
Sudah beberapa hari ini Gracella menonaktifkan ponselnya, Regi berusaha mencari tau keberadaan Gracella.
"Kemana sih kamu Sayang?" Tanyanya dalam hati sambil menelusuri jalanan.
"Kamu kapan kenalkan Gracella sama mama dan papa?" Pertanyaan mama dan papa Regi dua hari yang lalu terus menyiksa telinga dan kepala Regi yang tiba-tiba kehilangan kabar wanita yang baru saja dia lamar di sebuah cafe.
Gracella membutuhkan waktu untuk berdiam diri, menenangkan dirinya, mencari jati dirinya yang sesungguhnya.
"Regi gak salah, kenapa gue harus ngilang dari Regi? Kalaupun mami Lia gak izinin gue buat nikah, gue akan tetap nikah dengan Regi." Gracella mantap memilih menikah dengan Regi, membantah permintaan mami Lia yang selama ini dia anggap ibu.
***
"Aku bahagia banget karena sekarang wanita yang aku cari ada dihadapanku, aku kangen sama kamu. Aku cari-cari kamu, kata teman kerja kamu, kamu sudah lama resign?" Ucap Regi.
Gracella terdiam, "Mati gue, gue kan gak jujur kalau gue sebenarnya kerja sama Mami Lia, dan kerja di cafe itu hanya menutupi status gue." Gumam Lia dalam hatinya.
"Sayang... kamu kok diam?" Tanya Regi di dalam mobil.
"Ha? gak kok... aku cuma laper." Ucap Gracella gugup.
"Kamu kelihatannya sedang banyak masalah? kamu cerita dong sama aku, aku kan calon suami kamu." Ucap Regi.
"Gi... lu yakin mau nikah sama gue? Gue anak yatim piatu, diadopsi sama Mami Lia." Ucap Gracella dengan mata berkaca-kaca, seperti hendak menumpahkan air mata.
Regi membelai tangan Gracella namun tidak menghentikan mobil, "Kamu masih ragu? Kamu kan sudah mau menerima aku dan masa laluku, dan kamu bersedia mencintai aku, bukankah itu sudah cukup untukku?" Ucap Regi meyakinkan wanita yang ada di sampingnya.
"Gi, aku memiliki segudang masa lalu yang kelam, dan aku masih belum siap mengungkapkannya kepada orang lain, tolong undur pernikahan ini." Ucap Gracella mengiba.
"Kamu mencintai aku?" Tanya Regi, kali ini dia menepikan mobilnya dan menghentikannya. Regi menatap wajah gadis itu, dari tatapan Regi kelihatan bahwa dia sangat mencintai wanita itu.
"Gi... aku mencintai kamu, dan belum pernah aku mencintai pria selain kamu." Ucap Sella, Sella memeluk Regi, pelukan kasih sayang.
__ADS_1
***
Untuk pertama kalinya Regi membawa Sella ke rumahnya, memperkenalkannya dengan orangtuanya. Mama Ratna dan Papa Arif senang menyambut kedatangan calon menantunya itu.
"Selamat datang di rumah tante, Cantik... Kamu ternyata cantik, gak salah Regi selalu memuji dan membanggakanmu kepada kami." Ucap Mama Ratna, ibunya Regi.
"Ah tante bisa aja, Sella biasa aja kok tante." Jawab Sella tersipu malu.
"Kok berdiri aja? Kita mau duduk apa berdiri terus nih? Ajak dong mah duduk, masa calon mantu datang diajak cerita sambil berdiri." Ucap Papa Arif.
"Haha, mama sampai lupa, maaf ya Cantik, kita duduk di ruangan makan aja yah, tante tadi sudah sediakan makanan, kita makan malam bareng." Ucap Mama Ratna.
"Terimahkasi tante." Ucap Gadis itu.
Pertama kali dalam hidup Gracella dianggap saudara dan anak, tinggal di pondok Mami Lia dia tidak merasakan kehangatan seperti ini, meskipun Mami Lia baik dan lembut selama ini terhadapnya, namun tidak seperti kehangatan seorang ibu.
"Ini semua tante yang masak?" Tanya Gracella.
"Belum Om." Jawab Sella tersenyum dingin.
"Mamanya Regi jago dalam segala hal, pinter cari duit, pinter pidato, pinter memimpin perusahaan, tapi kalau masalah dapur, jangan ditanya." Tawa Pak arief menggelegar di ruangan dapur.
"Papa... malu atuh, aib isteri sendiri dibongkar." Ucap Mama Ratna.
"Heheh, maaf ya sayang, papa emang suka bercanda, yuk sambil dicobain, ini semua masakan dari Restoran langganan keluarga." Ucap Regi.
"Gak apa-apa Sayang, aku senang kok, keluarga ini smua ramah dan hangat." Ucap Sella.
***
"Jadi kamu tinggal di rumah ini?" Tanya Regi.
__ADS_1
"Iya, mami aku punya banyak anak kos, jadi rumahnya banyak kamar-kamarnya, dan semuanya cewek, selama ini aku gak kasih kamu ke rumah, aku takut kamu kepincut sama cewek-cewek kos mami aku, mereka sexy dan kadang pakaiannya kurang sopan." Ucap Sella.
"Gak apa-apa Sayang, sekarang aku da tau rumah kamu, jujur aku sempat takut kalau kamu itu sebenarnya manusia planet Mars, takutnya kamu gak nyata di Bumi makanya misterius, kerja kamu dimana, rumah kamu dimana aku gak tahu jelas." Tawa Regi.
"Ih kamu bisa aja, kamu sama aja suka bercanda sama kayak Om Arief." Ucap Sella, membelai wajah Regi. Regi dan Sella berciuman sebelum berpisah, Regi pulang ke rumah dengan wajah berbinar-binar bahagia.
***
"Mami... aku akan tetap menikah dengan Regi, tadi aku sudah berkenalan dengan orangtuanya." Ucap Sella.
"Maafin mami Sella, mami takut mereka tidak bisa menerima keadaan kamu dan masa lalu kamu, kamu sudah jujur kepada Regi dan keluarganya?" Tanya Mami.
"Aku rasa Regi akan menerima aku apa adanya Mami, aku akan menceritakannya namun setelah menikah nanti, karena aku gak mau kehilangan Regi." Jawab Sella.
"Mami tahu, kamu pasti merasa sudah diratukan oleh Regi, mama juga senang akhirnya kamu dapat bahagia kamu, tapi di satu sisi, mami takut kalau suatu saat nanti ada masalah dalam hidup kamu, lebih baik gagal dalam berhubungan pacaran dari pada gagal menjadi suami isteri, Sella." Ucap Mami Lia.
"Mami tahu apa tentang pernikahan? Memangnya mami pernah menikah? Mami sebenarnya lebih takut omset mami berkurang setelah aku berhenti kerja di dunia maksi*t mami ini kan?" Nada suara Sella meninggi.
"Sella, kamu gak pantas mengatakan hal itu kepada mami." Ucap Mira, datang dari bilik lain.
"Mira, kamu nguping dari tadi?" Tanya Mami Lia.
"Maaf Mi, tadi gak sengaja Mira lewat, terus pintu kamarnya gak ditutup, jadinya Mira sempat dengar sedikit pembicaraan Mami dan Sella." Ucap Mira.
"Terus sekarang mau elu apa?" Tanya Mira kepada Sella, dengan nada tinggi dan wajah memerah.
"Gue mau bebas, gue capek kerja kotor kayak ini, gue mau tobat, gue mau jadi wanita normal." Ucap Sella.
"Sella, mami gak larang kamu atau siapapun diantara kalian yang mau tobat, yang mau menikah dengan pria terbaik, hanya saja mami mau kalian itu jujur kepada kekasih kalian sebelum kalian menikah, mami gak mau kalian dicerai hanya karena masa lalu kalian." Mami Lia memeluk Sella, namun Sella menepiskan tangan Mami Lia.
"Mami tenang aja, intinya hanya restu dari mami, aku akan tetap menikah dengan Regi." Ucap Sella.
__ADS_1
"Biarin aja Mi, ngapain mami larang-larang orang ngeyel kayak Sella, dia ini gak tahu diri, gue sumpahin lu bakalan kena karma karena ngelawan mami." Ucap Mira tertawa.