Ratu Penyihir Dan Pria Berandalan

Ratu Penyihir Dan Pria Berandalan
Bab 3. Si berandalan baik hati (bagian kedua)


__ADS_3

"Zhou Yu Jin, sudah saatnya kamu harus menguasai tahapan tertinggi dari kungfu penjinak api ini" kata Ling Tian menatap Zhou Yu Jin serius.


Keduanya berada dalam ruangan pribadi milik Ling Tian.


"Dunia ini penuh dengan kekejaman, mungkin bukan saat ini atau mungkin di masa yang akan datang, orang-orang kejam akan tergoda untuk merebut kedamaian Zhansang"


"Zhansang pernah hancur di masa lalu, tapi karena kemurahan hati seorang pahlawan, sehingga membebaskan penderitaan Zhansang dari orang-orang kejam."


Ling Tian berhenti sesaat sebelum melanjutkan.


"Semenjak hari itu, aku berjanji akan melindungi Zhansang dengan segenap jiwaku."


"Kamu sebagai penerus, haruslah mempunyai jiwa kesatria dan tulus melindungi Zhansang dari negeri lain"


Perkataan ayahnya saat ini tidak bisa masuk dalam pikiran Zhou Yu Jin.


Karena yang dia lihat, Zhansang adalah negeri terkuat.


Namun perkataan ayahnya hari ini akan di sesali-nya nanti.


"Ayah tenang saja, kekuatanku bisa membunuh sepuluh banteng dalam sekejap. jika ada yang berani mengusik ketenangan Zhansang, maka aku akan membasmi penjahat-penjahat itu" kata Zhou Yu Jin dengan sikap angkuhnya.


"Hmmm...dunia tidak semudah itu nak."


"Gulungan ini adalah Tahapan terakhir dari Kungfu penjinak api" kata Ling Tian sambil menyerahkan sebuah gulungan yang nampak berdebu kepada Zhou Yu Jin.


"Kuasai isi dalam gulungan itu"


"Gulungan itu adalah tahap sempurna dari keahlian yang kamu pelajari" lanjut Ling Tian.


"Tahap sempurna ?..." Gumam Zhou Yu Jin sambil menatap gulungan yang tampak berdebu.


Gulungan itu sepertinya telah lama tersimpan di ruangan ini, di lihat dari debu yang menempel.


Dan pasti hanya ayahnya yang mempelajari bagian akhir dari kungfu penjinak api clan Huo jin.


"Apakah hanya ayahku saja yang melatih tingkat paling tinggi kungfu penjinak api?..." gumam Zhou Yu Jin.

__ADS_1


"Ikut ayah "


Ling Tian, beranjak masuk ke sebuah ruangan yang tersembunyi di balik lemari buku.


Selama 18 tahun Zhou Yu Jin tinggal di clan Huo Jin, dia tidak pernah tahu dengan ruangan rahasia milik ayahnya.


Ruangan rahasia itu begitu luas dengan dinding berlapis batu yang sepertinya di buat khusus.


Ling Tian melangkah perlahan ke tengah-tengah ruangan itu.


"Zhou Yu Jin, perhatikan ini !!" ujar Ling Tian


Tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan sebuah lingkaran api yang mengelilingi tubuhnya.


Dia tidak melakukan sebuah gerakan seperti lainnya dalam menciptakan energi api. Energi api itu muncul dengan sendirinya.


Gelombang api yang melingkari tubuh Ling Tian semakin lama semakin membesar.


Zhou Yu Jin yang berada dekat dengannya seperti akan di telan oleh luapan api yang hampir mengisi seluruh ruangan itu.


Dia langsung mengerahkan energinya agar tidak terbakar oleh energi api yang keluar dari tubuh Ling Tian.


"Tahap puncak kungfu penjinak api ternyata sehebat ini !!" Batin Zhou Yu Jin.


"Menguasai ini, akan membuat energi api dalam kendalimu" ujar Ling Tian kemudian.


Sehabis perkataan Ling Tian, Gelombang api yang mengelilingi tubuhnya mulai mengecil dan akhirnya menghilang.


Seperti gelombang api itu tercipta sesuai kehendaknya.


"Berlatihlah di ruangan ini" kata Ling Tian kemudian.


"Berlatih selama 5 tahun, sudah cukup untuk mencapai level tertinggi" lanjutnya


"Baik ayah"


"Tapi..."

__ADS_1


"Sebenarnya...ada hal lain yang harus aku lakukan ayah..." kata Zhou Yu Jin.


Ling Tian tidak mengucapkan kata-kata lagi.


Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain membelakangi Zhou Yu Jin.


"Pergilah...aku tidak memaksa kamu harus berlatih sekarang."


Zhou Yu Jin menjadi Enggan keluar dari ruangan itu.


Selama ini, Zhou Yu Jin akan langsung berlatih jika ada jurus-jurus baru yang di ajarkan ayahnya. Namun hari ini dia punya urusan mendesak.


Urusan mendesak itu adalah, mencari keempat murid penjaganya.


Yang seperti biasa setiap kali dirinya selesai berlatih, pasti akan mencari keempat murid itu untuk menguji kemampuannya.


"Ayah, aku pergi dulu, selesai urusanku aku akan kembali lagi."


Zhou Yu Jin segera beranjak dari ruangan itu untuk mencari keempat murid.


Sementara Ling Tian hanya bisa menatap anaknya pergi.


Dia belum bisa memaksakan Zhou Yu Jin untuk berlatih lebih dalam, karena mengingat umurnya yang masih belum dewasa.


Wajar anak seumur dia masih belum serius dalam hal apapun.


Zhou Yu Jin merangkak perlahan, mengintip kamar yang di tempati keempat murid. tapi ruangan itu kosong.


"Hmm...kemana mereka" gumamnya.


"Sepertinya mereka menghindariku, hehehe..."


Ekspresi wajah Zhou Yu Jin seperti menggambarkan aura yang penuh dengan rencana yang menakutkan.


"Mau sembunyi di manapun pasti akan aku temukan !!"


Entah apa yang akan terjadi dengan keempat murid itu jika bertemu dengannya. yang pasti keempat murid itu akan mengalami nasib sial lagi hari ini.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2