Rapunzel And The Prince Vampir

Rapunzel And The Prince Vampir
Perampok dan Duri beracun


__ADS_3

12 tahun kemudian.....


"Hay, gadis kecil...." Sapa seorang lelaki dengan wajah dingin khasnya.


"Kenapa kamu lagi? Bosen tau, mimpiin kamu terus. Kenal aja nggak." Rapunzel mendengus sebal, hampir setiap hari dia memimpikan sosok tersebut.


"Kamu tidak perlu tau aku siapa. Yang perlu kamu tau, kita akan bertemu sebentar lagi." Ucapan sosok tersebut juga diucapkan oleh Rapunzel.


"Iya, iya! sampek hafal ini. Kalau datang ke mimpiku sekali kali senyum kek, apa bawa oleh oleh gitu, ini malah pamerin wajah dingin, datar lagi, kaya tembok." Rapunzel melambaikan tanganya.


Sosok tersebut hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman, Rapunzel tertegun dengan kemajuan ini. Sebuah senyum setipis kertas terpampang nyata di hadapanya.


"Nah gitu, kan enak dilihat, dasar pelit."


***


Rapunzel duduk dibawah pohon rindang depan rumahnya. Mentari pagi membelai lembut wajahnya, matanya terpejam menikmati hembusan angin yang memainkan rambut panjangnya.


Senyumnya mengembang sempurna, mengingat senyum manis sosok dalam mimpinya.

__ADS_1


"Sepertinya, aku sudah mulai gila." Rapunzel mengacak rambutnya sendiri, Namun senyumnya belum juga memudar.


"Rapunzel, temani ayah kehutan mencari tanaman obat." Suara Liu Moran memecah kehaluan Rapunzel.


Tanpa menjawab apapun. Rapunzel segera beranjak dari duduknya dan menghampiri Liu Moran di halaman, sepertinya pergi kehutan adalah hobi baru Rapunzel saat ini.


Liu Moran dan Wei Nuan adalah keluarga sederhana. Merekah mencari tanaman obat untuk mendapatkan penghasilan. Meskipun tidak bisa membuat obat, namun merekah sudah hafal berbagai macam tanaman obat.


Setelah semua persiapan selesai, merekah menyusuri jalan setapak didesa, karena rumah merekah yang berada diujung timur desa dan hutan diujung barat, mau tidak mau merekah lagi lagi harus menjadi pusat perhatian.


Banyak orang yang memperhatikan merekah, terutama kearah Rapunzel, karena dia satu satunya gadis yang rambutnya berwarna emas di desa, yang notabenenya berwarna coklat.


Diumurnya yang baru 12 tahun. Rapunzel dikenal sebagai gadis yang ceria, ramah, dan cantik. Tidak pernah sekalipun dia mau menyimpan dendam dalam hatinya, kebanyakan Rapunzel hanya akan mengabaikan yang jelek dan menghargai yang baik.


"Seperti inilah hidup, bila tidak ada lika liku dalam kehidupan, akankah hidup ini berwarna?"


Mungkin itu yang selama ini tertanam dalam benaknya. Meskipun sulit memilah yang baik dan buruk namun, Rapunzel tetap harus memahaminya.


"Ayah, kapan merekah akan terbiasa dengan kehadiranku?" Pertanyaan Rapunzel hanya dibalas dengan kerdikan bahu Liu Moran.

__ADS_1


"Bos, merekah sudah masuk kehutan." Ucap salah satu perampok dari balik semak belukar dipintu masuk hutan.


"Ha.... ha.... ha.. bagus.... bagus , kita akan mendapat bonus dari bos besar." Tawanya yang mengerikan membuat hewan kecil berlari ketakutan.


Rapunzel seketika menjadi siaga. telinganya tidak sengaja menangkap kejanggalan disekitarnya, matanya bergerak liar memperhatikan segala hal, termasuk partikel terkecil.


Sejak kecil Rapunzel memiliki kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang lain, tubuhnya terlahir untuk peka terhadap sekitarnya, serutama yang mengancam keselamatanya.


Banyak yang telah mencoba menculiknya, hanya untuk mendapatkan rambut emasnya, namun merekah selalu gagal. Karena Rapunzel selalu meninggalkan jebakan untuk merekah tanpa diketauhi oleh Liu Moran atau orang lain yang sedang bersamanya, yang terkadang membuat nyawa merekah melayang.


Rapunzel mulai membuat jebakan kecil ketika Liu Moran sudah jauh didepannya, dia mengabil tanaman liar berduri yang ada disekitar tempatnya berdiri, lalu memunguti durinya yang kemudian di taburnya di jalan setapak, tidak lupa pula ditaburnya daun daun kering diatasnya agar tidak ada yang tau.


Benar saja setelah Rapunzel berlari mengejar Liu Moran, para perampong yang sekitar 5 orang itu segera menyusul merekah. Karena kurang kewaspadaan merekah menginjak duri duri yang ditabur oleh Rapunzel.Dengan menahan rasa sakit, merekah tetap mencoba untuk mengejar Rapunzel dan ayahnya.


Yang awalnya merekah hanya mengira kalau jebakannya hanya hal sepele, kini merekah harus berfikir dua kali sebelum mencari masah dengan gadis berambut emas tersebut.


Duri rumput liar yang diambil oleh Rapunzel adalah tanaman yang beracun, sehingga yang terkena sedikit saja tidak akan mampu berjalan sekitar 3 bulan.


#Semoga kalian suka ya

__ADS_1


__ADS_2