
Suasana didepan rumah no.109 sangatlah hening.Rolland berkali-kali menegukkan ludahnya.Pembantu dan Rolland menatap satu sama lain."Iya benar,ini rumah Lucy dan saya Bi Safi."ucap lembut Bi Safi.Saat itu juga mata Rolland bersinar-sinar.Bi Safi tak mengucapkan apapun melainkan Bi Safi berdiri miring dan mempersilahkan Rolland masuk dengan isyarat tangan.
Rolland masuk dan mengikuti Bi Safi.Rumah Lucy benar-benar dipenuhi oleh patung-patung,ruangan,dan sangat luas dan megah.Bi Safi mempersilahkan Rolland tuk duduk di sofa berwarna putih.Dimeja tersebut juga sudah terhidang cemilan dan teh.Bi Safi menyeduhkan teh dan menyuguhi Rolland dengan cemilan.Bi Safi menyiapkan tisu didepan Rolland dan mulai duduk.
Bi Safi mulai menghembuskan nafas pendek berkali-kali."Apa nak Rolland tau tentang kepribadian dan masa lalu Non Lucy?" tanya Bi safi sedih.Rolland hanya menggelengkan kepalanya dan memasang muka penasaran."Biar Bi Safi cerita.Dulu antara umur non Lucy sekitar 5 bulan ayah Lucy dan Ibu Lucy bertengkar hebat hingga memutuskan perceraian.Lima atau enam tahun Non Lucy menemukan mayat ayahnya di depan sofa ini dengan keadaan tewas tertembak sebanyak sembilan atau sepuluh kali.Semua anggota kepolisian tidak kunjung menemukan siap pembunuhnya.Jadi saata Non Lucy kecil ia sudah mendapat warisan serta kepribadiannya...."jelas Bi Safi,namun pada kata terakhir Bi Safi menangis perlahan.Rolland yang mendengar itu langsung menyodorkan tisu untuk Bi Safi.Bi Safi mengambi satu buah tisu dan mengusap air matanya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana kepribadian Lucy bi??"tanya Rolland pelan."Kepribadian Non sekarang berubah.Yang dulu dia ceria sekarang dia menjadi orang bertanggung jawab,emosional,suka menangis dirumah mengingat kematian ayahnya,lebih suka ada orang yang tulus mencintainya,dan Non Lucy memiliki identitas sebagai pemimpin anggota kepolisian."Jelas Bi Safi kembali.Mata Rolland terbalak-balak ketika mendengar jika identitas Lucy adalah pemimpin polisi.Bi Safi kemudian berlutut dan memegang satu tangan Rolland dan seraya mengeluarkan air mata.Rolland tak berdaya ia malh kasihan dengan Bi Safi dan masa lalu Lucy."Nak Rolland tolong,engkau hangatkan hati Non Lucy bersama temanmu dan tolong jangan sebarkan identitas Non Lucy.Serta...tolong bantu Non Lucy menemukan sahabatnya...Ia bernama Irena tolong Nak...Gak papa kamu pacaran sama Non gak
Papa nikah sya restui.Yang penting Non bahagia."Ucap Bi Safi tersedu-sedu.Rolland langsung berlutut dan mengeluarkan setetes air mata."Iya Bi saya akan bantu Lucy buat bahagia.Saya janji bi.."Ucap lembut Rolland.Bi Safi yang mendengar perkataan Rolland langsung merangkul Rolland.
mereka lalu menyapanya."Yo!cari gua ya??"tanya Rolland seraya melambaikan tangan."Nah ini dia orangnya!lama banget sumpah lu keluar!cape tau kita nunggu!!"Ujar Jimmy sambil menunjuk Rolland.Rolland hanya menggaruk-garuk kepala sambil tersenyum pasrah dan menyipitkan kedua mata sampai tertutup.Dari pagar terlihat Bunda Rolland melihat Rolland dengan kantung mata merah.Bunda Rolland langsung menghampiri Rolland dan mengangkat kepala Rolland dengan kedua tangannya lalu melihat kesisi-sisi kepala.Kelakuan Bunda membuat Rolland malu dan kaget hingga tak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Rolland apa kamu habis menangis??kok kantung matamu merah??siap yang habis menghajarmu??apa kau kerumah Bi Safi dengan diam-diam??"tanya Bunda berkali-kali.
Tapi bagian akhir,membuat Rolland terkejut hingga matanya terbalak-balak dan alisnya mulai datar seperti orang dingin." Kok bunda tau sih kalo aku kerumah Lucy?gawat banget nih" batin Rolland.
Bersambung....
__ADS_1