
Zhou Yu Jin masih sibuk mencari keempat murid hingga ke seluruh sudut ruangan. namun keempat murid itu belum juga dia temukan.
"Hmm...aneh, biasanya mereka selalu menungguku setelah selesai latihan."
Zhou Yu Jin beranjak keluar dari ruangan terakhir yang di periksanya. Tiba-tiba langkahnya terhenti.
Dia mendengar suara seseorang yang sangat akrab di telinganya. Suara wanita yang merupakan ibunya sendiri (Fengyin).
"Ibu !!" Gumam Zhou Yu Jin penasaran.
Ruangan ini adalah ruangan yang tidak berpenghuni dan terletak paling ujung di dalam clan Huo jin. di samping ruangan itu hanya terdapat sebuah pekarangan bunga yang tidak terawat.
Sebuah pekarangan bunga yang jarang di datangi oleh murid-murid clan Huo Jin bahkan oleh yang lainnya.
Tampaknya Fengyin tidak hanya sendirian, ada orang lain yang sedang bersamanya.
"Ada apa ibu di tempat ini ?" bisik Zhou Yu Jin dalam hatinya.
Dia perlahan mendekati ibunya yang sedang bersama seseorang dengan langkah mengendap-endap.
Zhou Yu Jin bersembunyi di balik semak-semak untuk mendengarkan perbincangan keduanya.
Orang misterius yang di temui ibunya memakai jubah hitam dengan topi lebar. wajahnya tidak bisa di kenali karena sebuah kain hitam yang terjulur dari pinggiran topinya dan menutupi wajah orang itu.
Tapi sudah bisa di tebak, orang yang bersama ibunya adalah seorang pria.
__ADS_1
"Fengyin, sudah lama sekali, tapi perasaanku sama sekali belum berubah" kata pria misterius itu.
"Althan, aku sudah berbuat begini, masihkah kamu menganggapku sebagai wanitamu ?, kita sudah terpisah 18 tahun, harusnya kamu tidak menyiksa dirimu" sahut Fengyin tertunduk.
"Aku tidak peduli dengan keadaanmu sekarang, bagiku kamu masih tetap wanitaku" kata pria berpakaian hitam itu.
"Sebentar lagi rencana untuk menggulingkan kekuasaan kerajaan Qin akan di lakukan."
"Di saat itu clan Huo Jin akan bertarung mati-matian dengan Kerajaan Qin. di saat keduanya bertempur, maka kita akan menggunakan kesempatan itu untuk menghancurkan kerajaan Qin."
"Begitu rencana kita berhasil, di saat itu juga kita akan kembali bersama."
Fengyin hanya tertunduk tanpa mengatakan apapun. memang awal tujuannya datang ke clan Huo Jin adalah untuk sebuah misi besar yang di perintahkan raja nanman.
Namun berjalan waktu, misi dan keinginan itu berubah menjadi keraguan. di satu sisi Fengyin masih ingin melakukan misi itu, tapi di sisi lain dia tidak bisa melakukannya.
Perasaan cinta kepada Ling Tian beradu dengan perasaan bakti kepada ayahnya, itu adalah dua hal yang tidak bisa dia pilih.
Namun rahasia yang seharusnya tidak boleh di ketahui oleh orang lain, sekarang telah di ketahui oleh Zhou Yu Jin.
Dan perbincangan keduanya membuat Zhou Yu Jin terkejut. dia tidak menyangka jika ibunya mempunyai rahasia yang jahat.
"Ibu...." batin Zhou Yu Jin. terasa sesak dadanya mendengar perbincangan Fengyin dan pria misterius itu.
"Fengyin, apa yang terjadi ?" kata pria misterius itu menatap Fengyin yang hanya terdiam saja.
__ADS_1
"Aku..." Fengyin tidak melanjutkan kata-katanya, dia tidak berani menatap ke wajah pria misterius itu.
"Fengyin, apakah 18 tahun kamu tinggal di sini telah merubah jalan pikiranmu ?" ujar pria misterius itu lagi dengan nada keras.
Fengyin tetap bungkam, dia tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
"Ternyata begitu" kata pria misterius itu dengan membalik tubuhnya. dia pun tidak ingin menatap Fengyin yang sekarang telah berubah menjadi orang yang berbeda.
"18 tahun ternyata bisa membuat perasaan wanita berubah"
Pria misterius itu diam sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya.
"Baiklah, sekarang aku akan melupakanmu. buat apa menjaga hati untuk wanita yang hatinya mudah tergoda dengan pria lain. tapi jangan harap kalian berdua akan hidup bersama selamanya, aku berjanji akan kembali dan mengambil nyawa Ling Tian !"
"Dan ingat, anak itu bukanlah anak yang terlahir dari rahimmu. dan jika rahasia anak itu terbongkar, kamu pasti akan di bencinya"
Sehabis berkata, pria misterius itu segera pergi meninggalkan Fengyin yang tetap bungkam. dia masih tertunduk lesu seperti menyesali apa yang terjadi. raut wajahnya menggambarkan sebuah kesedihan dalam pilihan yang sulit.
Sementara itu, Zhou Yu Jin yang masih bersembunyi di balik semak-semak, tidak berani keluar menunjukkan dirinya. dia terdiam seperti tak bernyawa tenggelam dalam kekecewaan yang menghadirkan rasa kebencian.
Namun tak bisa dirinya membenci orang yang telah merawat dan membesarkannya. meski di besarkan untuk sebuah rencana jahat, Zhou Yu Jin tidak bisa membencinya.
Entah apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya 18 tahun yang lalu.
Kata-kata pria misterius itu membuat Zhou Yu Jin memendam kekecewaan yang besar, tapi sebuah rasa penasaran muncul dari hati yang kecewa. Urusan mencari keempat murid tidak lagi di hiraukannya.
__ADS_1
Sekarang Zhou Yu Jin tertarik dengan rahasia besar yang bersangkutan dengan kelangsungan clan Huo Jin dan juga berhubungan dengan asal-usulnya.
...----------------...