Reincarnation Sword Sky Emperor

Reincarnation Sword Sky Emperor
Ch.22 Lembah Pedang


__ADS_3

Saat Paman Yan meninggalkan Kota Laut Selatan dengan Yan Zilan dengan terbang, dia melihat Burung Roc Hitam dan Dua pria satu dengan Jubah yang sama dengan Penatua Akademi Immortal yang dia bunuh, satu lagi mengenakan jubah berwarna ungu.


Lalu Paman Yan mendekat ke Penatua Akademi Immortal dan Pria Jubah ungu itu. Mereka adalah Penatua Pertama dan Wakil Kepala Akademi Immortal yang diperintahkan untuk menyelidiki Kematian Fang Zifeng dan Penatua Kedua.


"Berhenti" Paman Yan berkata dengan dingin


Roc Hitam itu segera berhenti. Penatua Akademi dan Wakil Kepala aneh sekaligus melihat seorang pria yang sedang menggendong pemuda dan pria itu terbang tanpa binatang buas atau alat mencegatnya di perjalanan.


"Jangan kau menyelidiki apalagi menyentuh Tuan Muda, saya tau kau pergi untuk menyelidiki kematian penatua dan muridmu. Penatua dan muridmu itu di bunuh olehku, dan masalah ini berakhir sampai sini, jika Akademimu berani menyentuh Tuan Mudaku, jangan salahkan saya jika akademimu rata dengan tanah" Paman Yan berkata dengan dingin sekaligus mengeluarkan aura yang kuat


Kedua Pria diatas Burung Roc Hitam itu memuntahkan darah oleh Aura Paman Yan. Lalu wakil Kepala berkata "baiklah kami tidak akan menyelidiki masalah ini lagi, dan tidak akan menggangu tuan mudamu, tapi siapa tuan mudamu yang disinggung oleh Fang Zifeng dan Penatua kami?


"Nama Tuan Muda Kami adalah Xue Feng, Ingat Itu!!! Paman Yan lalu menghilang dari pandangan Penatua Pertama dan Wakil Kepala Akademi Immortal itu


Setelah Paman Yan pergi, Wakil Kepala mengutuk " ********, monster apa yang di singgung oleh Kedua orang bodoh itu, untungnya kita belum sampai sana, jika kita sudah sampai Kota Laut Selatan, mungkin sekarang kita sudah mati."


"Betul, untuk menyinggung Tuan Muda dari orang tadi, apakah Penatua Kedua Buta?, dengan menyinggung bisa membuat kehancuran Akademi, untungnya Pria tadi tidak menghancurkan akademi kita, hanya membunuh dia dan Fang Zifeng." Penatua Pertama menghela napas, kematian Fang Zifeng dan Penatua Kedua lebih baik daripada kehancuran seluruh akademi


"Ayo kita laporkan masalah ini ke Kepala Akademi"

__ADS_1


Mereka berdua bergegas kembali ke Akademi untuk melaporkan masalah ini.


..


Di sebuah Hutan di Pegunungan


Seorang remaja perlahan berjalan di jalan setapak dengan pedang kuno di punggungnya.


Wajah remaja itu tenang, dia adalah Xue Feng yang sedang menuju Lembah Pedang.


jalan menuju Lembah Pedang itu berbahaya, dan orang-orang biasa tidak bisa maju sama sekali dan akhirnya dimakan oleh Clan Burung Setan. Hanya Ahli yang kuat yang bisa berjalan di jalan itu, tetapi meski begitu, masih ada ahli yang kuat tetap mati pada jalan ini.


Baik setan dan binatang buas memiliki daging dan darah roh murni di tubuh mereka.


Bagi seorang yang menjalankan kultivasi tubuh, daging dan darah binatang memiliki efek besar. Itu meningkatkan kekuatan daging mereka dan bahkan berubah menjadi bentuk energi spiritual yang paling murni, memungkinkan Kultivator tubuh untuk berkultivasi lebih cepat.


Yang paling berharga di antara mereka semua adalah binatang yang memiliki kultivasi tinggi dan memiliki Bloodline yang kuat . Bloodline kuat di tubuh mereka memiliki efek yang sangat besar bagi tubuh.


Daging dan darah roh dari tiga binatang buas hanya seukuran kepalan tangan dan berwarna kuning.

__ADS_1


Daging dan darah dari tiga binatang melepaskan aroma yang memikat, menarik binatang buas di pusat gunung. Suara gemerisik datang dari sudut gelap jalan ini, dan ular hitam panjang lima meter menatap lurus ke arah Xue Feng.


Ular hitam itu memancarkan aura ganas. tubuh hitamnya berkilau memancarkan cahaya. Ini adalah ular tingkat Lima Spirit Sea, yang dikenal sebagai Ular Angin Hitam.


Xue Feng menebas pedangnya, dan tubuh lincah Ular Angin Hitam menghindar saat tubuh kuatnya menyerang langsung ke arahnya.


Ekspresi Xue Feng tidak berubah, dia mengangkat Dragon Slaying dan bergegas ke depan, Aura tingkat Sembilan Refining Qi meletus dari tubuhnya, dan Aliran Qi bergegas ke Dragon Slaying Sword.


Darah berceceran ke segala arah. Dragon Slaying Sword yang tajam dan kuat langsung memotong tubuh ular itu menjadi dua.


Setelah menggali daging dan darah dari Ular Angin Hitam, Xue Feng memasukan ke Cincin penyimpanan dan terus bergerak maju.


Setelah setengah jalan, Xue Feng menemukan beberapa binatang buas yang lebih ganas dari Ranah Spirit Sea, yang langsung dibunuh olehnya.


Selama perjalanan beberapa hari, Xue Feng telah membunuh puluhan binatang buas, dan Level Kultivasinya telah berkembang mencapai puncak tingkat sembilan Refining Qi.


Pada saat ini, auranya telah tertahan dan dia menyembunyikan kultivasinya!


Setelah lima hari melakukan perjalanan melalui hutan terpencil jauh di pegunungan, Xue Feng akhirnya mencapai daratan. Setelah setengah hari perjalanan, dia melihat desa dekat Lembah dikejauhan.

__ADS_1


"Lembah Pedang, aku akhirnya tiba." Xue Feng berkata pada dirinya sendiri.


__ADS_2