gue semuanya terasa lengkap dan sempurna jika sedang bersama dia" rian membelai pipi green dengan senyum lembut si wajahnya.


"Kalian engga usah drama gue tau ini semua engga bener"


"Hahaha drama lo bilang, green emang tunangan gue Dan lo lebih baik pulang beresin barang barang lo karana besok lo harus ikut dady sugar lo itu ke jepang,cewe yang rela jual keperawananya cuman untuk mengikuti perkembangan dunia kek lo gak pantas ada di antara kita" jawab rian panjang lebar dengan sangat merendahkan Rebecca.


"Engga itu engga bener cewe ini pasti udah mempengaruhi pikiran kamu" sela rebbeca dengan memandang Green penuh emosi


"Lo gak usah ngeles gue udah tau semuanya Dan lo mending pergi Dari hadapan gue,gue jijik liat cewe seharga goceng kek lo"

__ADS_1


"Sayang kamu udah dong ngehina aku terus,kamu tau kan dady aku pengusaha ternama mana mungkin aku jual diri" bela rebecca dengan


PD nya


"Lo amnesia?OK gue ingetin ke lo kalo dady lo itu bayu Alexander udah bangkrut Dan seluruh perusahaan,club,rumah makan milik mommy lo juga udah di sita sama pihak pusat Dan lo gak mau nerima kenyataan kalo lo bukan siapa siapa lagi maka dari itu lo jual diri sama Om om" ucap rian dengan senyum remeh


"Ini semua gara gara lo" teriaknya lalu pergi dengan berlinang air mata


Setelah perdebatan itu mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing.


Saat tiba di mension megahnya green langsung pergi kekamarnya lalu merebahkan diri,tiba tiba pintu kamar green di ketuk momy sri dengan terpaksa green kembali beranjak membuka pintu.


"Selamat sore Putri momy yang cetar membahana tiada Tara yang akan selalu membuat momy bangga" ucap Sri dengan senyum penuh arti


"Gak usah gombal bilang aja momy mau apa Dari green" sela green karana Sudah tau tabiat momy nya itu


"Ya ampun anak momy peka bingit deh"


"Momy gak usah bertele tele green cape pengen istirahat"


"Iya momy keintinya nanti malam kita pergi makan malam ke rumah bunda elin kamu pakek kebaya ini ya" ucap sri sambil memberikan kebaya modern ketangan green


"Is dah cuman makan malam doang kenapa mesti pakek kebaya segala si" gumam green yang masih di dengar Sri


"Sayang nenek rian jauh jauh Dari Australia ke Jakarta cuman buat ketemu kamu masa kamu tampil nya pakek kaos oblong,ya udah pokoknya kamu pakek ini momy tunggu di bawa jam 8 OK"


Pukul 08.00 wib green Sudah siap dengan kebaya modern berwarna merah mudah dengan huruf v di bagian dadanya,rambut di sanggul rapi dengan mutiara kecil di kepala nya yang semakin menambah kecantikannya.


"Sayang yuk berangakat yucca udah di bawa nunggu kamu" ajak Sri


"Iya ayo mom,yucca emang green yang ajak tadinya Si mau ngajak edi sama diki tapi mereka gak bisa ikut momy tau lah kenapa" jelas green yang di angguki Sri


Saat tiba di kediaman atmaja green menarik nafas lalu berjalan pelan dengan anggun yang di gandeng yucca Dari samping.


"Abang lihat tu green cantik kan?emang bunda engga salah pilih melih green jadi pendamping abang,abang cemburu green di gandeng yucca?" Bunda elin menyenggo lengan rian yang kelihatan menahan kesal


"Biasa aja kok bun,yucca kalah talak kegantengan abang''jawab rian sebal.


" hahaha iya gantenagan anak Bujang Bunda"


Keluarga itu pun berbicara dengan di iringi canda sambil menunggu nenek rian turun

__ADS_1


Jika semua orang sedang tertawa berbanding balik dengan rian yang kesal karana ke akrapan green Dan yucca


BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE🥳🥳


__ADS_2