
Setelah diolok-olok oleh sekumpulan laki-laki di bengkel, Gracella semakin berniat dan bertekat untuk mengubah hidupnya.
"Gue harus berubah." Ucapnya sembari mengendarai motornya dan memikirkan cara untuk memperbaiki standart hidupnya.
"Mami, gue harus berubah, gue pengen dihargai oleh semua orang, gak kayk sekarang ini." Ucapnya sambil cerita masalah tadi kepada maminya.
"Sekarang apa lagi yang akan kamu lakukan?" Tanya mami Lia.
"Mami, aku pengen mami berbohong sekali saja kepada keluarga Regi, tolong jangan beritahukan siapa aku yang sebenarnya, orangtuaku siapa yang sebenarnya, tolong ya Mi, demi masa depanku." Pinta gadis itu pada mami Lia.
"Maksud kamu apa? Kamu nyuruh mami berbohong? Mami gak bisa berbohong, kamu harus tahu kalau itu resikonya sangat besar, sayang." Ucap Mami Lia.
"Mami sayang gak sama aku?" Ucap gadis itu lagi mengiba.
"Sayang, saat kamu mau membuka rumah tangga baru dengan Regi, sebaiknya kamu jujur saja sama keluarganya dan sama Regi, mami gak mau nantinya rumah tangga kamu akan hancur, mami sayang sama Gracella." Ucap Mami Lia membelai rambut Gracella dengan penuh kasih sayang.
"Mi, aku gak akan diterima sama keluarga Regi, mana mungkin keluarga terpandang seperti keluarga Regi mau menerima keberadaan aku, mi... tolong aku, mami tahu kan kalau masa depanku ada di tangan mami, tolonglah." Pintanya lagi.
Mami Lia memandangi tatapan gadis itu dengan tajam dan penuh harapan kalau mami Lia akan bersedia membantunya karena memang hanya mami Lia yang sanggup dan bisa melakukannya.
Mami Lia merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuat anak angkatnya itu bahagia, dia meminta waktu untuk memikirkannya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk setuju.
"Baik, mami setuju untuk melakukan apapun yang kamu rencanakan demi masa depanmu, tapi asal kamu tahu yah, mami sebenarnya gak setuju kalau kamu harus berbohong kepada calon suamimu." Ucap Mami Lia.
***
Akhirnya Gracella mengontrak sebuah rumah, menatanya sedemikian rupa agar terlihat rumah keluarga baik-baik, menempel beberapa foto keluarga yang hangat.
__ADS_1
"Rumah ini sangat bagus, kamu bayar sewanya berapa? Dan uang dari mana?" Tanya Mami Lia saat masuk ke dalam rumah sewa tersebut.
"Aku hanya mengontraknya sebentar saja Mi, ya palingan 2 atau 3 bulan saja lah, memang sih mahal dan aku sudah jual perhiasan aku demi ini, sebentar lagi akan datang beberapa perabotan juga untuk menghiasinya." Ucap Sella.
"Ini Foto siapa yang kamu ambil?" Tanya mami Lia sembari menunjukkan foto yang menempel di dinding.
" Ini foto orang lain, aku copot dan aku pasang di dinding, kalau nanti keluarganya Regi datang kesini, mereka tahu bahwa aku berasal dari keluarga baik-baik dan harmonis." Ucap Gracella.
"Kamu yakin cara ini akan berhasil? Nak, ini kebohongan yang sangat besar, mami gak mau kamu akan ditendang dari keluarga Regi saat kebohongan ini terkuak." Ucap Mami Lia.
Seketika mata Gracella berkaca-kaca, dia sangat sedih, "Mami, aku hanya ingin merasakan punya keluarga yang normal, aku pengen rasain punya mama, papa yaitu mama dan papa Regi, aku pengen punya kebahagiaan yang utuh, aku tahu selama ini mami sudah sangat banyak memberikan aku kasih sayang, namun aku tidak merasakan kasih sayang seorang ibu, tolong aku Mi." Ucap Gracella memohon.
"Kalau suatu saat nanti ketahuan, bagaimana?" Tanya Mami Lia.
"Kalau suatu saat ketahuan, berarti Tuhan hanya memberiku waktu bahagia sesingkat itu, gak apa-apa Mi, yang penting aku pernah merasakan jadi anak, jadi isteri, jadi menantu dari keluarga baik-baik." Ucap Gracella.
"Mami, makasih yah mami sudah support aku, aku gak mau mengecewakan Mas Regi, aku sudah siapkan makanan untuk disantap besok malam, keluarga mereka akan datang besok jam 7 malam. Mami, tolong bersikap baik dan ramah juga elegan." Ucap Gracella.
Mami Lia memeluk Gracella dengan penuh kehangatan, lalu Gracella mengecek setiap bagian dari rumah sewa itu, dan Mami Lia turut mengawasi cleaning service.
"Sayang, aku gak sabaran jumpa sama keluarga kamu besok malam." Chat dari Regi.
"Iya Sayang." Jawab Gracella singkat.
Bukan hanya itu, Gracella juga membayar orang suruhan untuk berpura-pura menjadi bagian dari keluarganya, seperti menjadi paman, om, tantenya seolah dia memiliki keluarga yang utuh.
"Kamu bayarin mereka semua?" Tanya Mami Lia kaget saat bertemu mereka.
__ADS_1
"Iya Mi, kenalin Mi Bu Ratih akan menjadi tante aku, adiknya mama aku, sedangkan ini suaminya tente Ratih, dan Paman ini akan berperan menjadi suami Mami." Ucap Gracella.
"Astaga Nak, ini sudah kayak drama, mami gak mau." Ucap Mami Lia.
"Mi, ayolah Mi, aku sudah persiapkan semuanya dengan matang loh, mami jangan seperti itu dong." Ucap Gracella.
"Tapi Mami gak perlu harus punya suami, Mami bisa bilang kalau Mami ini janda." Ucap Mami Lia.
"Mi, tolonglah, serahkan semuanya sama Gracella, Gracella akan aturkan, Gracella janji gak akan membuat mami malu, Gracella sudah matang-matang memikirkan semua ini." Ucap Gracella.
Mendengar perkataan gadis itu, membuat Mami Lia tak mampu berkata apapun untuk menyanggahnya, dia tahu kalau Gracella adalah gadis yang keras kepala, sehingga tidak akan mudah untuk dibantah.
"Kamu itu ya keras kepala banget." Ucap Mami Lia.
***
Regi dan keluarganya juga mempersiapkan segala sesuatunya sebab kedatangan mereka kali ini juga sekalian lamaran.
"Mamah da gak sabaran pengen punya menantu, Pah." Ucap Mama Regi kepada suaminya.
"Mah, papa sih berharap calon besan kita tidak mempersulit semuanya agar semua berjalan lancar dan kita cepat menikahkan anak kita dengan Sella, Papa juga pengen Regi itu cepat-cepat menikah." Ucap Papa Regi.
"Kali aja kalau sudah menikah, Regi akan hidup sehat, gak begadang, gak mabuk dan bangun gak kesiangan." Ucap Mama Regi.
"Benar Mah, papa juga berharap seperti itu, kasihan Regi, setelah pisah dengan Diana, dia menjadi tidak terurus, tidak ada yang bisa mengontrol dia, bahkan jadi mabuk-mabukan mulu." Ucap Papa Regi.
"Iya Pah, padahal Regi itu anak yang baik, tapi kenapa ya Pah, nasibnya Regi itu kurang beruntung, Diana masuk dalam hidupnya lalu merusak." Ucap Mama Regi.
__ADS_1
"Jangan bahas yang sudah lewat Mah, jangan diingat-ingat lagi, yang penting sekarang Regi sudah memiliki calon isteri yang baik, sederhana dan gak banyak tuntutan, Papa sih gak masalah bila Regi mendapatkan isteri yang tidak bekerja, ataupun dari keluarga miskin, yang penting dari keluarga baik-baik." Ucap Papa Regi.