
Setelah cukup jauh dari keributan itu, para gadis duduk terengah-engah, mereka lolos dan berhasil melarikan diri
Elysara tidak memikirkan acara kencan buta yang bertujuan untuk percintaan akan berakhir seperti ini
"Hei kamu tidak lupa kesepakatan kita kan?"
"Aku selalu menepati janjiku kau tau... Tetapi apakah kamu yakin hanya ingin ikut ayahku saja ke wilayah berbahaya itu?"
"Yap" Jawab Elysara jelas
"Sayang sekali.. Padahal kue itu sangat enak, aku akan membicarakan kepada ayahku tentang kau yang ikut nanti"
"Ngomong-ngomong kenapa kamu ingin ke sana Elys?" Kuhi bertanya heran, dia sudah memikirkan alasan Elysara ingin pergi ke aston sebelumnya tetapi dia tidak bisa menebaknya
"Hmm? Oh aku ingin berlatih tentu saja"
"Berlatih? Di wilayah peperangan?" Kuhi menatap heran ke arah Elysara seolah dia memandangi hewan langka yang jarang di temui
Percakapan berlanjut dengan topik Kue yang enak dan Elysara yang membuat sedikit alasan kenapa dia ingin ke aston sampai mereka semua tiba di rumah Meji dan pergi pulang ke arah rumah masing masing kecuali Elysara
"Tunggu disini oke, aku akan segera kembali"
Meji berlari ke dalam rumah, dan Elysara berdiri dengan senyuman menunggu hadiah yang akan dia terima
Dan setelah beberapa menit ada seorang pria dewasa yang berpenampilan mirip seperti Meji keluar dari rumah dan mendekati Elysara
"Hai Elys lama tidak bertemu, Meji sudah memberitahu tentang kau yang ikut ke aston tatapi apakah kamu yakin?"
"Yaapp sangat yakin~"
Butuh beberapa saat setelah ayah Meji memandangi Elysara dengan teliti dan mengucapkan sesuatu
"Hoo baiklah, aku agak khawatir ketika mendengar kamu ingin ikut pergi tetapi kamu terlihat cukup yakin"
"Hehe"
"Oke persiapkan barang bawaan mu sekarang kita akan berangkat malam ini, pergi ke alun alun desa saat kamu sudah siap"
"Baiklah aku pergi dulu~"
Elysara dengan cepat berlari menuju ke rumahnya meninggalkan ayah Meji yang menatapnya dengan mata nostalgia
"Hehh seharusnya aku melarangnya ikut, tetapi aku tidak bisa menolak nya dengan mata penuh tekad itu"
Ayah Meji berjalan kembali ke rumah dan mempersiapkan barang bawaan nya sendiri dan tidak lupa berpamitan kepada keluarga nya tentu saja
"Ayah jangan lupa bawa lebih banyak kue dari bulan kemarin oke?"
"Haha oke lagipula aku sudah berjanji"
Sementara itu Elysara sekarang sedang mengambil tas ransel miliknya dan memasukan berbagai macam barang barang yang sekira berguna
Dia hanya membawa beberapa pakaian, makanan dan alat pertahan diri seperti pisau dapur miliknya, dia akan berpisah dengan rumah waifu nya dan meninggalkan barang barang yang ada hubungannya dengan Elysara yang asli
Dia ingin meninggalkan berbagai kenangan Elysara yang asli dan hidup dari awal dengan Elysara yang baru yaitu dirinya sendiri
Ini akan membuat jati dirinya tidak hilang dan dia sudah menerima dirinya sendiri sebagai wanita sekarang... Lagipula dia berubah menjadi waifu nya dan memiliki penampilan yang sangat cantik kenapa dia harus protes?
Dia akan berterimakasih kepada Elysara yang asli dengan hidup sesuai keinginannya sendiri
Sebelum dia meninggalkan rumah dia berdiri menatap rumah yang terlihat sangat sederhana itu dari atas ke bawah dan mengheningkan cipta untuk salam perpisahan
"Baiklah mari kita pergi"
Elysara memakai tas nya dipunggung dan memakai jaket yang lumayan tebal karena wilayah aston cukup dingin, Orang yang melihat penampilan Elysara sekarang akan berfikir jika dia adalah anak hilang
Dia mulai menuju ke alun alun desa dan melihat keadaan desa yang sangat damai, hanya Elysara saja yang tahu jika kedamaian ini tidak akan lama lagi
Walaupun Elysara sedikit merasa bersalah meninggalkan orang orang yang tidak tahu ini menuju bahaya tetapi perkembangan Brian sangatlah penting untuk keberlangsungan dunia ini
__ADS_1
Jadi dia tidak bisa melakukan apa apa, Elysara akan menyelamatkan siapapun jika dia bisa melakukannya tetapi jika dia tidak bisa maka dia akan membiarkannya dan menjadi orang paling jahat di dunia
Elysara tidak naif, dia cukup pintar untuk apa yang bisa dan tidak bisa dia lakukan
"Elyss.. Disini! "
Ayah Meji yang melihat Elysara melambaikan tangannya menyuruh Elysara untuk mendekat
Tekad ayah Meji sempat tergoyahkan saat melihat penampilan Elysara, dia merasa tidak seharusnya dia mengirim gadis kecil sepertinya menuju peperangan
Tetapi setelah mengingat tekad yang dimiliki Elysara dia menguatkan dirinya
"Sudah siap elys?"
"Umm~"
"Baiklah mari kita berangkat!"
Mereka berjalan menuju ke sebuah altar yang berada di tengah desa, itu terlihat seperti sangat mistik dan kuno dan disekitarnya di kelilingi oleh penjaga yang berkeliling
Begitu ayah Meji mendekat para penjaga mulai menghentikan dan menanyakan beberapa pertanyaan termasuk Elysara yang ada di belakangnya
Waktu mereka lebih banyak terbuang oleh ocehan ocehan penjaga yang mengingatkan apa yang tidak boleh dilakukan saat tiba di aston kepada Elysara seperti dia adalah seorang anak kecil... Tetapi dia memang anak kecil sekarang jadi dia hanya mengangguk saja
Setelah beberapa percakapan antara ayah Meji dan penjaga mereka akhirnya mempersilahkan untuk memakai portal
Elysara sedikit menantikan bagaimana altar ini bekerja atau bagaimana dia bisa pindah hanya dengan berdiri di atas batu yang terlihat kuno ini
Ayah Meji segera menuntunnya menuju ke tengah altar, dan semua penjaga mulai menyanyikan mantra yang sangat panjang dan tidak keren sama sekali menurut Elysara
Itu terlalu panjang dan bertele tele bahkan sang Author pun malas mengetik nya:v
Nyanyian itu berlangsung sekitar 1 menit dan tiba tiba tanah bergetar dan gumpalan mana membentuk seperti pilar yang menembus awan
Pandangan diluar pilar mulai kabur dan getaran semakin hebat, Elysara sempat jatuh tetapi langsung ditangkap oleh ayah Meji
Setelah beberapa detik pilar mana perlahan memudar diikuti dengan guncangan yang semakin mereda hingga di titik mereka bisa melihat apa yang terjadi di luar dinding pilar ini
Pemandangan damai desa kini berubah menjadi kota es yang sangat dingin dan tentara dimana mana, tidak ada anak kecil yang terlihat disini kecuali Elysara
Semua orang berpakaian seperti petualang dan baju besi, tidak lupa dengan senjata di punggung atau di sabuk mereka
Elysara seperti baru saja berpindah ke dunia lain karena perbedaan yang mencolok ini, dan saat dia melihat ke atas dia bisa melihat bangunan megah yang berdiri di tengah kota
Itu tidak terlihat seperti mansion bangsawan pada umumnya, itu benar benar perwujudan dari benteng yang tidak bisa di tembus
Elysara sempat ragu apa ada orang yang tinggal disana, itu bahkan tidak bisa disebut rumah
"Kita sudah sampai"
Pikiran Elysara terhenti ketika ayah Meji berbicara
"Aku akan pergi ke toko kue yang berada di timur kota, jika kamu punya urusan sendiri maka lakukanlah"
Ayah Meji membiarkan Elysara melakukan aktivitas nya sendiri, walaupun dia sedikit khawatir tetapi entah kenapa dia percaya bahwa Elysara akan baik baik saja
"Jika kau butuh sesuatu atau ingin kembali maka hubungi aku lewat ini"
Ayah Meji melemparkan sebuah batu berwarna warni, Elysara yang tau itu apa langsung menerimanya dan berterimakasih
"Baiklah aku pergi dulu, jaga dirimu baik baik"
"Terimakasih paman~"
Elysara melambai lambai pada paman yang baik hati itu, dan dia berdoa dalam hati untuk keselamatan nya
Tujuan Elysara sekarang ada di tengah kota ini dan menemui Duke Odin... Tetapi ada masalah lain yang harus dia hadapi sekarang
YA!
__ADS_1
Dia sangat kelaparan
Elysara belum makan bahkan sejak dia tiba di dunia ini, saat kencan buta pun dia juga belum sempat menikmati makanannya
Untung saja dia membawa uang simpanan milik Elysara yang asli untuk jaga jaga masalah mendadak seperti ini
Elysara menghampiri pedagang yang menjual tusuk daging yang terlihat lezat yang berada tidak jauh darinya, dan harganya juga cukup murah jadi tanpa pikir panjang dia langsung membelinya
"Pak saya beli 5 tusuk"
"Woah lihat siapa ini, aku mendapat pembeli yang sangat imut sekarang... Ini dia 6 tusuk daging bakar siap dimakan~"
"Pak saya hanya beli 5"
"Haha tidak apa apa, anak kecil perlu makan yang banyak agar cepat tumbuh"
"Wahh terimakasih~"
Elysara dengan lahap memakan semua sate daging itu, rasanya benar benar enak Elysara bahkan berpikir bahwa sate daging ini lebih lezat daripada steak apapun yang dia makan di bumi
"Hahaha pelan pelan nak, makananmu tidak akan dicuri"
"Tambah lagii~"
Elysara sangat menikmati makanan ini sampai dia tidak sadar jika menjadi pusat perhatian
"Hei bagaimana bisa makhluk sekecil itu makan sangat banyak"
"Apakah dia makhluk hidup? Dia terlihat seperti boneka hidup yang nyata"
"Tapi dia cukup imut saat makanannya penuh di mulutnya~"
Adegan itu terus berulang hingga Elysara menghabiskan lebih dari 30 tusuk sate, dia tidak khawatir akan uang nya karena dia mempunyai cukup banyak tetapi dia tidak akan terlalu boros
"Haaa... Aku sangat kenyang"
"Ah namaku Felix dan siapa namamu gadis kecil dan kenapa kamu ada disini, dimana orang tuamu? "
Penjual sate daging bertanya dan melihat sekeliling mencari orang tua Elysa Rasa
Elysara berpikir sejenak apa yang akan dia ucapkan, dia ingin menggali informasi dulu dan dia memilih untuk berbicara jujur... Kadang kadang jujur adalah langkah terbaik untuk menggali informasi kau tahu
Lagipula dia anak kecil sekarang, mungkin tidak ada yang menganggapnya serius
"Namaku Elysara aku tidak punya orang tua dan aku kesini untuk bertemu dengan Duke Odin"
"Astagaa... Maafkan aku dik Elys, aku telah membicarakan sesuatu yang buruk"
"Tidak apa apa aku tidak terlalu mempermasalahkan nya"
"Kamu bilang ingin menemui Duke Odin? "
"Iya... memangnya kenapa? "
"Dia adalah orang tersibuk bahkan kedudukannya sudah bisa di jajarkan dengan kaisar negeri ini, sepertinya mustahil untukmu menemuinya~"
"Apakah begitu? "
"Yaa... Dan juga dia sangat sibuk mengurus perekrutan pasukan sekarang karena para pejuang sudah banyak yang gugur"
Elysara seketika menemukan titik terang dari tujuannya, walaupun ini cukup gila dia ingin mencoba nya
"Emm paman Felix bagaimana caranya bergabung dengan pasukan? "
"Ohh kau hanya perlu pergi ke area pelatihan yang berada di sebelah mansion, kenapa kamu bertanya?"
"Tidak apa apa, aku hanya penasaran~"
"Begitu kah, lagipula tidak mungkin juga kamu akan daftar kan hahaha"
__ADS_1