
"Mira... kamu gak sepantasnya bicara seperti itu, Mami merasa bersalah kepada Sella, entah kenapa mami berat sekali melepas Sella dengan keadaan seperti ini, mami takut dia akan diceraikan oleh suaminya suatu saat nanti kalau suaminya tahu tentang masa lalunya." Mami Lia menarik nafasnya dalam-dalam, dan meminta waktu untuk sendiri.
Ponsel berdering, kali ini dari customer lama Gracella, "Halo... kamu dimana?" Tanya Om Ferdi, langganan Gracella.
"Di pondok, Om." Jawabnya sambil menyeka air matanya.
"Suara kamu kok beda? Kamu lagi flu?" Tanya Om Ferdi perhatian.
"Gak kok, Om." Jawab Gracella, menghela nafasnya.
"Temenin Om yuk, datang yah ke rumah Om... isteri Om lagi di luar kota." Ucap Om Ferdi.
"Baik Om." Jawab Gracella profesional.
Mengenal Regi dan menjadi kekasih Regi tidak membuat Gracella meninggalkan profesinya menjadi wanita panggilan, dia juga masih memberikan uang kepada anak-anak Panti Asuhan seperti biasanya.
"Kamu mau kemana, Sella?" Tanya Mira mengejar langkah Sella ke depan teras pondok.
"Aku ada BO." Katanya singkat, sembari mengenakan jaket kulitnya.
"Dengan kondisi seperti ini? Lagian kamu kan mau menikah, kenapa kamu masih bekerja seperti ini? Kamu gak takut kalau pacar kamu bakalan tahu tentang pekerjaan kamu ini?" Tanya Mira perhatian.
"Iya.... mau gimana lagi? Aku juga masih punya banyak tanggung jawab, dan lagi pula aku gak ada pilihan pekerjaan lain. Aku akan menjalani pekerjaan aku dengan profesional, sampai aku benar-benar menikah dengan Regi." Jawab Sella, lalu berlalu dari hadapan Mira.
Sella menaiki kendaraan transportasi online, dan tiba di kediaman Om Ferdi, rumah yang mewah di Pondok Gede, halaman yang dipenuhi taman bunga membuat rumah itu tampah lebih indah. Om Ferdi sudah menantikan kehadiran Sella sejak beberapa menit lalu.
"Honey, lama banget sih sampainya, om sampe gak nahan nih." Ucap Om Ferdi menggelitik tubuhnya.
"Om, sabar dulu dong, Om nakal ah." Ucap Gracella profesional.
Gracella berusaha tetap profesional dan sensasional sehingga kliennya merasa senang dan puas setiap kali memakai Gracella, gak heran kalau Gracella menjadi primadona di pondok Mami Lia.
***
"Mami, ini uang dari Om Ferdi, dia bayar cash tadi." Ucap Gracella pada Mami Lia, menyerahkan sejumlah uang cash.
"Sayang, makasi yah. Mami pikir kamu marah sama mami, dan gak mau lagi melayani tamu." Ucap Mami Lia.
__ADS_1
"Tenang aja Mi, Gracella akan bersikap profesional sampai Gracella benaran menjadi isteri Regi." Janji Gracella kepada Mami Lia.
Mami Lia tersenyum manis, membagi uang cash kepada Gracella, "Ini jatah kamu." Ucapnya.
Regi sedang sibuk di kantornya, hari ini dia kedatangan klien dari luar kota yang akan tanda tangan kontrak proyek kerja sama dengan Regi.
"Semoga kerja sama kita berjalan lancar yah Pak." Ucap Klien Regi.
"Iya Pak. Terimahkasih sudah mempercayakan kami menjadi mitra perusahaan bapak. Sudah lama sekali saya ingin bekerja sama dengan perusahaan bapak." Seru Regi kepada Pak Mulyadi.
Setelah pertemuan dengan kliennya, Regi menyempatkan dirinya menyapa dan menanyakan kabar kekasih hatinya, "Sayang sedang apa? Sudah makan siang tadi?" Tanya Regi di pesan singkat ponsel.
Sementara itu Gracella sedang bersiap-siap akan menghadiri seorang tamu dari luar kota, dia belum pernah bertemu dengan beliau sebelumnya, namun Mami Lia bilang bahwa tamu itu bukan orang sembarangan.
"Hotel XYY room 303 atas nama Pak Mulyadi." Ucap Mami Lia pada Gracella.
"Siap Mi... Aku jalan dulu." Ucap Gracella.
"Berikan dia pelayanan terbaikmu, dan jangan lupa minum Pil Kontrasepsi!" Ucap Mami Lia seperti biasanya memang Mami Lia selalu mengingatkan kepada semua anak-anaknya untuk meminum pil kontrasepsi.
"Ya Mi..." Jawab Gracella tersenyum, meraih tasnya lalu pergi.
***
"Hay..." Sapa Gracella.
"Kamu dimana Hon?" Tanya Regi.
"Lagi di jalan nih, maaf ya aku slow respon balas chat kamu." Jawab Gracella.
"Kamu sibuk banget, mau kemana? Aku samperin yah." Ucap Regi.
"Jangan!" Jawabnya tegas.
"Kenapa? Kebetulan aku da selesai kerja nih." Jawab Regi.
Seketika Gracella panik, bagaimanapun juga dia belum siap untuk memberitahu semua kebenarannya kepada Regi. Takut ditolak, Gracella berpikir keras, menghela nafasnya panjang.
__ADS_1
"Sella, kamu harus tenang yah." Gumamnya dalam batin.
"Gi, maaf ya aku belum bisa ketemu kamu sekarang, aku ada kerjaan penting, dan aku da buru-buru, maafin aku ya." Ucapnya terbata-bata.
Telepon terputus, Regi tidak bisa menghubungin ponsel Sella lagi, "Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi."
Di ruangan 303 di salah satu Hotel ternama di Kota Jakarta Selatan, Gracella dengan anggunnya melangkahkan kaki menuju room 303, "Pak Mulyadi bukan?" Tanyanya saat seorang pria di balik pintu room 303 membukakannya pintu.
"Sella?" Tanyanya dengan senyum.
"Iya benar, Pak." Jawab Sella merekahkan senyum manisnya di bibirnya yang seksi.
"Silahkan masuk..." Ucap pria tersebut.
Gracella masuk, dia mengamati tidak ada orang lain di dalam ruangan kamar hotel selain dia dan pria itu, dia yakin bahwa pria yang mempersilahkan dia masuk adalah benar Pak Mulyadi, tamu luar kota yang booking dia.
"Kamu cantik, aku suka sama senyum kamu." Puji Pak Mulyadi meraba wajah gadis itu.
Gracella sedikit memancing gairah Pak Mulyadi, menaikkan sedikit dres maroonnya, "Makasi Pak..." Jawabnya.
"Kamu mau temenin saya minum dulu?" Tanya Pak Mulyadi.
"Tapi Pak, ... kalau menemani bapak minum akan membuat waktu bapak banyak terbuang?" Tanya Gracella.
"Oh baby, aku gak apa kalau harus menambah tips untuk mu, aku senang melihat kamu, aku mau lama-lama denganmu, bila perlu selama aku di Jakarta ini. Mau?" Tanyanya lagi.
Gracella menuangkan minuman ke gelas kecil dan melayani Pak Mulyadi, memanjakan Pak Mulyadi seperti seorang ibu ke anaknya.
***
Regi akhirnya memutuskan untuk datang ke pondok tempat tinggal kekasihnya, dia menemui Mami Lia yang sedang menonton televisi, dan beberapa anak gadis sedang bersih-bersih pondok.
"Sella pergi ada kerjaan tadi katanya." Ucap Mami Lia kepada Regi.
"Aku pengen ke tempat kerjanya Tante, boleh gak Regi tahu dimana tempat kerja dia?" Regi memohon.
"Tante juga kurang tahu, kayaknya dia ngajarin anak les di rumah gitu, tante juga kurang paham apa yang dia kerjakan, abisnya dia itu orangnya sangat gigih, dia juga gak pernah cape untuk kerja, buktinya kadang dia kerja di Resto, kadang cuci gosok di rumah orang, ngaterin anak orang sekolah, macem-macemlah kerjaan dia, jadi tante gak pernah tanya lagi." Ucap Lia sedikit gugup.
__ADS_1
"Ya, aku kasihan banget sama dia Tante, itulah sebabnya aku pengen menikahi dia secepatnya, aku ingin menjadikan dia wanita yang benar-benar dianggap isteri, aku mencintai dia." Ucap Regi.
"Anak ini sepertinya benar-benar tulus, kasihan sekali kalau sampai dia tidak tahu kebenarannya namun dia menikah dengan seorang wanita yang menutupi banyak hal dari dia termasuk masa lalu." Gumam Mami Lia dalam batin.