
▪mina dan ana pun mengecek kesana.
mina: "kayaknya aku kenal deh sama orang itu."
ana: "iya gue juga kayaknya mirip sepupunya reva.
mina: "iya bener ana itu alika sepupunya reva.,tapi ngapain ya dia sampe berantem sama orang dewasa gitu?"
ana: "iya kayak nya si alika kenal deh sama orang dewasa nya."
mina: "tau darimana kamu ana?"
ana: "kalau dilihat-lihat coba kamu perhatiin leher mereka baik-baik."
mina: "ngapain lagian kan aku orang nya gak teliti banget."
ana: "kalung yang dipake alika sama percis sama yang di pake orang dewasa itu."
mina: "iya sih tapi sudahlah kita valik ke hitel aja kuy."
▪sesampai nya di hotel ana langsung membicarakan alika.ia tak habis pikir anak kecil seperti alika bisa seperti itu.
mina: "ya sebenarnya reva pernah bilang kalau si alika itu punya masalah sama tante nya makanya aku bisa tau itu alika namanya."
ana: "oh iya juga ya kamu bisa tau nama alika padahal aku aja gak ngeh."
mina: "iya habis kamu jarang buka hp jadi nya kan kudet padahal hp udah bagus."
ana: " bagusan mana sama kamu??biasa pasukan wifi gratisan hotel jadi ya rada kudet dikit lah."
mina: "dasar kamu ada-ada aja."
__ADS_1
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
▪tak terasa sudah hampir mendekati satu minggu sudah mereka di bali.
mina: "yuk kita kesana aku mau kasih sesuatu buat kamu."
ana: "iya bentar aku sikat gigi dulu."
mina: "santuy aja lah, *menelpon* halo reva sekarang ketemuan bisa gak?"
reva: "bukan nya mau nolak sahabat tersayang tapi aku ada acara keluarga di bali makanya kemarin aku gak datang juga."
mina: "oh yasudah bye."
ana: "kuy min mau ke mana?
mina: "gak jadi lah kita makan mie instan aja yu."
ana: "yu lagian besok dah pulang,kita harus berhemat biar bisa beli oleh-oleh yang rada bagus lah."
ana: "kita makan samyang kuy challenge. tapi yang carbonara aja."
mina: "kuy lah siapa takut,gimana kalau yang abis duluan dikasih 25 ribu sama yang kalah."
ana: "ayo siapa takut mayan nambah semangat nih biar menang ya walaupun keliatan siapa calon juaranya sih." *tertawa*
mina: "jangan sombong dulu ferguso." *tertawa*
▪ya seperti itu lah gambaran kedekatan mereka berdua,lomba makan mie samyang pun dimulai mereka membawa beberapa orang teman untuk menjadi saksi."
mina: "nih aku bawa marfa sama cika."
__ADS_1
ana: "aku bawa ran sama ria kalian berempat jadi saksi perlombaan kita."
ran: "dibayar gak nih yang jadi saksi." *tertawa*
mina: "ya jelas ngak lah tapi dikasih cemilan kok tapi gak banyak juga ya."
cika: "ya mayan lah ada upah nya." *tertawa*
ria: "gratis kan cemilannya."
ana: "yoi gratis lah mina kusumo gitu ambasodor nya." *tertawa*
mina: "kita mulai sekarang aja deh lombanya gimana?
marfa: "oke siap hitungan satu dua tiga mulai."
cika: "gak boleh minum dulu kan??"
ana: " *makan mie*iya"
mina: "wagelash pedes bingit."
ran: "kayaknya aku tau siapa yang bakl menang."
ria: "iya gue juga sama."
cika: "ya tapi tenang dulu kita liat sampe habis dulu."
ran: "pasti lah tenang aja saya mah santuy."
kira-kira ana atau mina yang menang??
__ADS_1
bersambung...
Terimakasih semua yang udah selalu support novel ini jangan lupa like dan komen