Ratu Penyihir Dan Pria Berandalan

Ratu Penyihir Dan Pria Berandalan
Bab 9. Rencana Pamungkas Penjahat Sejati (bagian pertama)


__ADS_3

Lembah itu terletak di tengah-tengah hutan belantara, di antara pohon-pohon yang menggantungkan ranting-ranting gugur mereka seperti tangan-tangan bayangan yang mencoba meraihnya. Cahaya bulan hanya mampu menembus tipis melalui pepohonan dan menciptakan bayangan-bayangan yang menakutkan di sekitarnya.


Suara angin yang melintas di antara pepohonan terdengar seperti desiran suara seorang hantu yang berbisik-bisik. Kabut tebal merayap di tanah, membuat langkah kuda yang di tumpangi Zhou Yu Jin menjadi samar di antara gelapnya lembah. Setiap suara jangkrik atau serangga malam yang terdengar membuatnya melompat, karena ia waspada terhadap serangan yang sewaktu-waktu bisa datang dari kegelapan.


Zhou Yu Jin merasa dingin mengalir di tulang belulangnya, dan bulu kuduknya berdiri tegak saat ia merasa seakan-akan ada mata-mata tak terlihat yang mengawasinya dari dalam bayangan. Ia tahu bahwa ketujuh Pendekar ahli pisau yang melarikan diri sebelumnya bukanlah musuh yang bisa dianggap enteng. Mereka adalah penjahat-penjahat licik yang mampu bersembunyi di dalam kegelapan dan melancarkan serangan mendadak.


Dengan penuh kewaspadaan, Zhou Yu Jin terus menyusuri jalanan gelap dan sepi di lembah penjahat, siap menghadapi segala bahaya yang mungkin mengintainya di kegelapan itu.


Setelah berjalan jauh lebih dalam lembah yang angker itu, Zhou Yu Jin akhirnya tiba di sebuah kompleks yang terlihat sangat misterius. Bangunan-bangunan yang menjulang tinggi terbuat dari batu hitam yang terkesan menakutkan. Orang-orang yang berada di dalam kompleks ini memiliki penampilan yang jahat; mata mereka penuh dengan ketidakpercayaan, dan senyum-senyuman sinis terukir di wajah-wajah mereka.


Zhou Yu Jin merasa tidak nyaman begitu ia melangkah masuk ke dalam kompleks itu. Orang-orang di sekitarnya tampaknya berbicara dengan suara rendah, tetapi kata-kata mereka terdengar penuh intrik. Ada tatapan-tatapan tajam yang mengarah padanya, membuatnya merasa seakan-akan sedang diawasi oleh banyak mata yang penuh kecurigaan.


Dengan hati-hati, Zhou Yu Jin melanjutkan langkahnya melalui kompleks ini, mencoba menjaga kewaspadaannya tetap tinggi. Ia tahu bahwa di tempat seperti ini, tidak ada yang bisa dipercayai sepenuhnya.


Lembah penjahat ini adalah tempat yang penuh dengan rahasia, pengkhianatan, dan rencana jahat yang tak terduga. Hanya yang paling licik dan kejam yang dapat bertahan hidup di tengah kegelapan yang menyelimuti lembah ini.


Orang-orang di lembah ini tampak licik dan kejam. Wajah-wajah mereka terbakar sinar mata yang penuh kebencian, dan pakaian mereka robek dan kumal. Mereka adalah individu yang hidup dalam ketidakadilan dan kejahatan, bekerja sebagai pencuri, penipu, dan pengganggu yang tidak takut melakukan apa pun untuk mencapai tujuan mereka.


Zhou Yu Jin melewati mereka tanpa bertegur sapa, dia tetap dalam kewaspadaan yang tinggi, menjaga kemungkinan ada serangan yang lain datang.

__ADS_1


Orang-orang ini sepertinya tidak menghiraukan kehadiran Zhou Yu Jin, namun setelah Zhou Yu Jin telah berjalan menjauh, tiba-tiba terdengar suara tawa dari orang-orang itu.


"Hahahaha, ketujuh Pendekar Ahli Pisau kalah dengan bocah ingusan itu ?!" ujar salah satu orang-orang itu.


Zhou Yu Jin yakin orang-orang ini adalah sekutu ketujuh Pendekar Ahli Pisau.


"Mereka pasti bagian dari ketujuh Pendekar itu" batin Zhou Yu Jin. "Aku harus waspada !"


Zhou Yu Jin tetap melanjutkan perjalanannya, dia tidak berkeinginan untuk bertarung melawan mereka semuanya.


Meski menguasai keahlian yang tinggi, namun dengan jumlah mereka yang banyak, Zhou Yu Jin sadar tidak bisa mengimbangi semuanya.


Zhou Yu Jin memang pernah mendengar tentang penjahat-penjahat yang mendiami lembah penjahat ini. Namun dia tidak pernah tahu sampai di mana kekuatan para penjahat disini. Apalagi dirinya tidak menguasai Medan tempat ini. Pasti dalam hal ini orang-orang itu lebih di untungkan dalam pertarungan.


Tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba dari arah lain yang entah dari mana berasalnya, suara kecil yang nyaring tertawa sambil mengucapkan kata-kata yang mengejek.


"Hahahaha, Bocah ingusan seperti kamu mana mungkin bisa mengalahkan kami !"


"Siapa itu?!, keluarlah dan kita bertarung layaknya pendekar sejati !!" tantang Zhou Yu Jin.

__ADS_1


Suara itu tidak menampakkan wujudnya tawanya semakin nyaring dan tidak enak di dengar.


Di dengar dari suaranya, orang itu pasti adalah seorang wanita.


"Kamu tahu?, sebenarnya racun di tubuhmu sama sekali belum hilang" ujar suara itu lagi dengan terus tertawa.


Zhou Yu Jin tidak percaya dengan perkataan wanita itu. sudah jelas racun di tubuhnya telah berhasil dia keluarkan.


"Sudah jelas tubuhku baik-baik saja, mana mungkin racun itu masih ada di tubuhku ?" gumam Zhou Yu Jin.


Dia mencoba mengerahkan kembali energinya.


Namun, sesuatu yang tak di sangkanya terjadi. semakin dia mengerahkan energinya, ada energi aneh yang ikut mengganggu sistem tubuhnya.


"Apa ?" Zhou Yu Jin menjadi khawatir dengan apa yang terjadi dengan tubuhnya.


Dalam kekhawatiran Zhou Yu Jin yang berusaha mengerahkan energinya, tiba-tiba di balik pepohonan muncul ketujuh sosok yang tidak asing lagi.


Ketujuh sosok itu adalah ketujuh Pendekar ahli pedang yang beberapa saat lalu, kabur darinya.

__ADS_1


"Itu adalah Racun pengikat energi murni" ujar Yang Guo sambil beranjak menghampiri Zhou Yu Jin yang tubuhnya mulai melemah.


...----------------...


__ADS_2