Reincarnation Sword Sky Emperor

Reincarnation Sword Sky Emperor
Ch.19 Kemunculan Pria Berjubah Hitam


__ADS_3

"BERANINYA KAU MENYAKITI TUAN MUDA"


Sebuah Suara menggelar dan aura menutupi langit dan bumi, membuat Penatua akademi tidak bisa bergerak.


Penatua mengangkat kepalanya, keringat mengucur deras di tubuhnya. Dia ketakukan dengan aura ini, bahkan orang terkuat di Akademi Immortal tidak sepersenpun auranya dari aura ini.


"Tuan, maafkan saya, saya tidak tahu bahwa orang ini adalah Tuan Mudamu." Penatua Akademi itu berkata dengan gemetar


Sesaat, pria dengan jubah hitam yang menutupi tubuhnya muncul didepan Xue Feng, pria itu adalah pria yang ada di depan gua tempat Xue Feng saat menyembuhkan lukanya sekaligus orang yang memusnahkan kelompok Klan Fang yang mengejar Xue Feng saat itu. Dia berdiri dengan tangan dibelakang, memandang dengan jijik penatua Akademi Immortal ini.


Melihat Pria jubah hitam itu tidak menjawab, penatua itu berbicara kembali "mohon maaf, tuan, Saya tidak tahu bahwa pemuda ini Tuan mudamu, saya akan memberikan kompensasi untuk luka Pemuda ini, saya akan pamit dulu"


Penatua itu membawa Fang Zifeng dan menaiki Roc Hitam


Saat Burung Roc Hitam itu ingin pergi, Pria jubah hitam itu berkata dengan dingin, " siapa yang memerintahkanmu untuk pergi?"

__ADS_1


Roc Hitam itu segera diam tidak berani bergerak, Penatua Akademi Immortal itu berbalik dan berbicara "Tuan, kami sungguu tidak tahu bahwa Pria muda itu adalah Tuan mudamu, jika kami tahu, kami tidak akan menyentuh bahkan sehelai rambut tuan mudamu, maafkan kami tuan, kami akan memberikan kompensasi untuk tuan mudamu"


"Baiklah, tapi kalian harus mematahkan satu tangan dan melumpuhkan dantian kalian, lalu memberikan kompensasi dengan satu juta batu roh tingkat tinggi, aku akan menyelamatkan nyawa dan melepaskan kalian." Kata Pria jubah Hitam itu


"Jangan bercanda tuan, seluruh harta sekte saja tidak lebih dari satu juta batu roh kelas tinggi, bagaimana saya bisa membayar sebanyak itu sebagai kompensasi." Penatua Akademi Immortal tersebut berkata dengan wajah gelap.


"Kamu sangat miskin dan tidak bisa membayar kompensasi, salahkanlah dirimu dan akademimu yang miskin karena tidak bisa membayar nyawamu dan muridnya." Pria berjubah hitam itu melambaikan tangannya dengan pelan, tetapi gelombang Qi seperti tsunami datang dari lambaian tangan itu ke arah Penatua Akademi Immortal, Burung Roc Hitam dan Fang Zifeng.


Xue Feng berdiri di belakang Pria berjubah hitam, seluruh tubuhnya berlumuran darah, melepaskan Qi yang menakutkan.


Sampai saat ketika Penatua Akademi Immortal dkk meledak menjadi kabut darah oleh lambaian tangan Pria Berjubah Hitam, aura menakutkan dari tubuh Xue Feng benar-benar menghilang, Xue Feng jatuh ke tanah dengan kulit yang sangat pucat dan lemah.


Jika itu orang lain, mereka pasti sudah mati.


Namun, Xue Feng mengolah Metode Celestial Dao Art dan Celestial Body Art, Aliran Qi yang kuat terus-menerus menambah kekuatan hidupnya.

__ADS_1


Setelah Fang Zifeng, Penatua Akademi Immortal, dan Burung Roc Hitam mati, pertempuran akhirnya berakhir. Xue Feng terbaring pingsan di tengah-tengah reruntuhan Klan Fang.


Di Salah satu Ruangan Akademi Immortal, Seorang Pria Paruh baya melihat dua batu berwarna biru hancur. Batu biru itu adalah batu yang mentandai kehidupan murid Batin dan penatua Akademi Immortal, batu itu diisi oleh Esensi Qi setiap Murid Batin dan Penatua Akademi Immortal untuk memberitahu keadaan hidupnya.


"Fang Zifeng dan Penatua Kedua Mati, siapa yang membunuhnya?, bukankah mereka pergi ke Kota Laut Selatan yang terpencil, bagaimana mereka bisa terbunuh?." Penatua yang mengawas batu itu terkejut atas kehancuran batu Penatua Kedua dan Fang Zifeng, dan bertanya dalam hatinya. Penatua kedua adalah ahli terkuat kedua diantara para penatua dibawah penatua pertama, sedangkan Fang Zifeng murid Jenius yang diangkat oleh Kepala Akademi sebagai murid langsungnya.


Penatua yang mengawas batu biru itu segera melaporkan kematian Penatua Kedua dan Fang Zifeng kepada Kepala Akademi dan Wakil Kepala Akademi.


Setelah mendengarkan kematian Fang Zifeng dan Penatua Kedua, Kepala Akademi sangat marah, dan memukul meja disampingnya. Aura puncak Golden Core meledak menghancurkan meja di sampingnya menjadi debu.


"Siapa yang berani membunuh Penatua dan Murid Langsungku?" Kepala Akademi bertanya kepada Pengawas Batu Biru itu.


"Saya tidak tahu, Fang Zifeng dan Penatua Kedua pergi ke Kota Laut Selatan yang terpencil, untuk mememui kakeknya." Jawab penatua pengawas batu itu sambil menundukkan kepala.


"Wakil kepala, tolong selidiki Kematian Penatua Kedua dan Fang Zifeng, mungkin seseorang yang membunuhnya berada di Tahap Akhir Golden Core, mintalah bantuan penatua pertama untuk menyelidiki nya." Kepala Akademi menoleh ke Wakil Kepala dan berkata.

__ADS_1


"Baiklah ku akan menyelidiki masalah ini" Wakil Kepala menyetujui permintaan Kepala Akademi, dan menuju tempat penatua pertama.


__ADS_2