
ana: "bukan kado sih sebenernya tapi ana beli pake uang sendiri kok."
papa ana: "jadi apa dong?papa jadi makin penasaran nih."
ana: "oleh-oleh dari bali yang ana beli pake uang dari tabungan punya ana."
meli: "wah sini mama liat."
ana: "nih bagus gak pilihan ana?"
papa ana: "wah bagus banget sayang papa suka deh."
meli: "iya baju sama sendal nya bagus-bagus makanan nya juga keliatang enak."
ana: "hehehe semoga sukaaa."
▪keesokan harinya ana sudah tak sabar untuk menaiki sepeda baru nya ia mengajak papa nya untuk menemani nya ke taman.
ana: "pah kita ke taman yu sekalian nyobain sepeda baru aku."
papa ana: "ayo papa ke gudang dulu ya."
ana: "oke pah ana tunggu di depan rumah ya."
▪tak lama setelah itu papa ana pun turun ke bawah sambil membawa sebhah sepeda gunung.
ana: "ini sepeda siapa pah?"
papa ana: "ya sepeda papa lah masa sepeda kamu."
__ADS_1
ana: "wah baru ya papa beli kapan?"
papa ana: "wah ini mah udah lama banget cuman papa jarang pakai aja."
▪mereka berdua pun berangkat ke taman menggunakan sepeda mereka masing-masing-masing.
papa ana: "ana 2 hari lagi kan papa pulang kamu kalo mau bener-bener berubah papa bakal ajak kamu ke suatu tempat."
ana: "iya aku memang bener-bener pengen berubah setidaknya aku sekarang gak separag dulu kan pa."
papa ana: "tentu saja tidak kamu sudah berubah sayang yu ikutin papa."
▪ana pun mengikuti papa nya dan ia sampai di sebuah optik besar.
papa ana: "ayo masuk kita cek mata dulu ya."
kasir: "selamat datang di optik maju silahkan mengambil nomor antrian anda."
papa ana: "baik terimakasih,bayar langsung atau nanti?"
kasir: "oh nanti setelah selesai konsultasi ya."
▪tak lama setelah mengambil nomor antrian mereka pun dipanggil."
dokter: "nomor 102 silahkan masuk."
papa ana: *berkonsultasi*
▪setelah selesai dan menemukan solusi mereka pun pergi membayar obat
__ADS_1
ana: "pah ternyata aku bisa gak pake kaca mata ya aku seneng banget!!"
papa ana: "iya dong papa juga udah beliin softlens sama vitamin buat mata kamu,inget kalau mau tidur softlens nya wajib di copot kalau sampai lupa akibat nya bisa fatal."
ana: "siap pah ana kan udah gak seceroboh dulu." *tertawa*
marfa: "ana,ana kamu lagi apa?
ana: "eh marfa aku habis periksa mata nih kamu juga ngapain disini?
marfa: "aku sih sering kesini kan dokter nya ayah aku sendiri jadi aku sering neminin ayah kerja disini."
ana: "pantes aja kayak pernah ketemu sama dokternya ternyata ayah kamu marfa."
marfa: "iya aku juga kaget liat kamu tumben kamu kesini kan dari dulu gak pernah mau periksa mata."
ana: "iya ceritanya panjang,aku duluan ya kasian papa aku udah nungguin."
marfa: "oke sampai jumpa ana,eh bentar deh hasil periksanya gimana bagus gak??"
papa ana: "eh marfa kamu nanyain tentang hasil periksa mata ana ya?
marfa: "eh iya betul hasil nya baik atau tidak?."
kira-kira baik atau tidak ya??saksikan terus kelanjutan nya di episode selanjutnya
bersambung...
Terimakasih semua yang udah selalu support novel ini jangan lupa like dan komen
__ADS_1