Ratu Penyihir Dan Pria Berandalan

Ratu Penyihir Dan Pria Berandalan
Bab 7. Ketujuh Pendekar Ahli Pisau Mematikan


__ADS_3

Zhou Yu Jin melangkah dengan keyakinan yang kuat ke dalam lembah penjahat yang terkenal akan kekejaman dan kejahatan. Di tengah lembah yang dipenuhi kabut tipis, dia merasa ketegangan di udara. Langkahnya berhenti mendadak saat dia mendengar langkah-langkah ringan di depannya. Dari balik bayangan pepohonan rimbun, muncul ketujuh sosok yang menggenggam pisau-pisau berkilauan.


Ketujuh Pendekar Ahli Pisau memandang Zhou Yu Jin dengan mata tajam dan siap menyerang. Pemimpin mereka, Yang Guo, berkata dengan suara menggetarkan, "Kami adalah Ketujuh Pisau Mematikan, yang memerintah lembah ini. Tidak ada yang bisa melewati tanpa melewati kami."


Zhou Yu Jin tersenyum tenang, menunjukkan bahwa dia telah menguasai kungfu penjinak api tahap menengah. Dengan gerakan tangan yang lincah, dia menciptakan lingkaran api di sekitarnya, memancarkan kehangatan yang mengancam. "Aku datang ke lembah ini untuk membawa kedamaian. Tapi jika kalian menghalangi jalanku, aku tidak akan ragu untuk menggunakan kungfu penjinak api ini," kata Zhou Yu Jin dengan suara mantap.


Pertarungan pun dimulai, di tengah lembah yang penuh dengan api yang meliuk-liuk, antara Zhou Yu Jin yang mahir dalam kungfu penjinak api dan Ketujuh Pendekar Ahli Pisau yang mematikan. Suasana menjadi semakin panas, seolah-olah lembah ini berada di bawah tekanan dari dua kekuatan yang bertentangan.

__ADS_1


Pertarungan semakin sengit di antara Zhou Yu Jin dan Ketujuh Pendekar Ahli Pisau Mematikan. Meskipun Zhou Yu Jin telah menguasai kungfu penjinak api tahap menengah dan mengeluarkan lingkaran api mengancam, ketujuh pendekar itu tidak mudah dikalahkan. Mereka menggunakan keahlian mereka dalam seni bela diri pisau dengan sempurna.


Namun, Zhou Yu Jin adalah seorang petarung ulung yang memiliki keahlian yang tak tertandingi dalam strategi pertarungan. Dia memanfaatkan api untuk membatasi gerakan lawannya, membuat mereka terpaksa bergerak dengan hati-hati di antara nyala api yang meliuk-liuk. Ketujuh Pendekar Pisau terpaksa berkendaraan dengan waspada, kehilangan keunggulan mereka dalam pertarungan jarak dekat.


Dalam serangkaian gerakan yang cepat dan terkoordinasi, Zhou Yu Jin akhirnya berhasil memanfaatkan kelemahan-kelemahan mereka. Dia menggunakan pisau lawan-lawannya melawan mereka sendiri, membingungkan mereka dengan serangan yang tak terduga. Satu per satu, pendekar-pendekar Pisau Mematikan terpaksa menyerah, terluka, atau terjatuh ke dalam perangkap api yang telah diciptakan oleh Zhou Yu Jin.


Ternyata, ketujuh Pendekar Ahli Pisau Mematikan memiliki rencana tersembunyi yang lebih mendalam. Meskipun mereka telah mengaku kalah dalam pertarungan, mereka telah memasang perangkap sebelumnya di sekitar lembah penjahat. Mereka merancang jebakan yang berbahaya dengan racun mematikan yang akan membuat Zhou Yu Jin terperangkap.

__ADS_1


Setelah perpisahan yang damai, ketujuh pendekar itu meninggalkan lembah, meninggalkan Zhou Yu Jin di tengah lembah yang tampaknya telah kembali tenang. Tidak menyadari rencana jahat yang tengah berkembang, Zhou Yu Jin melanjutkan perjalanan, tanpa curiga terhadap apa pun.


Namun, saat ia berjalan-jalan di sekitar lembah, dia secara tidak sengaja melangkah pada batu yang terlihat mencurigakan. Batu itu menyebabkan jebakan tersembunyi meledak, melepaskan awan gas beracun yang sangat mematikan. Zhou Yu Jin segera terserang oleh racun tersebut, dan kelemahan pun mulai menghinggapinya.


Terkendali oleh rasa sakit dan kebingungan, Zhou Yu Jin tersandung dan jatuh ke tanah. Kebalikan dari apa yang dia harapkan setelah kemenangannya, sekarang dia berjuang untuk bertahan hidup. Sementara itu, ketujuh Pendekar Ahli Pisau Mematikan muncul di kejauhan, menyaksikan rencana jahat mereka berhasil berbuah.


Apakah Zhou Yu Jin dapat mengatasi racun mematikan ini dan bertahan hidup? Atau mungkin ada pertolongan tak terduga yang akan datang untuk menyelamatkannya? Ini adalah ujian terbesar yang dihadapinya, dan kisahnya masih akan berlanjut dalam ketegangan yang mendalam.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2