
Dicafe dekat mall,Rolland dan Lucy memesan makanan sambil disamping Lucy ada banya kantung belanja."ummm makasih ya.Besok aku ganti uangnya."ucap Lucy gugup.Rolland hanya menggeleng perlahan sambil tersenyum."Gak usah,kita kan lagi kencan"ucap Rolland sambil mengejek."Pftt...idih apaasih kita kan belum pacaran.Ada-ada aja deh"Balas Lucy.Dicafe Lucy dan Rolland tertawa sambil membicarakan sesuatu.
Hari mulai gelap,Lucy terus menguap setelah pergi dari cafe bersama Rolland.Lucy oleng kekanan dan kekiri.Rolland memapah Lucy yang nampak lelah."kamu mau pulang?lagipula ini udah jam setengah satu lebih sepuluh menit."ucap lembut Rolland serambi bertanya.Lucy hanya mengangguk lau memeluk Rolland dengan erat.Eolland tersenyum sambil memapah Lucy ke motornya untuk pulang.
POV Bi Safi
Aku berada di ruang tamu sambil menunggu non Lucy kembali.Sudah seharian non Lucy belum kembali.Seandainya orang itu yang dibawa belanja non adalah Rolland pasti aman.Aku terus menggigit kuku jariku.Tapi saat itu ada suara bel rumah,mungkin itu non Lucy.
Aku berlari lalu membukakan pintu.Tak kusangka menampakkan dua orang lelaki dan perempuan dengan memakai pakaian sama."Non?kok non ad di nak Rolland?"tanyaku khawatir.Rolland kemudian masuk sedangkan aku menutup pintu.Rolland terus memapah Lucy kekamarnya.Aku menunggu dibawah tangga,nak Rolland kembali setelah memapah non Lucy.
"Gak papa bi...dia tadi sama aku.oh ya ini barang belanjaan yang aku beliin buat Lucy.ada juga buat Bi Safi."ucap lembut Rolland sambil menyodorkan barang belanjaan.Aku menerima barang tersebut dan nak Rolland berpamitan pulang,ia juga berpesan untuk menjemput non Lucy besok untuk kekampus."Hmm...Rolland benar-benar menjaga dengan baik."gumamku.
End POV Bi Safi
__ADS_1
.
.
.
.
.
Lucy membuka pintu dan benar itu adalah Rolland.Lucy melangkah keluar dan menutup pintu.Lucy berjalan kearah Rolland yang sedang duduk diaatas motor besarnya.Lucy menyodorkan jaket Rolland hingga Rolland menoleh."Nih jaket lu."Ucap singkat Lucy.Rolland hampir ingin tertawa dengan tingkah laku Lucy."Ngapain lu ketawa?"tanya malu Lucy."Haduh...Lucy Lucy,itu gua beri jaket gua ke elu ngapain lu balikin.Gua udah punya banyak jaket dilemari.Pft..."ujar Rolland hingga Lucy mencubit lengan Rolland."Elu...kenapa gak bilang dari kemarin jadi gua gak beli.Apalagi kalo kena noda ini susah banget dibersihin.Ish..."Ujar Lucy dengan cemberut."Aduh..aduh..iya-iya maaf kamu sih..keburu lari duluan,kan harusnya tunggu dulu aku selesai bicara.Aduh....aduh...udah ayo naik keburu telat nanti."Ucap Rolland yang pura-pura kesakitan.Lucy melepaskan cubitannya dan langsung menaiki motor Rolland.Lucy mengikatkan lengan jaket ke leher mirip seperti jubah superman.Lucy memeluk pinggang Rolland dengan lembut.
Setelah itu Rolland langsung tancap gas ke kampus.Di tengah perjalanan Rolland berhenti karena lampu merah."Oh ya,ngomong-ngomong tumben banget lu gak bawa helm?"tanya Lucy.Rolland menghembuskan nafas pendek."Ah...itu kemarin pas aku pulang si Jimmy dateng kerumah minjem dua helm gua,yah..jadi gak ada helm."ucap Rolland serambi tancap gas kembali setelah lampu lalu lintas berubah menjadi hijau.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Setelah lama perjalanan akhirnya sampai dikampus.Rolland memakirkan sepeda motornya ke parkiran khusus sepeda motor.Lucy turun dengan perlahan.Rolland ikut turun setelah Lucy selesai turun dan menginjakkan kaki diatas aspal tapi berbentuk seperti jalan dengan cetakan segienam.Lucy berjalan dengan Rolland sambil digosipi oleh murid lain.Rolland meliriki Lucy yang sedang menahan emosi hingga mengepalkan tangan."Udah gak usah dimasukin hati.Mending nanti malem gua jemput lu buat jalan-jalan kalo gak pas pulang dari kampus gimana?"ajak Rolland ke Lucy.Lucy hanya
mengangguk dengan tersenyum hingga emosinya merendah.Rolland mengantarkan Lucy sampai kedepan kelas lalu berpisah.Lucy masuk menggeser pintu kelas dan melangkah maju.Lucy kemudian menutup pintu kelas dan segera menuju kebangkunya diliriki oleh Linda.Lucy duduk lalu meregangkan dirinya."um...ngomong-ngomong itu kalung insial R terus sama cincinnya insial L itu siapa?tadi juga pas aku liat dari jendela Rolland,juga pake kalung insial L sama cincin sama kayak kamu insial R.Kamu janjian ama Rolland?"tanya Linda sehingga semua murid di kelas memerhatikan Lucy dengan membandingkan ucapan Linda.
__ADS_1
Lucy menghela nafas panjang lalu menoleh ke Linda."Rahasia,mending lu gak usah kepo urusan gua!"ucap sedikit lebih pelan oleh Lucy.Yang membuat Linda membatu dan merengek ke Lucy hingga bergulung-gulung kelantai.
Bersambung....