Rahasia Wanita Malam

Rahasia Wanita Malam
Peringatan Keras


__ADS_3

7


Mobil warna hitam anti peluru baru saja meninggalkan area bandara. Supir profesional sekaligus orang kepercayaan Kendrick melajukan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalan raya. Sementara Kendrick duduk tenang di bangku belakang sesekali matanya melihat ke luar jendela.


Ya, Kendrick baru tiba dari Mexico. Lima tahun berada di negara tersebut berhasil menjadikan dirinya pemimpin salah satu klan mafia yang berkuasa dan disegani semua orang, bahkan tidak ada yang berani menyentuh bisnis penyelundupan senjata tajam dan barang ilegal yang lain.


"Apa kau masih belum berhasil mencarinya?" Suara Kendrick membelah sunyi di malam itu.


Derel tentu tahu siapa yang dimaksud Ken, ya selama lima tahun itu juga Ken tidak pernah melupakan bayangan wanita itu.


"Maaf, Tuan. Aku sudah menyebar banyak orang, tapi tetap tidak bisa aku temukan," jawab Derel sesal.


Ken berdecak kesal dan mengepalkan tangan menahan emosi. "Dasar payah, sejak kapan kau menjadi tidak berguna?"


Derel hanya diam tidak berniat sedikit pun menimpali ucapan Ken, ia tahu Ken tidak benar-benar marah padanya.


"Semoga wanita itu memang benar-benar tidak hamil," gumam Kendrick sebelum akhirnya memejamkan mata.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit lamanya, mobil Ken tiba di bangunan megah yang hampir menyerupai kastil. Beberapa orang berbaju hitam bertubuh tegap membukakan pintu dan menundukan badan pada Ken.


Kendrick tidak memberi respon sedikit pun, selama ini ia dikenal sangat dingin dan tidak suka basa-basi.

__ADS_1


"Di mana bos kalian?" tanya Derel datar.


"Silahkan ikut kami." Salah seorang dari mereka menuntun jalan menuju ruang bawah tanah.


"Kau mau aku meledakan kepala mu itu?" Derel menodongkan senjata api tepat di kepala pria itu.


"Ti-tidak, tapi bos kami memang ada di dalam." Dia menjawab ketakutan.


Kendrick menepuk pundak Derel. "Sudahlah, lepaskan saja dia," katanya lalu kembali melanjutkan langkah nenerobos Derel dan pria itu.


"Pergi sana!" Derel menghempaskan pria itu sampai tersungkur lalu mengikuti Kendrick.


Di bawah lampu temaram, kaki Ken tetap melangkah tegak menuruni beberapa anak tangga hingga terlihat sebuah pintu di ujung lorong.


"Sial! Kenapa kau selalu merusak kesenanganku?" Kevin menjatuhkan wanita yang sudah bertelan jang dada dari pangkuannya.


Kendrick mengangkat bahu acuh.


"Kau pergilah!" Setengah kesal Kevin mengusir wanita malam yang sudah ia datangkan dari salah satu rumah bordil untuk melayaninya malam ini.


Wanita itu langsung membenahi diri dan pergi dengan buru-buru.

__ADS_1


"Apa kau datang untuk mengantar nyawa!" Kevin duduk bersandar tapi matanya menatap Ken sangat tajam.


Aura permusuhan jelas terasa di antara mereka, apa lagi Ken seenaknya duduk tanpa dipersilahkan.


"Kau pikir aku takut padamu, kau tidak ada apa-apanya dariku, jadi jangan berharap bisa melenyapkan aku!" Kendrick bicara santai lalu menaikkan kakinya di atas meja. Dia tidak perduli di mana dirinya berada.


Kevin meraih pis tol, tapi Derel sudah dulu menodongkan pis tol padanya sebelum ia mengarahkannya pada Ken.


Kendrick memercik api pada rokok miliknya, ia hisap aroma tembakau lalu menghembuskan asapnya dengan santai.


"Kedatanganku ke sini untuk memberimu peringatan, sekali lagi kau berani mengganggu wilayahku maka bukan hanya kau tapi istri dan anakmu pun aku berakhir di tanganku!" Raut wajah Ken tampak sangat nengerikan itu menandakan ia tidak main-main dengan ucapannya.


"Jangan ganggu istri dan anakku!" Kevin tidak terima keluarganya dibawa-bawa.


Kendrick tertawa remeh lalu membuang rokok sembarangan. "Kau yang menentukan semuanya. Tarik orang-orangmu yang menghalangi jual beli bisnisku atau kau akan menyesali semuanya!" Kendrick lalu beranjak dari duduk lalu berkata lagi. "Ini peringatan keras untukmu!" Ia lalu pergi sebelum Kevin bicara dan Derel pun menyusulnya.


"Sialan kau, Kendrick!" Kevin berteriak frustasi karena Kendrick telah membawa nyawa istri dan anaknya ke dalam urusan mereka.


Bukan karena cinta yang membuat Kevin berusaha melindungi istri dan anaknya tapi karena harta dan kedudukan. Mertua Kevin salah satu orang terkuat dan berpengaruh di kota dan itu yang selama ini dimanfaatkan Kevin.


"Rasanya kepalaku mau pecah!" Kevin butuh menenangkan diri akhirnya menghubungi Jesica dan memesan seorang wanita lain untuk melayani dirinya.

__ADS_1


Siapa sangka, Jesica menawarkan barang baru padanya. Seorang wanita yang sudah lama disiapkan Jesica untuk menjadi primadona.


__ADS_2