Regi Dan Gracella

Regi Dan Gracella
Bab 4#


__ADS_3

Regi mengamati foto pertama kali Sella datang ke rumahnya, dia juga mengirimkan foto tersebut me Ratna mamanya.


"Mah, ini sudah Regi kirimkan foto Sella ke handphonenya mama." Ujar Regi saat duduk bersama orangtuanya.


"Mama senang karena akhirnya kamu mendapatkan calon isteri seperti Sella, jujur mama lebih suka kalau kamu menikah dengan gadis polos seperti dia dibandingkan wanita kelas sosialita seperti Diana mantan kamu." Ucap Ratna.


Regi sedikit terdiam, dia mengingat Diana sang mantan isterinya, "Apa aku salah kalau aku kini sudah jatuh cinta dengan wanita lain? Maafin aku Diana, aku harap dimanapun kamu berada, kamu akan bahagia juga sepertiku." Gumam Regi dalam batin.


Ratna Setyaningsih seorang pengusa yang tak lain adalah ibunya Regi, wanita yang ingin menikahkan anaknya dengan gadis, untuk menutupi trauma luka anaknya yang telah ditinggal seorang wanita.


***


Sebelum perkenalan antara Sella dengan keluarga Regi, mama Regi sangat ingin mencarikan Regi gadis polos dan baik hati yang akan menjadi pasangan anaknya.


"Mah... Mama ngelamunin apa sih?" Tanya Pak Arief sang ayah Regi beberapa waktu silam.


"Mama sedang memikirkan Regi, Pah. Mama pengen dia segera menikah." Ucap wanita berusia 55 tahun itu.


"Mah, bukannya ini terlalu cepat untuk menikahkan lagi Regi? Mama tau kan dulu Diana meninggalkan Regi gimana? Dan kalau kita buru-buru menikahkan Regi, pemberitaan media massa akan viral kemana-mana, mereka akan sesukanya menghujat keluarga kita, Regi baru saja resmi bercerai Mah." Ucap Arief.


"Diana sudah meninggalkannya sejak setahun Pah, wajar dong kalau kita mengurus surat cerai dari Pengadilan itu, dan sekarang sah-sah aja kalau Regi menikah lagi." Ucap Ratna.


"Tapi semua ini kan ada kesalahan mama juga, kalau saja mama gak terus menerus memaksa Diana cepat-cepat hamil, mungkin Diana gak akan pergi, kalau saja..." Terputus, kata-kata Pak Arief segera dibantah Ratna Setyaningsih.

__ADS_1


"Emangnya salah kalau mama pengen punya cucu, Pah? Mama hanya suruh Diana segera hamil, lagi pula Diana itu bukan wanita baik-baik, bukan wanita benar, kalau dia memang isteri yang baik, dia gak akan keluyuran terus pulang malam, suaminya pulang kerja dia masih ada di luar rumah, mama kasihan sama anak kita Pah, anak kita sudah berupaya menjadi suami yang baik, memenuhi semua keinginan Diana, tapi apa balasan Diana?" Ucap Ratna dengan suara tinggi.


"Iya Mah, papa tahu keinginan kita untuk menimang cucu dari Regi, namun mama juga harus tahu bahwa cucu itu adalah pemberian Yang Maha Kuasa, kalau Dia berkehendak sudah saatnya pasti Diana akan hamil, tanpa kita minta." Ucap Arief.


"Terus sekarang papa mau Regi diam saja stak di hidupnya? Umurnya semakin bertambah Pah, dia juga berhak bahagia, mama akan carikan isteri dari wanita yang lugu dan baik-baik." Ucap Ratna.


"Ehem... Lagi gibahin Regi ya Ma Pa?" Ucapnya sembari duduk di tengah mama dan papanya.


"Kamu ini, harusnya kamu gak nguping." Ucap Ratna tersenyum.


"Mama gak perlu capek-capek mencarikan Regi calon isteri." Ucap Regi.


"Regi Sayang, Diana itu gak patut untuk ditunggu, kalau dia memang cinta sama kamu, dia akan kembali tanpa kamu cari dan kamu jemput, lagian gak ada wanita yang tahan jauh-jauhan tanpa mengabari dan tanpa berkomunikasi dengan suaminya sampai setahun, lupainlah Diana Nak." Ucap mama Ratna.


"Benarkah?" Ucap Ratna tersenyum sumringah bahagia.


"Nanti Regi akan bawa dia ke rumah kita, akan Regi kenalin dia ke mama dan papa. Dia gadis yang sangat cantik, baik hati dan lugu." Ucap Regi membanggakan kekasihnya.


"Baguslah Nak, mama bahagia kalau sekarang kamu sudah bisa move on dan menemukan gadis yang lebih baik dari Diana, mama pengen segera ketemu dengannya." Ucap Ratna.


" Keluarganya bagaimana? Bibit bebet bobotnya jelas kan? Dia sudah tahu status kamu duda?" Ucap Arif.


"Regi sudah beritahukan Gracella tentang status Regi, Pah. Dia juga mau menerima Regi, Dia gadis biasa Pah, dia tidak kaya, dia hanya pekerja serabutan untuk menyambung hidupnya." Ucap Regi.

__ADS_1


"Jadi namanya Gracella? Pasti dia cantik." Ratna tersenyum lagi, kebahagiaan tampak di raut wajahnya yang awet muda. Meskipun sudah kepala lima, dia masih terlihat seperti wanita 40 tahun.


"Tapi kita ini berasal dari keluarga kalangan atas, apa kata orang-orang kalau nantinya calon menantu kita berada di kelas bawah? Dan Papa ini Pejabat di Negara ini, Papa gak mau ada pemberitaan negatif di media massa kalau Regi menikah. Mama tahu kan saat Regi bercerai, banyak berita miring di luaran sana tentang keluarga kita." Ucap Arief.


"Pah, dia gadis baik-baik kok." Jawab Regi singkat dan memelas.


"Pah, tak apalah... gak perlu memaksakan Regi untuk mencari wanita dari kelas atas , yang paling penting dia bisa memberikan kita cucu, menyayangi Regi dan bisa menjadi isteri yang baik juga yang paling penting menjadi menantu yang baik untuk kita." Jawab Ratna menguatkan jawaban anaknya.


Regi tersenyum, " Dia berbeda dengan gadis kebanyakan Mah, dia tidak matre, dia juga tidak pernah menuntut Regi untuk memberikan dia apapun, Regi sangat mencintai dia Mah, Pah." Ucap Regi membanggakan Sella dihadapan orangtuanya.


"Baru kali ini mama melihat anak mama tersenyum happy banget kayak gini, mana mungkin mama menolak untuk bertemu dan berkenalan dengan gadis itu, mama pengen bertemu dia."


***


Terkadang cinta membutakan mata hati seseorang, Regi tidak memperdulikan apapun tentang Gracella, dia tidak banyak bertanya tentang Gracella, dia tidak menuntut Gracella untuk selalu ada, namun yang Regi tahu Gracella adalah gadis yang dia cari.


Gracella selalu memakai pakain yang sopan, bertutur kata lembut, memakai make up yang simple namun elegan saat bertemu dengan Regi, Regi merasa Gracella itu adalah sosok wanita lugu yang memang dia idam-idamkan.


"Dulu mantan isteri kamu itu pasti cakep." Gracella mulai mencari tahu tentang mantan isteri kekasihnya.


Regi menatap wajah Gracella, "Untuk apa cantik kalau hatinya tidak." Jawabnya.


"Aku pasti gak ada apa-apanya dengan dia." Gracella merasa sangat insecure.

__ADS_1


Sebagai wanita normal rasanya jika Gracella menjadi insecure, dia sudah melihat sendiri keluarga Regi, rumah Regi bahkan semua barang2 yang dikenakan Regi, semua itu jauh dari kelas Gracella.


__ADS_2