Rapunzel And The Prince Vampir

Rapunzel And The Prince Vampir
Hipy?


__ADS_3

Mata yang semula terpejam rapat, kini mulai menunjukkan pergerakan. Pelan namun pasti Rapunzel berusaha untuk membuka matanya yang berat, kepalanya masih terasa berkunang - kunang.


Rapunzel mencoba untuk bangkit dari posisi berbaringnya, namun sebelum dia berhasil duduk, sebuah tangan yang dengan lembut membantunya untuk duduk dan bersandar diranjangnya.


"Uuwwaaa.... aku dimana? kamu siapa?" S


uara panik Rapunzel membuat semua kurcaci terbangun seketika, termasuk Hipy dengan wajah kesalnya. "Kalian siapa?" Rapunzel baru menyadari bahwa dia sudah tidak dibawah tebing jurang.


"Tenanglah, aku Hips dan ini keluargaku Hipy, Hipo, Halp, Hulf, Harf, dan Herf, sebut saja kami 7 kurcaci. Kami menemukanmu didasar tebing jurang. Dan membawamu kerumah kami." Hips yang melihat wajah panik Rapunzel berbaik hati untuk menjelaskan.


"Te... terimakasi, tanpa kalian mungkin aku sudah tidak di dunia ini lagi." Ucapan Rapunzel membuat para kurcaci tersenyum bahagia, namun tidak dengan salah satu dari merekah, dia terlihat hanya tersenyum tipis, setipis kertas.


"Ohh iya siapa namamu gadis cantik? Mengapa kamu bisa ada di dasar tebing jurang?" Pertanyaan Harf membuat semua kurcaci menjadi penasaran dengan gadis itu.


"Namaku Rapunzel, kalian bisa memanggilku Xiao Ra. Saat aku dan ayahku sedang beristirahat dikaki bukit....." 7 kurcaci dengan senang hati mendengarkan cerita Rapunzel.


Malam semakin larut. Seusai Rapunzel bercerita, semua penghuni rumah kecil ini sudah terlelap dalam mimpi merekah masing - masing. Namun tidak untuk Rapunzel, pikiranya melayang kemana - mana, termasuk memikirkan bagaimana dengan keadaan ayahnya saat ini.

__ADS_1


Karena tidak ingin terus hanyut dalam pikiranya, Rapunzel mencoba untuk melihat - lihat rumah kecil itu. Sampah berserakan, banyak sarang laba - laba, meja dan kursi berantakan.


Rumah kecil ini hanya terdiri dadi dapur, meja makan, tujuh kursi kecil, dan tujuh tempat tidur, namun sudah seperti kandang kambing. Bila dibandingkan dengan rumah kakek Miao yang penuh dengan kucing, namun sebisa mungkin kakek Miao tetap menjaga kebersihan rumahnya.


Rapunzel hanya bisa menggelengkan kepala, dan mencoba untuk membersihkan rumah itu dengan hati - hati, Rapunzel tidak ingin membuat merekah terbangun. Ketika pekerjaannya sudah selesai ternyata matahari hampir terbit.


Ketika Rapunzel membersihkan rumah kurcaci, dia menemukan banyak sayuran, jadi dia berinisitif untuk membuat sarapan untuk merekah semua.


"Selamat pagi semuanya." Rapunzel menyapa para kurcaci yang baru terbangun dari tidur lelapnya. "Ayo sarapan, aku udah masak. Tapi sebelum itu, kalian harus cuci muka dulu ya."


Tanpa menjawab apapun merekah segera pergi untuk membasuk wajah merekah, dan segera menuju meja makan. Sebenarnya merekah sangat terkejut dengan apa yang merekah lihat. Rumah yang selama ini jarang dibersihkan oleh para kurcaci, kini terlihat bersih dan rapi.


"Enakk...." Halp melahap makananya dengan mata berbinar.


"Uhuk..... uhuk..."


"Pelan - pelan Hipy, nih diminum dulu." Rapunzel memberikan minum kepada seluruh kurcaci, termasuk Hipy yang tersedak.

__ADS_1


"Terimakasi." Ucapan Hipy hanya dibalas senyuman oleh Rapunzel.


***


"Hulf, Herf, Harf, Halp, Hips. Kita pergi berkerja, dan Hipy menjaga rumah bersama Xiao Ra." Ucapan Hipo hanya dibalas anggukan oleh semuanya, merekah tidak bisa membantah perkataan Hipo, karena bagi merekah Hipo terlalu menakutkan, bila sudah marah.


Merekah segera menyiapkan peralatan masing - masing. Setelah Hipo dan para kurcaci berangkat kerja, Hipy dan Rapunzel hanya bisa memperhatikan keberangkatan merekah dari halaman yang mulai lenggang.


"Mau jalan - jalan?" Ajakan Hipy membuat kening Rapunzel berkerut heran. Pasalnya, sejak kehadiranya dirumah para kurcaci, Hipy tidak pernah menganggap keberadaan Rapunzel, dia hanya akan mengucapkan hal - hal yang perluh dia katakan dengan singkat, padat, dan jelas, tidak seperti rumus Matematika.


"Boleh." Mendengar niat baik Hipy. Rapunzel mencoba untuk tidak menolak ajakan Hipy, siapa tau hubungan merekah kedepanya akan lebih rukun.


Hipy menarik tangan Rapunzel dengan kasar, meskipun badan Hipy lebih kecil dari Rapunzel, namun Rapunzel tetap tidak mempermasalahkan perbuatan Hipy kepadanya. Rapunzel hanya berfikir, Hipy yang lebih mengetahui jalan sekitar sini.


Setelah beberapa saat menyusuri jalan setapak, merekah akhirnya sampai disebuah taman kecil yang indah. Dengan senyum bahagia Rapunzel segera berlari menghampiri bunga - bunga dengan berbagai macam warna itu.


"Rapunzel, akhirnya kita bertemu."

__ADS_1


Rapunzel tertegun mendengar suara yang sudah tidak asing ditelinganya. Rasanya sudah lama Rapunzel tidak mendengar suara tersebut, dan segera saja dia mencari sumber suara tersebut.


"Hipy?"


__ADS_2