Rache Waffe

Rache Waffe
05. Oh, Siapa Dia?!


__ADS_3

Lambang singa putih yang terlihat di salah satu perisai seorang prajurit, dan pria dengan helai rambut berwarna perak yang memantulkan cahaya bulan purnama di malam hari. Rombongan itu terlihat menjauh menuju arah pintu masuk Desa yang berhubungan langsung dengan wilayah perbatasan milik tuan tanah Vema.


Pada saat itu, gadis muda itu nampak menyadari sesuatu. Dia sedikit mengerutkan alisnya dan kemudian menatap ke arah Barrier yang begitu kuat. Lapisan Barrier perak dan aura yang ditinggalkan mengandung teror mendalam. Ini adalah spesialisasi dari karakteristik milik tokoh utama kedua, Second Male Lead dari cerita ini, baik itu untuk Helena maupun Lady Retam. Duke muda yang memiliki darah kekaisaran di dalam tubuhnya, Dylan Windstorm!


“ Plot dimulai secepat ini? Apakah Lady merah dari Retam itu sudah menjadi tawanan Istana?” Gumamnya pelan.


Dia masih mendukung rekannya, yang berambut pirang untuk tetap berdiri. Ada emosi dalam dan kesedihan yang terpancar di mata birunya, sebuah perasaan yang juga ia rasakan meski itu hanya sebentar. Kehangatan tempat ini, ekspresi dari pemilik restauran yang ramah, dan pria tua pemilik toko batu Dungeon, yang memberikan seluruh karakteristik batu Dungeon dan menaikkan dirinya ke tingkat V, dalam domain Ungu.


Pada malam itu, dia tidak hanya kehilangan sosok kakak yang sangat baik dalam Jewelry, tetapi ia juga kehilangan tempat ternyaman baginya. Desa pemburu yang dihabisi tepat setelah dia menginjakkan kaki di tempat ini selama satu hari. Dia tidak tahu bagaimana kenangan tiga pria di sampingnya, tetapi itu harus cukup dalam. Sebuah kenangan yang akan membekas dan menyulut benih balas dendam.


***


Beberapa saat yang lalu, di dalam Dungeon, inti Dungeon.


Barrier benar-benar tidak bisa dihapus! Bahkan dengan cara apapun dan perlakuan serta usaha yang dilakukan oleh Rache dari luar barrier dan Edwin dari dalam barrier. Rache perlahan menatap ke arah belati seharga 50 perak yang dibelinya di pedagang paruh baya. Dia berasal dari klan Dwarf dan merupakan seorang pandai besi langganan Edwin dan Tyron. Itu memiliki kualitas terbaik!


Tetapi hal tersebut tetap saja. Bagi seorang pemula yang bahkan baru memulai perjalanan pertamanya memasuki Dungeon, dan harus menghadapi Monarch dengan tingkatan III sebagai lawannya, ini bukanlah hal yang bisa ditahan oleh belati malang tersebut. Keduanya bahkan tumpul dan hanya menyisakan sebilah kecil yang tersisa.


Saat itulah, dia perlahan menoleh ke arah Hutson yang memiliki wajah pucat dan semakin pucat seiring waktu. Dia teringat akan pesan Edwin untuk membawa Hutson keluar apabila mereka belum keluar dan segera dapatkan pertolongan. Tetapi sepertinya itu percuma, karna bahkan mereka melupakan bahwa pintu masuk ditutupi oleh semacam pintu tak kasat mata.


Tidak ada jalan lain. Satu-satunya harapan disini hanyalah Edwin! Dan dia tidak tahu kapan atau persisnya Edwin akan keluar dari tempat itu. Dia setidaknya tidak terlalu khawatir karna mengetahui ringkasan singkat dimana Edwin bisa mengalahkan para Monarch dan menjadi raja yang sudah banyak membunuh monster, menenggelamkan Dungeon, dan hidup dalam benua kematian. Jadi, dia menunggu dengan sabar sembari berusaha untuk menjaga agar Hutson tidak menutup matanya.


“ berhentilah Rache! Kau bisa mati kalau terus mencoba menembus barrier itu!” peringat Hutson padaku.

__ADS_1


Rache, gadis itu hanya menoleh dan kemudian tersenyum lembut. Seolah-olah itu adalah hal mudah baginya dan ia yakin ia akan berhasil. Padahal di dalam hatinya, dia sedikit putus asa.


Saat itu, ia menatap pada lantai besi dengan ukiran aneh, serta bahasa yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Dia memang diwarisi ingatan oleh pemilik tubuh asli dan pengetahuan bahasa yang digunakan sehari-hari. Tetapi, tulisan di atas lantai besi ini, dipenuhi dengan bahasa berbeda. Dia sama sekali tidak tahu apapun tentang tulisan yang hampir mirip dengan simbol ini.


Dari dalam Barrier, suara mendesign seperti kapak yang menabrak logam besi terdengar keras. Itu berulang-ulang dan memberikan suara patahan dan retakan. Seperti kaca pecah, barrier yang menutupi Edwin, Tyron, dan Miss Jewelry terbuka! Saat itu, Miss Jewelry terlihat jatuh di atas lantai besi, dengan luka yang cukup parah dan dia kehilangan separuh lengannya.


Tyron dan Edwin memiliki luka-luka tetapi mereka hanya mampu menyelesaikan para prajurit orc, bukan sang penguasa.


“ Rache, tolong bawa Elry menjauh!” perintah Edwin.


Aku mengangguk dan segera mengangkat tubuh Miss Jewelry, dia sangat ringan seolah aku membawa kapas. Dan saat itu, pancaran merah keluar dari sang Monarch Orc. Itu sedikit melukai perisai Tyron hingga pecah dan membuatnya mengalami luka yang serius. Dan Edwin yang juga memiliki beberapa luka serius di tubuhnya, harus melawan Monarch Orc seorang diri. Pada saat itu, seolah tubuhnya bergerak sendiri, Rache segera menarik tubuh Tyron bersama dengan Miss Jewelry menjauh. Ledakan terjadi saat itu, dan sedikit membuat mereka terpental agak jauh dari inti Dungeon.


Raja Monarch masih mengamuk di belakang, dan Rache yang terlempar lebih jauh dari yang lainnya keluar dari barrier terluar ruangan inti Dungeon, merasa bahwa kepalanya membentur sesuatu yang keras. Darah mengalir di pelipisnya dan dia menatap ke arah tubuh Miss Jewelry yang terpisah-pisah menjadi beberapa bagian. Selain dia, Miss Jewelry juga melewati barrier dari ruangan inti Dungeon. Tetapi, karna pembelokan mana, tubuhnya tidak bisa menahannya dan saat melewati Barrier, itu hancur.


Perutnya terasa sakit dan dia merasa ingin muntah. Tetapi, dia tidak bisa melakukannya sekarang. Tyron, Edwin, dan Hutson masih berada di balik pintu ini. Perlahan Rache berusaha bangkit, pandangannya tak sengaja melihat botol kecil dengan cairan berwarna ungu di dalamnya. Ada pola aneh berwarna Aquamarine dari domain batu Dungeon biru dan itu tepat di bawah botol kecil ini.


Dia harus berani mengambil resiko. Meski resiko tersebut berbahaya bagi dirinya, akan dia lakukan. Dia hanya memikirkan satu kemungkinan dan tidak memikirkan kemungkinan lainnya. Perlahan, cairan ungu memasuki tenggorokannya dan memberikan perasaan menekan dan mendalam di tubuhnya. Ada perasaan seperti ditekan oleh sosok penguasa dan perasaan gila yang memuncak. Dia hampir berada di ambang batas kegilaan.


Dia juga merasakan perasaan ini sebelumnya saat berada di dalam mimpi. Tapi anehnya, dia tidak menyukai apabila ada penguasa lain di dalam satu tempat. Jadi saat dia mulai menyerap batu Dungeon tingkat V, mungkin dia bisa membantu Edwin di dalam. Dia sudah cukup untuk pertarungan jarak dekat, ditambah keunikan dari karakteristik domain Ungu yang memiliki aura menekan di dalamnya, dia mungkin bisa menggunakan itu untuk menekan Monarch Orc di dalam sana. Serangan jarak dekat dibutuhkan untuk saat ini.


Jadi, dia segera menerobos barrier dan membantu Edwin. Awalnya Edwin, Tyron, dan Hutson terkejut dengan kedatangannya secara tiba-tiba, tetapi saat mereka melihat tatapan matanya, mereka tersadar sesuatu. Perasaan mencekam yang dikeluarkan oleh ‘orang itu’ kembali mereka rasakan. Tetapi ini bukan saatnya untuk menebak-nebak sesuatu. Jadi mereka dengan cepat menyelesaikan pertarungan.


Pertarungan jarak dekat dari Rache, dan serangan jarak jauh dari Edwin. Dua kombinasi yang berhasil mengalahkan monster tersebut. Mereka berhasil meski melebihi dari waktu yang ditentukan. Edwin kemudian membantu Tyron untuk memulihkan tubuhnya dan Tyron membawa Hutson di punggung. Sementara Rache dan Edwin berada di bagian depan.

__ADS_1


Saat mereka Melewati lorong yang menuju jalan keluar, pemandangan mengerikan yang terjadi kepada salah satu rekan mereka memasuki penglihatan. Mereka tahu, sejak memasuki Dungeon dan mengonsumsi batu Dungeon, mereka mengetahui konsekuensinya. Kematian, perpisahan, dan kehilangan. Tiga komponen yang tidak akan pernah terpisah dari kehidupan pada Hunter.


Saat itu, tidak ada air mata yang terjatuh di antara kami berempat. Kami mungkin mengetahui ini di dalam hati kami, dan Edwin sedikit membungkuk. Meletakkan telapak tangannya ke dada kirinya dan mengambil bross permata dari baju milik Miss Jewelry. Dia melihat ke arah tulang belulang yang sedikit memiliki daging yang melekat. Efek dari tekanan di dalam Dungeon.


Tyron dan Hutson mengikuti penghormatan yang dilakukan oleh Edwin. Begitu pula Rache, gadis itu menatap ke arah Tyron yang mati-matian menahan air matanya untuk jatuh ke tanah. Yah, mungkin tanpa perlu dikatakan, ada perasaan yang tumbuh di antara keduanya.


Malam itu, sebelum tengah malam mereka berjalan pulang. Dengan kesedihan yang mendalam. Tetapi saat mereka sampai di pintu masuk belakang desa yang terhubung dengan hutan berduri, mereka melihat pemandangan yang seharusnya tidak pernah mereka lihat dan ketahui.


Peristiwa yang akan menyulut dendam di masing-masing orang. Yang menyaksikan tempat mereka dilahirkan, kampung halaman mereka, dihancurkan dalam sekejap mata. Tanpa mereka bisa membela dan mempertahankan kampung tersebut.


Dendam di mata mereka menyala, bagaikan api yang disulut dengan minyak, segera berkobar dan melekat mendarah daging.


***


Di perjalanan, seorang pria berambut perak dengan baju besi berjalan meninggalkan pintu masuk pemukiman para pemburu. Dia mendadak berhenti saat tubuhnya bergetar merasakan aura yang tidak pernah di rasakan.


Aura menekan, dominasi dari bangsawan murni!


Saat itu, dia mulai menoleh ke belakang dan melihat empat orang, tiga laki-laki dan satu perempuan yang berdiri di pintu masuk belakang. Yang berbatasan dengan hutan berduri. Dengan karakteristik penglihatan perak dia melihat empat orang itu dari kejauhan. Saat itu, dia menyadari aura dominasi bangsawan murni, karakteristik batu Dungeon dari domain Ungu, berada pada tubuh wanita itu.


Saat Duke perak itu ingin melihat penampilan dia, ada sesuatu yang memblokir penglihatannya dan mematikan karakteristik miliknya.


Dia tersenyum, ini cukup menarik. Dia tidak pernah melihat orang dengan domain Ungu. Kalaupun ada, itu mungkin dia dekade yang lalu. Itupun melalui cerita ayahnya, mendiang Duke Windstorm.

__ADS_1


“ Menarik...”


Bersambung.....


__ADS_2