Reincarnation Sword Sky Emperor

Reincarnation Sword Sky Emperor
Ch.18 Pertarungan Satu Vs Tiga


__ADS_3

Akibat suara ledakan dari bentrokan tersebut, Yan Zilan bangun dari kultivasinya, dan menuju ke tempat bentrokan.


Pada saat ini, Sebagian Klan Fang sudah menjadi reruntuhan akibat bentrokan itu.


Fang Zifeng di dorong dan memuntahkan darah menatap lurus ke arah Xue Feng dengan mata menyeramkannya, tetapi dia tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya.


Aliran Qi emas Xue Feng mengalir menyelemuti tubuhnya, dan terus menerus menyembuhkan luka-lukanya.


Melihat Yan Zilan keluar Xue Feng menoleh dan berbicara


"Kamu kembali dulu. Aku tidak memanggilmu, jadi jangan keluar."


Fang Zifeng menatap Xue Fengdengan dingin, "Kamu sangat kuat, dan kamu telah meninggalkan rasa takut yang tersisa di hati saya."


"Dragon Slaying Sword walaupun rusak masih sangat kuat?" Xue Feng menghela nafas.


"Siapa kamu?"


Mendengar Xue Feng berbicara tentang pedangnya, wajah Fang Zifeng tidak pernah seterkejut seperti sekarang. Suaranya sedingin Es.


Dragon Slaying Sword adalah sesuatu yang dia peroleh dari sebuah Reruntuhan kuno di wilayah Akademi Immortal. Meskipun itu adalah Pedang kuno yang rusak, itu sudah setara dengan harta tingkat mendalam kelas atas.


Selain dia, tidak ada orang lain yang tahu nama pedang itu, jadi bagaimana Xue Feng tahu namanya?


Xue Feng tertawa. Dia masih meremehkan kekuatan Dragon Slaying Sword ini, untuk berpikir bahwa itu benar-benar dapat memblokir kekuatan destruktif Formasi Sembilan Pedang Misterius.


Tapi dia tidak khawatir, karena untuk Dragon Slaying Sword, dia bertekad untuk menang.


Itu karena Fng Zifeng tidak tahu penggunaan Dragon Slaying Sword ini, dan hanya ketika pedang itu berada di tangannya, Dragon Slaying Sword melepaskan kekuatan yang tiada taranya.

__ADS_1


Pada saat ini, Fang Zifeng sekali lagi mengeluarkan pedangnya. Kali ini, pedangnya seperti Naga yang muncul dari jurang saat Pedang Qi yang tajam dan kuat menebas Xue Feng.


Sembilan laut Qi di dantian memicu gelombang roh mengerikan yang terus-menerus mengalir ke lengan kanan Xue Feng. Qi ilahi yang di serap dari Kalung Giok hijau mengalir, dan lengan kanannya dipenuhi dengan energi destruktif.


Aliran Qi berwarna warni bergegas ke ujung jari, terus menekan dan menguatkannya, dan dengan suara sedikit pecah, jari Xue Feng tidak bisa menahan kekuatan sekuat itu dan kulitnya mengelupas. akibat perlindungan Cahaya emas di jarinya yang terus menerus menyembuhkan luka.


Nine Fingers Soul' adalah Seni beladiri diatas tingkat Langit dari 'Kitab yang ada di Kubus Biru'. Itu dibagi menjadi sembilan Gaya.


Gaya pertama adalah Exterminate the World Finger, yang bisa mengubah Aliran Qi menjadi kekuatan destruktif. Itu menakutkan dan sangat kuat, setidaknya Xue Feng harus mencapai ranah puncak Spirit Sea dengan metode budidayanya, tubuhnya akan mampu menahan kekuatan gaya pertama.


Aliran Qi yang sangat besar dengan kekuatan destruktif yang kuat, menuju Fang Zilan. Saat beberapa meter dari Fang Zilan, Aura Tahap Golden Core tengah meledak di belakang Fang Zilan, aura itu dari Master yang datang bersama Fang Zilan, dia adalah penatua Akademi Immortal yang mendampingi Fan Zilan. Penatua ini berdiri di depan Fang Zilan, Qi yang besar membentuk perisai menutupi keduanya.


Serangan Jari dari Gaya pertama Exterminate the World Finger, bertabrakan dengan Perisai yang dibuat penatua itu.


Bang!!


Gelombang kejut dari bentrokan itu membuat kedua belah pihak terlempar ke belakang.


Dragon Slaying Sword di tangan Fang Zifeng terlepas dan dia meludahkan beberapa teguk darah.


Xue Feng berdiri kembali dan bergegas mengambil Dragon Slaying Sword yang terjatuh ke tanah. Tubuh Xue Feng mulai lelah dan akan terjatuh, Tetapi Yan Zilan datang menyangga tubuhnya agar tidak jatuh.


Penatua menyuruh Burung Roc Hitam untuk menyerang Yan Zilan yang sedang membantu Xue Feng.


Melihat Burung Roc Hitam kearahnya, muncul rasa takut di mata Fang Zilan. Tetapi saat melihat Xue Feng terluka dia memberanikan diri untuk berdiri ke depan Xue Feng dan menghalanginya.


Tapi, bagaimana ranah Refining Qi tanpa pengalaman bisa menahan serangan Ranah Spirit Sea tingkat tiga?. Yan Zilan langsung dikirim terbang oleh serangan Roc Hitam itu.


"Yan Zilan!!" Xue Feng teriak dengan khawatir

__ADS_1


"Jangan khawatir, kamu akan segera menyusulnya" teriak Fang Zifeng di kejauhan.


Burung Roc hitam itu melancarkan serangan ke arah Xue Feng. Xue Feng menutup matanya dan tiba tiba membukanya. Niat membunuh muncul di matanya dan aura di sekitarnya berubah secara drastis, membawa rasa haus darah yang tak ada habisnya dan niat membunuh.


"Kamu seharusnya tidak melakukan ini padanya!


Fang Zifeng, Penatua, Roc Hitam dan Fang Hao merasa tidak nyaman di hatinya, seolah-olah Orang di depannya bukan pemuda dengan kultivasi Refining Qi, tetapi dewa kematian.


Memegang Dragon Slaying Sword di tangannya, Xue Feng merasakan kekuatan yang beredar di dalamnya, dan mengungkapkan senyum.


Melihat mereka berempat, niat membunuh nya melonjak, seperti pedang berharga terhunus, ia melepaskan kekuatan yang tak tertandingi!


"kalian berempat, aku akan membunuhmu hari ini!"


Selesai berbicara, Dragon Slaying Sword di tangan Xue Feng melepaskan aura yang bahkan lebih mengerikan daripada di tangan Fang Zilan.


Burung Roc hitam mundur setelah mendengar perintah dari tuannya.


Penatua, Roc Hitam, dan Fang Zifeng melepaskan serangan terhadap Xue Feng.


Duarr


Bentrokan dari kekuatan destruktif itu, mengakibatkan semuanya terlempar dan Kediaman Klan Fang menjadi reruntuhan, Fang Hao yang menonton di belakang ketiga orang lawan Xue Feng, terkena kekuatan destruktif dan meledak menjadi kabut darah.


Xue Feng memuntahkan beberapa teguk darah, wajahnya pucat setelah menggunakan kekuatan terakhirnya.


Sisi lain Fang Zifeng juga memuntahkan juga darah, jubahnya menjadi merah karena penuh dengan darah dari luka tubuhnya dan muntahan dari mulutnya. Sedangkan penatua Akademi Immortal sedikit lebih baik, dia hanya mengalami luka luar yang cukup besar, tetapi tidak memiliki luka di organ dalamnya.


Penatua bangkit dan berfikir dalam hatinya "jika anak ini dibiarkan bertumbuh beberapa tahun, bahkan bulan saja. Dia bisa membunuhku dengan mudah, jadi sekarang saya harus membunuh anak ini apapun resikonya.

__ADS_1


Dia bangkit dan berjalan mendekati Xue Feng, saat beberpa meter dari Xue Feng suara menggelar muncul di Langit di iringi aura yang menakutkan.


"BERANINYA KAU MENYAKITI TUAN MUDA"


__ADS_2