Raja Kampus,Adalah Pacarku??

Raja Kampus,Adalah Pacarku??
Ketahuan Bunda


__ADS_3

Frank,Jimmy dan Alex terdiam mendengar kata terakhir Bunda.Ketiga teman Rolland menjadi bingung dan menatap satu sama lain.Jimmy lalu menoleh ke Bunda yang sedang mengintrogasi Rolland."Emmm Bunda siapa itu Bi Safi?kok kami gak pernah dengar ya?"tanya Jimmy sambil memiringkan kepala.Bunda melpaskan Rolland dan menghembuskan nafas.


"Bi Safi adalah pembantu dari pemimpin polisi yaitu tuan Lucen.Ia pernah membantu keluarga Armada (keluarga Rolland) untuk mengungkap siap pembunuh nenek Armada dulu saat kalian belum lahir.Ia juga pernah menangkap dalang penculikan terhadap kakak pertama keluarga Kasela (keluarga Alex),namun...hari itu ia tewas tertembak dan belum ada siapa yang membunuhnya.Pada akhirnya anak perempuannya tidak ingin ada yang menutup kasus pembunuhan ayahnyasampai sekarang.Orang yang membunuh akan mendapat hukuman mati."Jelas Bunda.Alex meneguk ludah dan mulai berpikir."Maksud Bunda dulu saat bayi aku diculik?"tanya Alex.Bunda hanya mengangguk tanda iya.


Bunda menoleh kearah Rolland yang sedang memalingkan muka."Bund...jangan marah ya.Rolland emang pergi kerumah Bi Safi."Ujar Rolland yang tak memandang mata Bunda.Bunda tersenyum lalu hampir tertawa.Hal itu membuat Rolland,menoleh dan bingung."Pfftt...Rolland.Bunda gak marah kok kalo Rolland jujur.Disana emang Bunda udah biat janji sama tuan Lucen."ujar Bunda sambil mendekat dan mengelus kepala Rolland.


"Janji Bunda,Papa dan Tuan Lucen adalah merestui Rolland dan anak perempuannya.Semoga Rolland ketemu ya sama dia."Ucap Bunda."Dei Rolland kapan kita main!capek tau nunggu!"gerutu Frank.Akhirnya Bunda memberikan kunci motor Rolland."Udah sana main,kasihan tuh Frank."ucap Bunda lembut.Rolland mengeluarkan sepeda motor sama seperti Frank,Jimmy dan Alex.Mereka berempat memakai helm dan berpamitan.


"Bunda kami pergi dulu ya!!"pamit mereka berempat.Mereka berempat melaju menggunakan motor dengan amat cepat dan keluar dari perumahan."Rollamd,kamu pasti tahu dengan Lucy.Berpacaranlah dengannya,papamu pasti bangga."gumam Bunda."BUNDA TOLONG!!ADA KECOA!!!" teriak papa Rolland dari dalam."Nah sekarang tinggal ngurus si kembaran Rolland yang takut ama kecoa."Ucap Bunda sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


POV Lucy


Aku berada di kamar cuci baju.Ku cuci baju menggunakan tangan,karena aku gak tau penggunaan mesin cuci.Aku sedang mencuci jaket hitam milik Rolland yang berlumuran darah cambukku.Ku pasang expresi kesal."ASTAGA!!INI JAKET APA LEMARI SIH!!SUSAH AMAT BERSIHNYA!!!DAH EMPAT JAM LOH INI!!APALAGI GUA GAK BISA GUNAIN MESIN CUCI!!!WADUH TERPAKSA BELI BARU AKU!!"Teriak kesal aku.mau gak mau aku harus beli jaket yang sama seperti punya Rolland.Ku foto label pembuatan dan segera bersiap-siap ketoko baju.


.


.


.

__ADS_1


.


Bruk...


"Aduhhhhh,sial banget sih!"Gerutuku.ku lihat orang itu dengan mata menyipit.Rambut berwarna hitam kecokelatan,mata berwarna cokelat,Memakai kemeja merah maroon,memakai celana jeans robek dibagian lutut,memakai sepatu snakers dan headseat seperti dua bola besar ditaruh di leher."Lah elu lagi,elu lagi capek cong gua liat muka lu tiap hari,dimana-mana lagi!"ujar ku seraya bangkit dari tempat jatuhnya aku tadi.


"Lukira lu doang sama gua dah bosen liat amarah lu sumpah.Minta nomor wa dong!"ujar Rolland.Aku hanya bengong sambil memirinkan kepala."Lah,oke nih nomornya 082********* udah belum!"bentakku.Rolland hanya mengacungkan jempol lalu pergi.Aku kemudian menanyakan jaket yang aku foto dan akhirnya mendapatkannya.


END POV Lucy

__ADS_1


Rolland hanya tersenyum sambil kembali keteman-temannya sambil membawa kantung belanja baju."Mantap..dapet deh,bisa bucin"gumam Rolland.Disisi lain Lucy."Tumben dah tuh anak minta nomor wa gua.Tapi gak papalah nambah kontak.Orang gua cuma punya 10 kontak."gumam Lucy.


Bersambung....


__ADS_2