Rahasia Besar Tentang Kecantikanku

Rahasia Besar Tentang Kecantikanku
bersepeda


__ADS_3

ana: "bukan kado sih sebenernya tapi ana beli pake uang sendiri kok."


papa ana: "jadi apa dong?papa jadi makin penasaran nih."


ana: "oleh-oleh dari bali yang ana beli pake uang dari tabungan punya ana."


meli: "wah sini mama liat."


ana: "nih bagus gak pilihan ana?"


papa ana: "wah bagus banget sayang papa suka deh."


meli: "iya baju sama sendal nya bagus-bagus makanan nya juga keliatang enak."


ana: "hehehe semoga sukaaa."


▪keesokan harinya ana sudah tak sabar untuk menaiki sepeda baru nya ia mengajak papa nya untuk menemani nya ke taman.


ana: "pah kita ke taman yu sekalian nyobain sepeda baru aku."


papa ana: "ayo papa ke gudang dulu ya."


ana: "oke pah ana tunggu di depan rumah ya."


▪tak lama setelah itu papa ana pun turun ke bawah sambil membawa sebhah sepeda gunung.


ana: "ini sepeda siapa pah?"


papa ana: "ya sepeda papa lah masa sepeda kamu."

__ADS_1


ana: "wah baru ya papa beli kapan?"


papa ana: "wah ini mah udah lama banget cuman papa jarang pakai aja."


▪mereka berdua pun berangkat ke taman menggunakan sepeda mereka masing-masing-masing.


papa ana: "ana 2 hari lagi kan papa pulang kamu kalo mau bener-bener berubah papa bakal ajak kamu ke suatu tempat."


ana: "iya aku memang bener-bener pengen berubah setidaknya aku sekarang gak separag dulu kan pa."


papa ana: "tentu saja tidak kamu sudah berubah sayang yu ikutin papa."


▪ana pun mengikuti papa nya dan ia sampai di sebuah optik besar.


papa ana: "ayo masuk kita cek mata dulu ya."


kasir: "selamat datang di optik maju silahkan mengambil nomor antrian anda."


papa ana: "baik terimakasih,bayar langsung atau nanti?"


kasir: "oh nanti setelah selesai konsultasi ya."


▪tak lama setelah mengambil nomor antrian mereka pun dipanggil."


dokter: "nomor 102 silahkan masuk."


papa ana: *berkonsultasi*


▪setelah selesai dan menemukan solusi mereka pun pergi membayar obat

__ADS_1


ana: "pah ternyata aku bisa gak pake kaca mata ya aku seneng banget!!"


papa ana: "iya dong papa juga udah beliin softlens sama vitamin buat mata kamu,inget kalau mau tidur softlens nya wajib di copot kalau sampai lupa akibat nya bisa fatal."


ana: "siap pah ana kan udah gak seceroboh dulu." *tertawa*


marfa: "ana,ana kamu lagi apa?


ana: "eh marfa aku habis periksa mata nih kamu juga ngapain disini?


marfa: "aku sih sering kesini kan dokter nya ayah aku sendiri jadi aku sering neminin ayah kerja disini."


ana: "pantes aja kayak pernah ketemu sama dokternya ternyata ayah kamu marfa."


marfa: "iya aku juga kaget liat kamu tumben kamu kesini kan dari dulu gak pernah mau periksa mata."


ana: "iya ceritanya panjang,aku duluan ya kasian papa aku udah nungguin."


marfa: "oke sampai jumpa ana,eh bentar deh hasil periksanya gimana bagus gak??"


papa ana: "eh marfa kamu nanyain tentang hasil periksa mata ana ya?


marfa: "eh iya betul hasil nya baik atau tidak?."


kira-kira baik atau tidak ya??saksikan terus kelanjutan nya di episode selanjutnya


bersambung...


Terimakasih semua yang udah selalu support novel ini jangan lupa like dan komen

__ADS_1


__ADS_2