
"Sial." Sipenyerang hanya mampu mengumpat dalam hati, karena usahanya lagi-lagi sia-sia. Dia tidak menyangka bila serangan cepatnya bisa ditangkap dengan mudah oleh seseorang.
Hipy segera melemparkan kerikil kecil kepada sang penyerang dan serangan itu membuat sipenyerang kehilangan nyawa seketika.
"Hipy, kamu tidak apa apa?" Rapunzel segera berlari menghampiri Hipy, yang sudah memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
"Ja... jangan menyentuhnya, ada racunya." Hipy segera memperingatkan Rapunzel yang hampir menyentuh pisau itu.
Karena efek racun yang sudah mulai bereaksi, membuat Hipy kehilangan kesadaranya, dan pemandangan itu membuat Rapunzel semakin khawatir dan marah.
***
"Xioa ra, ini sudah 3 hari. Kamu tidak ingin pergi istirahat?" Hipo tau yang dirasakan oleh gadis itu, karena dirinya yang menjadi target pembunuhan, membuat Hipy terluka.
"Tenanglah, bila perkiraanku benar Hipy akan segera sadar." Hipo semakin memperhatikan lingkaran hitam dimata Rapunzel, yang tampak seperti manusia panda.
"Benarkah?" Hipo tersenyum membalas pertanyaan Parunzel.
Ya, yang telah merawat Hipy selama ini adalah Rapunzel dan Hipo, kurcaci lain pergi berkerja untuk menyelesaikan pekerjaanya. Bagi Rapunzel para kurcaci adalah keluarga yang istimewa.
"Xiao ra, ada yang harus kamu tau tentang kami..." Ucapan Hipo tertahan ditenggorokan, namun cepat atau lambat dia harus memberi tahu Rapunzel.
__ADS_1
"Apa?" Rapunzel penasaran dengan ucapan Hipo yang masih menggantungkan kata-katanya.
Hipo segera menyingkirkan ranjang milik para kurcaci, keluali milik Hipy, ternya dibawah ranjang ada sebuah pintu rahasia yang menuju ruangan bawah tanah. Bila kata-kata tidak bisa Hipo ucapkan, maka dengan sedikit perbuatanya mungkin bisa memberitahukan segalanya.
Hipo segera membawa Rapunzel ke ruangan bawah tanah, disanah terdapat 12 patung porselin berbentuk manusia. Tampak nyata dimata Rapunzel.
"Wahh siapa yang membuat patung-patung ini? tampak begitu nyata dan indah." Rapunzel menyentuh salah satu patung, untuk lebih memperhatikan detail patung.
"Patung-patung ini bukan buatan manusia, tapi manusia yang berubah menjadi patung." Penjelasan Hipo membuat mata Rapunzel berkedip beberapa kali.
"Apa? kamu tidak bercanda? Lalu bagaimana merekah bisa berubah menjadi patung? Dan sepertinya merekah dari keluarga bangsawan." Pertanyaan Rapunzel membuat Hipo tersenyum kecut.
"Ya, merekah adalah para putri bangsawan, dari beberapa abat yang lalu. Merekah yang telah mencoba membebaskan kutukan kami, namun malah merekah gagal dan menjadi patung."
"Ada, yaitu harus menjadi 'Gadis Bintang' selama ini belum ada yang berhasil."
"Aku akan menjadi 'Gadis Bintang' untuk membebaskan kutukan kalian."
"Kamu tidak akan bisa Xiao ra."
"Mengapa? Apakah karena merekah tidak bisa membebaskan kutukan kalian? Merekah memang tidak bisa, tapi tidak selamanya tidak bisa kan?" Ucapan Rapunzel membuat Hipo terdiam.
__ADS_1
"Kamu tidak akan pernah mampu Rapunzel! Ini bukan duniamu."
"Suatu saat kamu akan tau, aku bisa." Rapunzel meninggalkan Hipo yang masih terpaku ditempatnya.
"Bukan begitu, Rapunzel. Kami hanya tak ingin kehilanganmu." Ucap Hipo lirih.
Rapunzel tau apa yang dia lakukan adalah kesalahan, dia bisa saja kehilangan nyawanya. Tapi baginya para kurcaci adalah keluarga ke duanya. Seberat apapun konsekuensinya, Rapunzel akan berusaha menjalaninya. Rapunzel sudah bertekat untuk mewujudkan keinginanya.
"Hipy, kapan kamu akan bangun dan mendengarkan ceritaku lagi?" Rapinzel duduk dipinggir ranjang Hipy, yang masih terlelap dalam mimpinya.
Rapunzel memang tidak terlalu dekat dengan Hipy, dia hanya tau Hipy tidak suka ada orang yang mencampuri urusanya, dan Rapunzel paham itu.
"Agrr...." Hipy mengerjapkan matanya berkali-kali, untuk menyesuaikan penglihatanya, dia memegangi kepalanya yang terasa berat.
"Hipy..." Rapunzel yang tadinya tertidur bersandarkan ranjang Hipy, terbangun mendengar eraman kesakitan Hipy.
"Maaf, membuatmu terbangun." Rapunzel tersenyum kearah Hipy. "Tidak apa-apa"
"Hipy, akhirnya kamu bangun." Hipo segera memeluk tubuh Hipy dengan semangat, seakan-akan bila dia melepaskanya dia akan kehilangan orang yang begitu berharga dihidupnya.
"Uhuk... uhuk... bisakah kamu melepaskanku, Hipo?" Wajah Hipy sudah berubah merah karena tidak bisa bernafas.
__ADS_1
Melihat kelakuan Hipy dan Hipo membuat Rapunzel menahan tawa. "merekah lucu." Pikirnya.