Reinkarnasi Dalam Novel Sebagai Karakter Utama Wanita

Reinkarnasi Dalam Novel Sebagai Karakter Utama Wanita
Perubahan dan Musuh


__ADS_3

Kembali lagi ke desa tempat tinggal Elysara, situasi nya tampak normal dan damai seperti biasa. Dengan bintang bertaburan dan bulan yang bersinar terang di malam hari melengkapi semua aktivitas malam semua orang yang ada di desa


Yah...Tidak semua orang memiliki suasana yang baik sekarang, lebih tepatnya hanya ada satu orang yang sekarang memiliki ekspresi mati di wajahnya dan menatap langit langit dengan mata kosong


"Dorothea, sudah berapa lama Brian seperti itu?"


Reynald yang baru saja kembali setelah berpatroli bertanya kepada gadis yang sedang menatap khawatir kepada Brian


"..."


Melihat reaksi Dorothea yang tidak meresponnya Reynald sudah tau apa jawaban dari pertanyaan nya itu


Brian sudah menjadi ikan asin sejak Elysara mengakhiri hubungannya tadi pagi, Reynald menyerahkan Brian kepada Dorothea karena dia memiliki urusan yang harus diurus, berpikir bahwa mungkin Dorothea bisa menghiburnya tetapi itu gagal


Reynald sedikit memahami perasaan Brian walaupun dia belum pernah memiliki kisah cinta sebelumnya, pasti sangat menyakitkan jika dia diputuskan oleh gadis yang begitu dia cintai dengan dingin seperti itu


Tetapi setelah mendengar alasan yang diberikan Elysara saat itu Reynald dengan yakin setuju bahwa tindakan teman nya ini sangat idiot dan bodoh...Tidak heran jika pacarmu sendiri akan sakit hati


Dia mencoba menghibur Brian mencoba mengatakan kata kata motivasi dan gadis sangat banyak di luar sana jadi jangan menjadi tempe hanya diputuskan oleh satu wanita


Tetapi setelah berpikir sejenak Reynald memutuskan tidak akan mengatakan apapun, bagaimanapun dia melihatnya Elysara sangat berbeda dari gadis lainnya maupun itu sifat dan penampilan nya itu tidak bisa di bandingkan, diperkuat setelah Reynald melihat penampilan Elysara saat berada di acara kencan buta yang begitu bersinar


Jika Reynald memotivasi Brian dengan kalimat seperti itu tidak diragukan lagi sahabatnya itu akan melakukan posisi kayang di langit dan meledak


"Setidaknya makanlah sesuatu, aku membeli ini saat perjalanan kemari"


Reynald memberikan kotak makanan itu dan menaruhnya di sebelah Brian


Dia sibuk sekarang dan tidak bisa menghabiskan waktu untuk melihat ikan asin yang mati melihat langit langit selama berjam jam


"Baiklah kalau begitu aku akan meninggalkan nya padamu"


"Tanpa kau suruh aku akan tetap menjaganya"


Reynald dengan cepat berlari menuju barisan dan memulai patroli lagi, Dorothea yang selama ini menemani Brian tidak bisa melakukan apapun


Ini pertama kalinya Dorothea melihat Brian seperti ini, biasanya dia dipenuhi dengan semangat dan senyum di wajahnya. Dorothea tidak bisa berpikir apa yang harus dia lakukan, dia hanya bisa menemani pria yang dicintainya itu berharap dia cepat kembali normal


Walaupun dia senang akhirnya Brian tidak punya hubungan lagi dengan cahaya yang bersinar itu tetapi setelah melihat keadaannya sekarang membuatnya sedih


Brian selama ini berpikir perkataan yang di lontarkan Elysara tadi pagi dan menyesalinya, sebenarnya dia tidak tahu apa yang dia lakukan benar atau salah. Pikirnya itu cukup wajar berteman dekat dengan wanita lain tetapi itu sudah berlebihan


Brian baru menyadari apa kesalahannya, dia begitu bodoh tidak mengetahui perasaan pacarnya sendiri. Sebenarnya jika Elysara memberitahu Brian dengan jujur dan baik baik, Brian dengan senang hati dan tanpa pikir panjang akan mendengar mengikuti ucapan pacarnya


Tapi Elysara langsung memutuskan hubungannya dan tidak memberi Brian ruang, sudah terlambat untuk menyesalinya, hatinya sangat kosong dan hampa, kenangan yang selama ini dia jalani dengan Elysara yang begitu indah berputar putar di otaknya tetapi hatinya yang sakit menghancurkan pikiran indah Brian


Dia baru menyadari begitu besarnya posisi Elysara di hatinya, tidak ada yang begitu berharga daripada Elysara. Apa itu Uang? Kekuatan? Jabatan? Itu semua tidak ada gunanya jika dia tidak ada


Brian menghela nafas panjang dan menguatkan tekad nya berfikir akan memperbaiki hubungannya dengan Elysara, dia tidak akan bisa hidup jika tidak ada Elysara, itu membuatnya sedikit menumbuhkan perasaan obsesi dan protektif

__ADS_1


Brian yang tadinya memiliki tatapan polos dan lugu hanya dengan satu malam berubah menjadi mata yang penuh tekad dan tujuan dengan satu pedoman di hatinya yaitu "Elysara"


Jika Elysara berada disini tidak diragukan lagi dia akan muntah darah karena terkejut, "Bagaimana bisa seseorang begitu berubah dengan cepat, apakah kau begitu buta cinta seperti itu" Elysara mungkin akan mengatakan seperti itu jika dia melihat pemandangan ini


Elysara tidak tahu jika perbuatan nya akan merubah semuanya bahkan nasib dunia


_ _ _ _ _ _


Sementara itu di wilayah Aston yang sangat dingin terlihat antrian masuk yang cukup panjang, itu mayoritas terdiri dari kelompok tentara bayaran dan petualang. Banyak orang memakai baju besi dan seperti pakaian penyihir yang meneriakkan 'Fantasy' di setiap sudut pakaiannya


Barisan itu berhenti dan tidak berjalan untuk waktu yang cukup lama yang membuat beberapa orang marah dan melihat ke depan siapa yang membuat antriannya begitu lama tetapi setelah melihat gadis kecil yang berada di depan, mereka sedikit ragu ingin meneriaki nya atau tidak


"Paman sudah kubilang aku ingin menjadi tentara sukarela"


Elysara menjelaskan dengan nada yang serius dan menatap dengan yakin, tetapi bagaimanapun melihat nya penjaga di depannya tidak melihat Elysara dengan serius


"Nak ini bukan taman bermain, dan tunggulah di pos penjaga sementara aku akan mencari orang tuamu"


"Aku tidak punya orang tua dan aku beneran ingin mendaftar paman..."


Elysara sedikit jengkel dengan bagaimana orang orang melihat nya sebagai anak kecil yang tidak bisa berbuat apa apa, tapi kenyataan nya memang begitu. Bagaimanapun dia melihat penampilan nya sendiri dia sekarang adalah anak kecil yang kecil


Elysara tau semua bawahan di bawah komando Duke Aston sangat kompeten dan melindungi rakyatnya yang membuat wilayah ini sangat makmur, jika Elysara pergi ke wilayah lain dan melakukan hal yang sama seperti ini mungkin dia akan ditargetkan oleh pedagang budak dan orang jahat lainya


Jadi tidak ada kekhawatiran apapun yang dia miliki disini, dia tau penjaga ini tidak akan menyakitinya. Sangat mudah untuk hidup damai di kota ini, hanya perlu mengikuti aturan dan engkau akan hidup damai selamanya


Kecuali jika melanggar peraturan, hukuman yang sangat berat akan menanti bahkan akan dikejar dan menjadi buronan seumur hidup


'Sungguh gadis kecil yang malang, kau sampai pergi ke medan perang untuk memenuhi kebutuhan hidupmu sendiri.. hiks.. '


Melihat antrian yang semakin panjang akhirnya penjaga itu memutuskan untuk mengajak Elysara berkeliling untuk melihat pertempuran yang sebenarnya berharap itu akan merubah pemikiran nya


"Baiklah kalau kau begitu menginginkannya ikuti aku nak, aku akan menunjukkan sesuatu padamu"


Penjaga itu membungkuk dan bersiap untuk menggendong Elysara yang disusul oleh langkah menghindar dari gadis kecil itu


Penjaga itu melebarkan matanya kaget dengan reaksi Elysara yang menolak untuk dia gendong... Hatinya sedikit sakit ditolak oleh makhluk kecil yang imut ini


Walaupun Elysara sekarang adalah gadis kecil, di dalam dirinya tetaplah seorang pria dewasa yang lurus jadi dia tidak bisa membayangkan akan di gendong oleh pria seperti itu


"Sniff...mari kita masuk, tetap dekat denganku agar kau tidak tersesat"


Penjaga itu menyerah dan akhirnya menggandeng tangan gadis kecil itu menuntunnya menuju ke area pelatihan yang dipenuhi prajurit


Elysara tidak menghindar kali ini dan dengan patuh mengikuti di sampingnya seperti anak ayam yang berbaris mengikuti induknya


Area pelatihan ini sangat luas, jika di kira kira maka ukurannya sekitar 10 kali lapangan sepak bola, dimana mana terlihat orang yang sedang berlatih dan berlatih


Ada yang sedang sparing pedang atau memanah dengan jarak yang sangat jauh dan juga ada orang yang memegang tongkat sedang merapalkan mantra

__ADS_1


Dapat dilihat jika semua orang yang berada di sini sangat sibuk, Elysara bingung apa yang ingin penjaga ini tunjukan kepadanya


Dia berjalan melewati tes Ksatria dan melihat ujian masuk dari jauh, tes itu diharuskan  menebas boneka latihan sebanyak 1000 kali selama 1 menit


Bisa dibayangkan betapa sulitnya tes itu, padahal masih tes pertama tetapi sudah tidak ngotak... Dan seperti yang diharapkan banyak orang yang tidak lolos maju ke tes selanjutnya


Hanya 2/10 yang lolos untuk tes ini dan banyak yang protes karena kesulitan yang tidak normal, Elysara yang selama ini melihat hanya bisa menghela nafas


Sebenarnya tidak mustahil untuk melewati tes pertama jika kau benar benar giat dan rajin berlatih, kegagalan itu menunjukkan bahwa mereka tidak kompeten dalam latihannya


"Hufft...mereka hanya menginginkan uang dan tidak peduli dengan yang lainnya, jika saja kita tidak kekurangan personel..."


Penjaga bergumam pelan melihat pemandangan itu dan sedikit mengepalkan tangannya, tetapi setelah sadar di sebelah nya ada gadis kecil dia langsung kembali normal sepeti tidak terjadi apa apa sebelumnya


Elysara mendengar itu dan memutuskan untuk berpura pura tidak mendengar seolah dia adalah gadis kecil yang polos dan menikmati tour wisata yang menyenangkan


Perjalanan mereka berlanjut menuju ke latihan pemanah yang menggunakan target manusia asli sebagai objek nya, tentu saja mereka tidak memanah orangnya tetapi menargetkan buah apel yang berada di atas kepala mereka


Berapapun Elysara melihat ini dia tetap takjub, tidak bisa membayangkan jika itu meleset sedikit saja maka akan merenggut nyawa seseorang


'Seperti yang diharapkan dari ksatria Aston' Elysara mengangguk puas dengan pemandangan para pasukan Aston yang melatih atau merekrut para tentara yang mendaftar ini, mereka sangat tegas dan bisa diandalkan


Penjaga yang selama ini menemani Elysara berkeliling menjelaskan masing masing tempat latihan dan bahaya bahaya yang akan terjadi tetapi sepertinya Elysara tidak mendengarkan sama sekali


Dia terlalu tenggelam dalam pemikiran nya sendiri dan kagum dengan para Ksatria yang mengeluarkan bilah udara dari pedangnya maupun pemanah jitu yang menembak dari jarak yang sangat jauh


"Nah dan ini adalah area untuk pelatihan penyihir..."


"Whoaa.. "


Penjaga itu menjelaskan tentang informasi dasar penyihir dan sihirnya seolah dia sedang mendongeng kepada anak nya yang tidak bisa tidur di malam hari


Elysara tidak perlu repot mendengar nya karena dia sudah tau dan juga pemandangan di depannya ini sangatlah menarik sehingga tidak bisa di lewatkan


Terlihat segerombolan orang yang sedang berdebat dengan ksatria, sekelompok orang itu seperti tentara bayaran yang tidak baik jika dilihat dari penampilan nya


Pakaian mereka semua lusuh dengan wajah yang tidak ramah, di depan kelompok itu berdiri pria berusia sekitar 50 tahun, tinggi badan 190 cm dengan rambut pendek warna coklat tua dan bekas luka di wajahnya


Bisa di tebak jika dia adalah pemimpin para kelompok tentara bayaran ini


"Apa maksudmu aku harus mengikuti tes terlebih dahulu?"


"Maaf tuan Zen, semua orang yang ingin bergabung wajib mengikuti tes"


"Hahh!...mengapa aku perlu mengikuti tes kanak kanak itu, semua orang bahkan sudah tau kekuatanku seperti apa"


Elysara tau siapa dia dan seberapa kuat pria tua Zen itu, di novel disebutkan dia memiliki peringkat master pedang satu tingkat dibawah sword aura, master pedang jarang ditemui di dunia ini jadi bisa di tebak darimana arogansi pria tua ini


Zen diceritakan sebagai sumber masalah dan membuat berbagai kekacauan di masa mendatang terutama kepada Brian saat dia sedang pada fase ujian akademi

__ADS_1


Elysara menyipitkan matanya sedikit tidak menyangka akan berurusan dengan penjahat yang merepotkan secepat ini


__ADS_2