Raja Kampus,Adalah Pacarku??

Raja Kampus,Adalah Pacarku??
Hukuman


__ADS_3

Suasana digudang hening tak ada yang berbicara sedikitpun.Ketua menyiram Lucy dengan seember penuh air dingin,begitu sampai 10 kali.Raja kampus mendekati Lucy dan membuka seragamnya.Tapi Lucy malah tersenyum smirk karena ia memakai kaos putih polos agak tebal."Hayoloh mau ngapain tuch.Emang nama yang bagus untuk lu tuh Raja cabul bukan raja kampus!!."Ujar Lucy.


Raja kampus malah makin kesal ke Lucy tanpa sebab.Ia berjalan menuju ke laci coklat yang didalamnya terdapat cambuk.Raja mengambil cambuk tersebut dengan tangannya.Lucy mulai berfirasat tak enak kepada cambuk tersebut.Raja menghampiri Lucy.Raja mengangkat cambuk yang ada di tangannya.Ctar... .Cambuk yang di ayunkan ke arah Lucy pun berlumuran darah.Wajah serta badan Lucy penuh darah dari cambukan yang ada ditangan Raja.Ctar...Ctarr .Hampir 20 kali Lucy menerima cambukan dari Raja kampus,tetapi Lucy tetap biasa saja." cewek ini gak nangis sama ngrengek.Gak kayak cewek lain.Manjain boleh kali ya?" Batin raja.Raja meletakkan cambuknya ketanah.


Ia berjalan kearah lucy dan melihat Lucy.Lucy yang dilihati langsung memalingkan mukanya.Raja berjongkok dan menyentuh kepala Lucy.Ia mengelus kepalanya dengan lembut,hingga Lucy menoleh ke wajah Raja."Besok aku akan memanjakanmu."ucap Raja sambil tersenyum dan memiringkan kepalanya.Raja kemudian menyopot jaket yang ia pakai tapi ditaruh di pinggangnya lalu memasangkannya ke tubuh Lucy.Sebelumnya ketua sudah mencopot tali yang ia ikatkan ke Lucy.


Lucy berdiri dan berlari dengan sempoyongan.Raja dan ketua hanya melihat dengan mata bingung."Kok bisa ituloh,dah tau luka kena cambuk...malah lari."ucap heran ketua sambil memiringkan kepala.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Dilorong lobby,terlihat Lucy berjalan sambil mengingat kata-kata dari Rolland.Wajah Lucy seketika memerah.Lucy kemudian menggelngkan kepalanya dengan cepat,agar wajah memerahnya menghilang.Lucy berjalan cukup lambat karena dia terkena cambuk cukup banyak,untungnya aja sih kalo darahnya gak berceceran kemana mana."Huh..ngapain coba besok dimanja,lagipula...aku aja gak dikelas atas."gumam Lucy serambi berjalan.


Lucy sekarang berjalan cukup cepat dan sampai didepan kelasnya.Lucy menggeser pintu kelas dengan tangan satu karena tangan satunya Lucy memegangi jaket Rolland.Lucy masuk kekelas dan saat memasuki kelas... .Byur.....sekaleng air dari pintu yang digeser tumpah mengenai Lucy."Linda..... Jangan bilang ini ulahmu kembali kan??"ucap sinis Lucy sambil menatap Linda dengan senyuman mengerikan hingga dia matanya menyipit dengan rapat.


Linda hanya memerhatikan Lucy dengan ketakutan dicampur bagaimana beralasan dengan Lucy.Lucy menutup pintu kelas lalu menghampiri Linda."Kau ini!!!penjahil sekali tanganmu!!!kau tidak tau kalo aku kena hukuman jangan sampai kau membuat aku darah tinggi!!!"bentak Lucy sambil menarik rambut Linda dengan keras.


Linda hanya memasang wajah pasrah."maaf Lucy..kukira itu guru Matematika,jadinya satu kelas setuju buat jebakan eh..malah Lucy yang kena.Tapi kenapa Lucy kena hukuman?"Tanya Linda serambi menjelaskan kenapa ia memasang jebakan.Wajah dari Lucy mulai sebal akan pertanyaan yang dilontarkan oleh Linda."Sumpah dah,elu pasti yang bilangin ke Alex si ulat itukan."Ucap amarah Lucy sambil menarik-narik rambut Linda.


Lucy dan Linda hanya berdebat,sampai guru matematika menguping.


"Beri tahu aku nama asli tuh raja kampus baru aku lepasin!!"ujar marah Lucy.


"Huhu...Ketua kedisiplinan namanya Frank,anka pemilik sekolah ini namanya Jimmy,Lu pasti udah tau anak pemerintah,raja kampus namanya Rolland."Jelas Linda.Akhirnya rambut Linda dilepaskan tapi Linda langsung mengelus kepalanya.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Bel sekolah berbunyi,Lucy dengan perlahannya berjalannya sambil digosipi oleh murid lain tentang dirinya."hei lihat tuh.itu kan Lucy..pake jaketnya raja juga."bisik murid cewek lain."iya tuh bener kok caper banget ya."bisik murid lain.


Lucy sudah masuk ke mobilnya dan memulai perjalanan kembali kerumahnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2