
Disekolah Lucy sudah memperkenalkan diri dari tadi.Dia tak mengungkapkan identitasnya.Lucy duduk bersebelah dengan anak perempuan berambut agak sepinggang,rambut berwarna coklat serta matanya.Sifat pemalu tapi tukang gosip dan menyebarkan gosip terbaru.Namanya adalah Linda.
Linda hanya menatap Lucy.Huh...apalagi ini.Linda menatapku sampai Lucy memalingkan mukaku.Saking geramnya,Lucy menendang kursi yang diduduki Linda dengan kuat sampai tertabrak anak perempuan sebelah bangkunya.
Matanya saja sudah seperti topan apalagi kursi yang ditendang Lucy cukup keras sampai berputar.Linda memegang kepalanya yang terkena musibah pusing."Aduh...Lucy kau ini.Benar-benar membuatku pusing dan mual.Kau tidak tahu kalau aku berpacaran dengan anak lelaki pemerintah.Kubilang kau ya."Ancam Linda yang masih pusing.
Lucy hanya menatap dengan tatapan kosong yang tiada arti dari ucapan yang dilantunkan oleh Linda."Oh.Aku gak takut."ucap singkat Lucy yang membuat Linda tadi pusing malah memberontak..Linda mencubit pipi Lucy tapi,Linda malah senang dengan pipi Lucy yang mirip mochi.
Cubitan itulah yang membuat satu kelas yang perempuan berebutan ingin mencubit pipiku.Guru hanya bisa pasrah pada tingkah laku Linda itu.
.
.
__ADS_1
.
.
Bel istirahat berbunyi.Syukurlah Lucy bisa bebas dari Linda.Dikantin Lucy malah tak ada selera makan karena cubitan tadi.Jadi dia hanya bisa memesan Kopi dengan susu.Lucy duduk di sofa merah yang terbuat dari besi.Tapi terdengar sorakan dari anak perempuan.''Kyaaaa itu Raja kampus,Ketua kedisiplinan dan anak lelaki pemerintah serta anak pemilik kampus ini!!!!"teriak kegirangan murid lain."Iya benar tampan-tampan lagi,tapi 2 nya sudah punya gebetan,jadi iri.."ucap murid lain.Aku tak peduli tentang apapun aku hanya minum kopi yang baru saja disajikan.
"Aduh panas."ucap ku kesakitan karena lidahku melepuh sambil kukipasi lidahku dengan tanganku."Aduh neng..kenapa diminum itu emang masih panas.. .Eneng juga kayak gak tertarik sama mereka berempat."ucap bibi kantin kasihan ke Lucy yang lidahnya melepuh.
Tapi sesaat itu."Bi katamu ada yang tak tertarik dengan kami?apakah itu benar?"tanya Raja kampus tepat disamping Bibi kantin.Bibi kemudian menunduk lalu mengangguk.Lidah Lucy yang panas tadi sudah tak panas karena 4 orang sudah membuatku malas.
Lucy malah gak berniat kekelas tingkat atas.Huh...selera yang buruk.Keempat orang itu makin geram.Lucy malah tak menatap mereka hingga membuat ketua kedisplinan melepas rokoknya."Huh...baru kali ini ada cewek sifatnya kayak gini."ujar ketua.Walaupun perkataan ketua mirip mengancam tapi Lucy tetap tak peduli.Lucy kembali menyeruput kopinya.
Keempat orang tadi pergi kembali ke kantinnya sendiri sampai membuat kecewa murid perempuan.Lucy kembali menoleh ke Bibi kantin."Byur..."suara sembrutan kopi yang keluar dari mulutku.Lagi dan lagi."KAU INI!!!KENAPA MUNCUL DISINI!!!"bentak geram Lucy.Linda hanya mengelap wajah mungilnya yang terkena semburan kopi Lucy.Setelah itu malahan Linda memasang muka ngambek pada wajahnya.
__ADS_1
"Emh...Kau ini gak ada rasa kasihan ya!"gerutu Linda.Lucy hanya tak punya rasa kasihan ke Linda.Lucy malah meninggalkan Linda yang masih menatap Lucy."Lucy kembali aku mau bicara!!Kau disuruh kekantornya Raja kampus!!hei Tuli kau dengar tidak!!!!"Teriak Linda hingga membuat seluruh perempuan kaget sampai bergosip tentang Lucy.
Lucy pergi meninggalkan kantin dan pergi berjalan ke ruangan Raja kampus.Lucy melewati lorong lobby dengan banyak kelas.Lucy berjalan sambil melamun.Dikelas tingkat biasa biasanya memakai nomoro seperti 1- berapa.Sedangkan kelas tingkat atas menggunakan nama,seperti.... .Gak tau.Lucy hanya memandangkan matanya kedepan.
Lucy sampai didepan ruangan Raja kampus.Lucy menghela nafas penjang lalu mengetuk pintu ruangan tersebut."Masuk".Belum aja sempat diketuk udah suruh masuk.Lucy melihat keatas pojok,pantasan orang ada CCTV disini.Lucy menggeser pintu tersebut lalu melangkah maju.Tak lupa Lucy menutup pintu ruangan tersebut.
Lucy berjalan kearah Raja kampus.Terlihat ada 3 temannya lagi.Lucy berhadapan dengan Rolland yang duduk di kursi seperti kursi CEO.Emang Lucy peduli gitu.
Rolland menepuk pahanya.Lucy tahu apa yang sedang mereka rencanakan." ingin balas dendam?oh...ya tentu tidak bisa anda.hehehe" Batin Lucy.Bukan malah maju malah mundur secara perlahan.Jaraknya sudah tepat Lucy malah berlari keluar. Brak... .Orang yang tadi duduk malah berdiri mengejar Lucy.
Dilorong Lobby Lucy berlari dikejar oleh 4 orang.Semua murid di kampus bingung akan hal yang baru saja terjadi.Saat itu juga lantai di depan loker licin hingga membuat 5 anak murid terjatuh.
"Amboy....Punggungku.. "geram Lucy.Tapi rambut Lucy ditarik oleh seseorang.
__ADS_1
"Kena kau!"Ujar seseorang
Bersambung...