
"Ayah...." Teriakan Rapunzel menghentikan langkah Liu Moran.
"Kamu tadi dari mana?" Liu Moran menatap putrinya dengan tatapan bertanya - tanya.
"Itu, tadi kucinya kakek Miao ngikutin sampek sini, terus aku anterin pulang deh." Mendengar penjelasan Rapunzel yang masuk akal, dan sifat Rapunzel yang manja membuat Liu Moran geleng kepala. Liu Moran segera mengajak Rapunzel untuk melanjutkan perjalanan.
Kakek Miao adalah seorang kakek tua yang hidup bersama dengan kucing, dia tinggal di ujung desa dekat pintu masuk hutan, jadi Rapunzel memiliki alasan yang masuk akal. Kucing kakek Miao sering mengikuti orang lain hingga masuk ke hutan.
Ketika hari sudah menjelang malam Rapunzel dan ayahnya baru sampai dikaki bukit, tanaman obat biasanya banyak terdapat di puncak bukit. Karena jalan menuju puncak bukit memerlukan kurang lebih setengah hari perjalanan, maka merekah memutuskan untuk mencari tempat yang cocok untuk beristirahat.
Merekah melihat tempat yang cukup strategis untuk tempat beristirahat, tepatnya ditepi sungai kecil dibawah pohon yang cukup rindang. Dikaki bukit terdapat banyak sungai - sungai kecil, jadi tidak heran bila desa merekah sangat subur.
Semakin malam, udara dingin mulai menusuk tulang, karena tempat ini tepat berada dibawah bukit. Angin yang berhembus juga terasa lebih dingin dari pada ditempat tinggal merekah di desa. Rapunzel yang sejak kecil sudah terbiasa, jadi tidak terlalu mempermasalahkan hawa dingin tersebut.
__ADS_1
Aauuuu...... Aaauuuuu.....
Brakk.... Brakkk..... Aaauuuu
Namun siapa sangka. Sebelum merekah benar - benar terlelap, suara lolongan dan derap langkah kaki terdengar jelas dari arah belakang merekah. Serigala yang kabarnya sudah lama tidak terlihat dihutan, kini muncul didepan mata merekah, dan harus berhadapan dengan sekelompok serigala kelaparan itu.
"Lari Rapunzel...." Dengan panik Liu Moran segera menarik tangan Rapunzel untuk berlari sekencang mungkin kearah sisi bukit sebelah utara, yang kabarnya belum pernah ada yang kembali hidup - hidup setelah memasukinya.
Sekitar 10 ekor serigala mengejar Rapunzel dan ayahnya, karena terlalu panik dan kondisi hutan yang begitu gelap dan lebat, banyak semak belukar yang menghalangi jalan, membuat merekah tidak sengaja terpisah.
"Aaaaa......" Teriak Rapunzel yang sudah jatuh kedalam tebing jurang. Tubuhnya seakan - akan ditarik kebawah oleh benda tak terlihat, matanya terpejam seakan sudah pasrah dengan keadaanya.
***
__ADS_1
"Apa dia baik - baik aja?" Herf menatap wajah lelah gadis yang terbaring lemah didepanya.
Gadis itu adalah Rapunzel, dia terbaring lemah, wajahnya terlihat lelah, dan lukanya berada dimana - mana. Rapunzel ditolong oleh 7 kurcaci yang tidak sengaja melihatnya sekarat di dasar tebing jurang, dan segera membawa Rapunzel ke rumah kecil merekah untuk segera dirawat.
"Ayolah Herf, kapan kamu akan berhenti memperhatikan wajah gadis itu sih? Nggak capek apa?" Hipy yang sudah bosan melihat Herf yang kurang kerjaan memperhatikan wajah Rapunzel yang terlelap, berjalan keluar dari rumahnya, padahal perbuatanya sendiri yang memperhatikan perbuatan Herf yang lebih kurang kerjaan.
"Kenap dengan Hipy, tidak seperti biasanya?" Tanya Hipo yang tampak heran melihat Hipy yang keluar rumah dengan wajah kesal.
"Mana aku tau, aku bukan Hipy." Jawaban Herf membuat Hipo, Hips, Halp, Harf dan Hurf menggelangkan kepala, tanda menyerah dengan sifat Herf.
Sudah 1 bulan lebih Rapunzel masih menutup rapat matanya, wajahnya yang tenang membuat siapapun yang melihatnya menjadi memiliki rasa iba. Ada raut kesedihan diwajah salah satu dari 7 kurcaci, ketika diam - diam dia memperhatikan wajah Rapunzel ketika para kurcaci lain sedah beristirahat.
"Andaikan saja, pertemuan kita tidak seperti ini, gadis kecil." Melihat kondisi Rapunzel yang sekarang ini, membuat salah satu kurcaci itu menghembuskan nafas dengan kasar.
__ADS_1
Sejak kapan dia menjadi seperti ini? Mungkinkah sejak dia mengetahui bahwa gadis yang selalu bertemu dengan dirinya dalam mimpi mengalami hal seperti ini? Atau ada hal lain? Banyak pertanyaan yang tidak dia mengerti berlarian dalam benaknya. Rasa gelisah, menyesal, Khawatir, dan marah bercapur aduk didalam hatinya.
***