Red Lotus Girl

Red Lotus Girl
Chapter 11 [ Ye Vran ]


__ADS_3

pada malam hari...


"nona apa rencana mu setelah ini......"


Miu berkata sambari memijat pundak Guan


"rencana apanya kau tidak melihat...Moyue sejak tadi mengawasi ku...."


sejak Elize mendapatkan identitas baru sebagai Guan ...Moyue tidak pernah berhenti mengawasinya...


"mmmaaf nona aku hanya kahwatir... bagaimana pun pangeran Liye itu bukan hal mudah untuk dihadapi...


Moyue mencul melalui jendela lalu menyentuh tangan Elize...


"kau jangan kahwatir....aku lebih hebat dari yang kau pikirkan...."


Guan membelai rambut Moyue...


"saat ini...aku ingin kultivitas mu lebih dari ini...kau harus memulihkan kekuatan mu..."


Guan berdiri dan mental keluar jendela...


disisi lain tepat nya di kediaman pangeran Liye..


"tuan...."


pelayan bayangan Liye muncul dan bersujud...


"katakanlah..."


Liye menjawab namun ekspresi masih menuju pada setumpuk kertas didepan nya...


"kami sampai disini tidak berhasil menemukan nona Elize....tapi aku menemukan sebuah gelang yang digunakan nona Elize...."


pelayan bayangan itu memberikan sebuah gelang kepada pangeran Liye...


"dimana kau menemukan nya....aku ingin hasil yang matang....."...


pangeran Liye menyentuh dan mencium sedikit bau yang ada pada gelang itu...


"menjawab tuan....salah satu pasukan yang aku kerahkan menemukan nya di sebuah reruntuhan gua...gua itu sudah hancur seperti di timpa oleh sesuatu yang besar....."


"bawa aku kesana..."


pengeran liye langsung berdiri dan keluar....


setelah beberapa saat akhirnya tiba di reruntuhan gua.....walau gelap dan sudah malam liye masih bisa melihat Dengan jelas reruntuhan itu...


"tuan Liye...hamba meyakini bahwa reruntuhan ini disebabkan oleh jatuhnya seekor naga...."


pangeran Liye memandang gua yang hancur dan masih tercium bau dara dari sebuah pohon...


"apa kau sempat bersandar disini karena terluka...."


kata hati liye...


Setelah itu liye kembali dari reruntuhan gua....


ia melewati sebuah sungai yang dipenuhi dengan bunga teratai...


dan terlihat seseorang gadis berjubah biru sedang memandang air...


Liya terus berjalan melewati gadis itu.....


namun dia berhenti dan membalikkan tubuhnya karena ada sebuah perasaan yang familiar...


"seseorang gadis tidak baik berdiam diri di malam hari..."


Liye mengatakan kalimat itu namun jarak nya sedikit jauh...


gadis itu adalah Guan dia sengaja duduk dipinggir perairan itu menunggu Liye...


"benarkah..... seseorang pangeran juga mengapa berkeliaran di malam hari...."


Guan memberi hormat kepada pangeran Liye....


"itu bukan urusan mu....."

__ADS_1


pangeran Liye sedikit mengerutkan kening...


"jika itu bukan urusan ku...maka harap pangeran Liye juga tidak mempermasalahkan apa yang ku lakukan.... "


Guan berkata dengan sikap anggun..


"Cih....."


pangeran Liye tidak tau harus berkata apa lagi...dia sedikit kesal lalu pergi begitu saja....


"nona seperti dia menyelidiki reruntuhan gua itu...."


Miu berbicara dengan Guan melewati telepati setelah pangeran Liye pergi...


"bagaimana tidak... Karena dia masih mengharapkan ku dan sedikit memeliki perasaan yang dalam sejak dulu...."


Guan tersenyum Sinis...


Pada pagi hari...Guan dipanggil oleh ayah untuk mengikuti latihan militer untuk nona bangsawan....


"ayah Hanya ingin kau bisa melindungi diri....tapi jangan memaksa kan diri..."


"baik ayah...."


"dan juga jangan perdulikan rumor yang menyebar itu..."


"baik ibu...."


Guan memberi hormat lalu pergi...


saat berjalan pulang Guan menemukan adik kedua Ye Vran yang kotor dan penuh dengan luka luar...luka itu disebabkan lemparan batu dari anak lain...itu semua karena saat ini masih beredar Rumor tentang Guan...


"aku tak menyangka ternyata rumor nya separah ini..."


Miu berkata kepada Guan...


Guan menghampiri Vran...dan mengulurkan tangan...


"Siapa yang melakukan nya pada mu....."


Vran memandang keatas dan melihat Guan...


Vran menangkis tangan Guan...


"jika kau tak lahir...aku tak akan pergi kedesa seperti itu...."


perkataan Guan membuat Vran terdiam dan menangis......


"katakan siap yang membuat mu seperti ini...."


Guan mengangkat kerah baju Vran....


namun dia hanya diam saja tidak menjawab...


setelah itu Guan membawa nya pulang kekediam nya...


"mandikan dia...."


Guan menyuruh pelayanan untuk memandikan Vran...


"jangan sok peduli padaku...semua ini salah mu...."


Vran memberontak saat disentuh pelayan...


"jika kau tak diam...aku bisa membakar Mulutmu agar diam...."


Guan berkata dengan dingin dan membuat Vran langsung diam dan sedikit takut....


setelah selesai mandi pelayan membawa Vran kehalaman belakang tempat dimana Guan sedang bersantai....


"nona tuan muda Vran telah selesai mandi...."


disini Vran hanya diam saja dan menekuk wajahnya....


"kalian pergi lah....."


para pelayan pergi dari halaman belakang....

__ADS_1


"ulurkan tangan mu...."


Vran hanya diam...


"aku tak ingin berbicara dua kali...."


Vran terkejut dan langsung mengulurkan tangannya...


Guan melihat banyak luka gores di lengan nya.....


"apa kau tau....jika kau terluka ada yang menangis untuk mu...."


Guan berbicara sambar mengoleskan obat...


"tidak ada yang akan memperdulikan ku...."


"tentu saja ada... pelayan yang menjaga mu akan menangis dipukuli...."


perkataan Guan membuat Vran terdiam...


"karena dia tidak bisa menjagamu... makanya dia dipukuli..."


"apa kau tau...naga adalah hewan yang paling setia.....banyak orang mengira dia jahat karena suka menghancurkan suatu daerah...."


Guan mengoles obat sambari bercerita...dan demi sedikit pandangan Vran tertuju pada Guan...


"nyatanya naga akan mempertaruhkan nyawanya untuk anak nya...."


"apa kakak pernah bertemu naga...."


Vran memperhatikan Guan saat bercerita...


"tentu saja....karena saat aku di desa Oka ada sebuah bencana evaluasi naga....naga itu menghanguskan segalanya yang dia lihat.....banyak orang mati karena hembusan api naga itu....."


"bagaimana kau bisa selamat...."


"itu rahasia...."


Guan tersenyum dan menutup botol obat itu....


"tidak jangan sentuh itu...."


Vran berteriak kesakitan karena bahunya disentuh Guan....


"buka lah baju mu...aku akan mengobati nya...."


"tidak....ini sangat sakit dan terlihat menjijikan"


Guan langsung menarik lengan Vran dan melepaskan setengah baju nya....


Vran memalingkan wajah menutup mata....


"jangan takut untuk melihat luka mu sendiri....kelak nanti kau juga akan melihat orang mati didepan mu...."


Vran membuka mata dan perlahan melihat luka nya....


"seseorang anak laki laki yang gemuk yang menyayat luka mu kan...."


"bagaimana kau tau...."


"kau harus memanggil ku dengan sopan...."


"yaa....k...kak..kakak.."


Vran berkata dengan wajah sedikit merona...


"aku akan memberikan perhitungan padanya....kelak jika kau di pukul seseorang...harus berani melawan....yang lain pikiran di Ahir"


Guan membalut luka di pundak Vran....


"ayah memang mengajariku bertarung....tapi ayah mencegah ku membuat masalah...."


"setiap orang hidup pasti ada masalahnya...."


Guan membelai rambut Vran....


"jangan beritahu ibu mengenai luka mu...jika tidak kau tak akan diperbolehkan keluar...."

__ADS_1


"baik......"


Vren mengangguk dan sedikit mengeluarkan senyum....


__ADS_2