Reinkarnasi Dalam Novel Sebagai Karakter Utama Wanita

Reinkarnasi Dalam Novel Sebagai Karakter Utama Wanita
Kejutan


__ADS_3

Walaupun tingkatan master pedang terlihat sangat kuat tetapi aslinya itu tidak terlalu berguna jika berhadapan dengan penyihir yang selevel dengannya, bahkan penyihir yang berada satu tingkat dibawahnya bisa memberikan pukulan telak


Ada 5 tingkat untuk para pengguna pedang maupun sihir, dimulai dari tingkat 1 yang paling rendah dan tingkat 5 yang paling tinggi


Perbandingan antara pengguna pedang dan penyihir sangat jauh, 80% penduduk dunia ini adalah pengguna pedang. Orang yang memiliki elemen sangat langka


Orang yang memiliki mana tetapi tidak mempunyai elemen akan pergi ke jalur pedang, hampir tidak ada orang yang memiliki elemen yang memilih jalur pedang karena itu akan membuang waktu mereka, pekerjaan penyihir adalah yang paling superior disini. Kekurangan penyihir hanya waktu pelafalan mantra saja


Para pengguna pedang hanya diunggulkan dari daya tahan dan tidak perlu mengucapkan apapun untuk menyerang, hanya saat tingkatan menjadi sword aura yang membuat mereka benar benar kuat, dan sejauh yang Elysara tau hanya terdapat 3 orang yang akan menjadi sword aura di dunia ini


Elysara cukup yakin jika melawan pak tua Zen dia mungkin bisa memberi perlawanan yang keras, walaupun dia masih belum tau apa tingkatannya sekarang tetapi dia cukup yakin peringkatnya berada di antara 2 atau 3


Elysara masih menonton perdebatan itu dan melihat para anggota tentara bayaran, dia melebarkan matanya kaget ketika menemukan anak kecil selain dirinya di antara kerumunan itu. Bahkan mata mereka saling bertemu sesaat sebelum anak itu memalingkan wajahnya


"Bagaimana bisa ada anak kecil di antara orang menyeramkan itu"


Penjaga yang selama ini sibuk menjelaskan seperti guru akhirnya berhenti dan menoleh ke arah yang sama dengan Elysara


"Ohh... Itu adalah Roy cucu master Zen, hmm sepertinya umur kalian sepantaran"


Elysara tidak tau jika pak tua itu bahkan memiliki cucu, yah bagaimanapun dia adalah penjahat yang akan mati di tangan Protagonis, jadi tidak perlu untuk menjelaskan lebih detail tentang nya di novel


Roy berlari menghindari tatapan Elysara bersembunyi di belakang tubuh kakeknya, dan tidak lupa mengintip beberapa kali


Penjaga yang melihat interaksi lucu kedua bocah ini tertawa sebentar dan menatap Elysara dengan nakal


"Hehe sepertinya kau sangat populer nak"


"..."


Elysara tidak tahu harus senang atau sedih sekarang, dia merasa superior dengan menjadi gadis cantik tetapi di sisi lain ada perasaan aneh yang tidak cocok


"Jika kau begitu ingin mengetes kami, kenapa tidak melakukan sesuatu yang lebih menarik?"


Orang yang selama ini berada di sebelah Zen melangkah maju dan berbicara dengan menatap rendah ksatria yang berada di depannya


"Apa maksudmu.." Jawab ksatria dengan nada curiga dan waspada


"Hahaha tenang saja, ini hanya membuat tes yang membosankan menjadi lebih menarik... Seperti sparing, bagaimana menurutmu"


Ksatria terlihat bingung dan tidak bisa menjawab pertanyaannya, dia merasa ini bukan sesuatu yang bisa dia diputuskan sendiri


.


.


"Ada apa dengan keributan ini? "


Seolah menjawab jawaban ksatria itu, datang seorang pria berumur sekitar pertengahan 20 dengan postur atletik dengan tinggi 195 cm, dan rambut hitam yang tersisir kebelakang serta mata biru tua seolah bisa membuat seseorang tenggelam di laut dalam


Dia adalah Glen tangan kanan Duke Aston, dia selalu menangani berbagai urusan di wilayah dengan sempurna dan orang kepercayaan Odin, kekuatan nya juga tidak remeh dia merupakan penyihir air tingkat 4


Elysara memiliki ekspresi senang diwajahnya sekarang karena jembatan menuju ke Duke Aston tiba tiba mendatanginya sendiri


"Hoo aku merasa terhormat orang yang dijuluki si jenius sihir repot repot datang kesini.." Jawab pria itu


"Salam komandan, itu karena..."


Ksatria itu dengan cepat membungkuk hormat dan menjelaskan masalahnya dengan rinci


Setelah mendengar cerita Ksatria itu Glen menghela nafas berat karena pekerjaannya bertambah lagi bahkan sebelum dia bisa menyelesaikan yang lainya


"Pergilah jika kau tidak ingin mengikuti tes, aku terlalu sibuk untuk meladeni kalian semua" Jawab Glen dengan malas


"Huhh!... Bagaimana pendapat orang orang jika si jenius sihir menolak tantangan sparing dengan tentara bayaran, atau mungkin kau.. Takut... Hahahah"


Jelas sekali perkataan orang itu untuk memprovokasinya, Elysara yang mendegar pun sedikit jengkel dengan kata kata itu

__ADS_1


"Hei dari kota bodoh mana si pemeran figuran ini berasal" Pikir Elysara


"Hahaha bagaimana bisa pasukan hebat Aston di pimpin oleh komandan yang pengecut seperti ini~" Tambah Zen


Glen berhenti di tempat, dia tidak masalah jika orang mengejeknya bahkan itu tidak mempan untuknya, tetapi dia tidak bisa menerima jika ada seseorang yang menjelekan Aston


Dia sebenarnya tidak ingin menanggapi provokasi nya, itu hanya akan membuatnya lelah. Dia akan merasa seperti orang bodoh jika dia berdebat dengan orang bodoh lainya


Tetapi sampah harus di buang pada tempatnya dan tahu akan posisinya sendiri jadi dia akan meladeni nya. Lagipula dia ingin melihat perkembangan dan kekuatan para bawahannya


"Siapkan tempatnya!"


"Baik!"


Dengan satu perintah semua ksatria langsung menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dan membuat lingkaran arena yang cukup besar


Pada titik ini semua orang yang berada di area pelatihan menghentikan aktivitasnya dan berkumpul untuk melihat pertunjukan, termasuk Elysara


Selagi menunggu pertunjukan Elysara berpikir apa yang akan dia lakukan untuk membuat nya bisa menemui Duke, karena Glen tiba tiba muncul itu sudah memberikan kesempatan besar baginya


Berpikir dia akan mengikuti sparing dan menunjukkan kekuatannya sehingga bisa menarik perhatian Duke mungkin cara yang bagus tetapi itu akan menimbulkan lebih banyak kerugian


Walaupun kota ini sangat aman dan ketat bukan berarti tidak ada musuh disini, bayangkan saja jika anak berumur 10 tahun memiliki kekuatan tidak masuk akal dan memukul mundur orang dewasa yang berpengalaman pasti akan menimbulkan kegemparan


Bukan hanya dia akan di targetkan oleh beberapa bangsawan tetapi juga bangsa iblis akan memburunya karena hanya orang idiot yang membiarkan musuh tumbuh lebih kuat


Selain untuk memperkuat dirinya sendiri Elysara bertujuan untuk mencari perlindungan selagi dia bertumbuh, dia tau dunia luar sangat tidak aman bahkan gereja sendiri mempunyai banyak musuh karena itu dia memilih pergi ke Aston


Jika saja gereja aman maka Elysara akan pergi ke ibu kota mengetuk pintu gereja dan memberi tahu semua orang jika dia memiliki elemen suci... Jika saja semudah itu


Jadi dia perlu memperkuat dirinya sendiri sebelum pergi ke ibu kota sehingga bisa melindungi dirinya sendiri. Lagipula jika ikut sparing dia belum tentu menang, dia bahkan tidak tahu tingkat sihirnya sendiri


"Itu dimulai!"


"Huh? Bukan komandan Glen yang bertarung.."


Elysara mengikuti arah pandangan orang orang dan melihat gadis remaja berambut coklat kuncir kuda dan mata kuning menyala dengan wajah ragu ragu berjalan menuju ke tengah arena


"Emm.. Komandan aku tidak yakin dengan ini"


"Lakukan saja.. Anggap seperti saat kau sedang membunuh para iblis itu"


Disisi lain orang yang mewakilkan nya adalah wakil pemimpin tentara bayaran, dia memegang tongkat dan berjalan dengan percaya diri


"Tck tck... aku tidak percaya kau akan begitu takut sampai sampai mengutus bawahanmu untuk melawan ku"


Mendengar itu gadis remaja menatap dengan tajam dan melangkah dengan yakin, seolah kegugupan nya hilang dengan sekejap


"Aku saja sudah cukup untuk mengalahkan mu"


Para penonton mulai bersorak antusias melihat pertarungan antara dua penyihir kuat


Elysara hanya menatap bosan bahkan tidak perlu repot untuk menonton karena dia terlalu sibuk memikirkan rencananya sendiri, Entah pikiran apa yang ada di dalam kepala kecilnya itu


Glen berjalan ke tengah arena menawarkan dirinya menjadi wasit dan menghitung mundur untuk memulai


"Tiga.."


Semua penonton sibuk memulai taruhan, tidak peduli tua atau muda kuat atau lemah semuanya mulai mencoba keberuntungan mereka


"Dua.."


Kedua pejuang itu mulai menodongkan tongkat mereka, memasukkan beberapa mana yang membuat tongkat itu bercahaya, tongkat gadis itu berwarna kuning cerah yang menghangatkan dan tongkat pria itu berwarna hijau tua yang mengingatkan tentang dalamnya hutan


"Satu... "


Elysara masih acuh tak acuh dengan pertandingan ini, dia masih berpikir keras tentang caranya menemui Duke, lagipula apa yang perlu diperhatikan dari para pemeran figuran itu

__ADS_1


"Mulaii!"


Dengan seruan suara Glen, Kedua penyihir mulai melantunkan mantra mereka, Gadis itu merapal lebih dahulu mencoba menyerang pihak lain dengan sekali serang


"Suara angin dan kedamaian yang selalu engkau berikan kepada semua penduduk Eterna, aku meminjam kekuatan untuk mengalahkan musuhku yang menentang kehendakmu... Wind blade!"


Angin berhembus menerpa rambut putih salju Elysara dan menuju ke tongkat Gadis itu, angin itu mulai membentuk pusaran dan dengan cepat bergerak menuju pria itu dengan kecepatan yang tidak masuk akal


"Heh.. Hanya penyihir tingkat 2 ingin mengalahkanku?.. Mimpi! "


Pria itu tidak panik dan mulai melantunkan mantra untuk membalas serangan


"Kehangatan yang membuat hati tenang dan keganasan yang membuat kehancuran dunia, dengan kekuatan api ifrit yang tidak pernah padam aku melepaskan semua keinginanmu untuk membakar dunia... Fire ball"


Percikan api mulai membentuk di tongkat itu dan membesar cepat seolah ada yang melempar bensin tepat di depannya, api itu membentuk bola yang cukup besar dan menembak lurus ke depan


Elysara mau tidak mau mengutuk si bodoh inj, "bagaimana kamu ingin membalas serangan tebasan angin dengan bola api?" bahkan jika dia berpikir dengan jari kakinya, dia akan tetap tau bahwa itu tidak akan mempan


Kedua sihir itu bertabrakan tepat berada di tengah kedua penyihir, dan seperti reaksi ilmiah di bumi, kombinasi antara tebasan angin yang kuat dan bola api yang menyala besar menyatu dan berubah menjadi badai api besar yang tidak terkendali


Badai itu membelok kuat dan berjalan menuju penonton disekitar arena, semua orang panik dan buru buru meninggalkan tempat duduk mereka... Hanya orang bodoh yang akan tetap duduk dan membiarkan dirinya terbawa badai dan mati hangus terbakar


Gadis penyihir itu menatap dengan panik dan menoleh ke arah Glen berharap dia melakukan sesuatu, disisi lain Pria itu hanya tertawa jahat seolah dia sudah memperkirakan semuanya seperti tawa villain


Kursi penonton dengan cepat kosong, semua orang sudah berada di luar jangkauan sihir menyisakan satu kursi yang masih berdiri kokoh dengan gadis kecil di atasnya... Ya itu adalah Elysara


Para penonton yang melarikan diri terkejut dengan gadis kecil yang masih duduk disana, beberapa dari mereka meneriakinya memperingatkan bahaya badai api, dan sisanya bahkan tidak peduli dengan nasib Elysara seolah itu bukan urusan mereka sama sekali


Badai api mulai mendekati Elysara berjarak kurang dari 10 meter darinya, Glen yang melihat itu dengan cepat berlari dan memasuki arena, tetapi angin kencang dan panas menghalangi nya untuk mendekat, dan tidak ada cukup waktu untuk merapalkan mantra.


Dia berteriak kepada Elysara berharap dia salamat, tidak mungkin untuk menghindari badai itu sekarang. Setidaknya dia tidak terluka cukup parah jika dia mulai menghindar sekarang


Elysara yang selama ini diam dan santai mulai menunjukan pergerakan, dia cukup jengkel dengan situasi ini. "Bagaimana sihir tingkat rendah seperti ini menakuti kalian semua"


Elysara yang mengetahui beberapa sihir di dalam novel sangatlah hebat dan kuat, sihir semacam ini hanya mainan anak anak di depan party pahlawan dan raja iblis


Bahkan dengan kekuatan Elysara sekarang dia merasa itu tidak mengancam sama sekali


Elysara berdiri dari kursi dan merapikan rambutnya yang tergerai ke segala arah, dia dengan santai berjalan menuju badai dan menutup matanya. Gerakan kakinya sangat anggun dengan kaki kecil yang memperlihatkan kaki putih yang mulus membuat pantatnya bergetar setiap langkah


Hembusan angin itu juga membuat pakaian Elysara berantakan dan membuka sedikit kerah bajunya, memperlihatkan setengah gunung kembar putih yang cukup besar untuk usia anak anak, itu memantul ke kiri dan ke kanan mengikuti langkah nya


Pemandangan ini cukup aneh di mata semua orang yang berada di sana, banyak orang yang menyayangkan akhir tragis gadis kecil itu, jika dia tumbuh sedikit lebih lama tidak diragukan lagi dia akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik...Tapi sayangnya keindahan seperti itu akan musnah disini


"Apa yang kau lakukan!, cepat menjauh dari sana! "


Glen berteriak kencang yang menyebabkan beberapa mana keluar dari tubuhnya, itu halus dan kuat bahkan itu sedikit mempengaruhi volume badai api


Elysara mengabaikan kebisingan disekitarnya dan berdiri di depan badai yang sekarang berjarak beberapa langkah dengan percaya diri


'Heh..hanya dengan menyelimuti tubuh saya dengan kekuatan suci membuat badai ini tidak berdampak apapun padaku' Pikir Elysara


Elysara mengangkat tangan kanan dengan jari telunjuk mengarah ke atas mengabaikan badai yang sekarang berada persis di depan tubuhnya


Dia menyalurkan mana menuju ke tangannya dan membayangkan apa yang dia pikir sangat keren dan efektif untuk menangani badai ini, Elysara tidak bisa menahan senyumannya dan kekuatan yang berkumpul kini telah siap untuk diluncurkan


"Reflect lost"


Elysara mengucapkan mantra dengan pelan dan santai, tetapi suasana tegang yang sunyi ini membuat semua orang mendengar nya


Mana yang terkumpul kini mengalir ke jari telunjuk Elysara yang sekarang memancarkan cahaya yang menyilaukan tetapi tidak menyakiti mata, justru itu membuat mereka tidak bisa berkedip karena keindahan dan ketertarikan yang membuat hati mereka nyaman


Tidak ada yang menyia-nyiakan pemandangan yang begitu indah ini, tidak diragukan lagi momen ini tidak akan terlupakan di benak semua orang bahkan Glen yang melihat juga tidak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya


Cahaya itu sangat terang dan menutupi badai seolah dia telah menelannya, angin kencang mulai berhenti dan panas yang menyesakkan juga sudah hilang. Badai yang begitu besar kini telah lenyap seperti tidak terjadi apa apa sebelum nya, tetapi bekas tanah rusak akibat badai itu menjelaskan semuanya bahwa itu nyata


Gadis kecil itu membuka matanya perlahan dan rambut putih nya yang berkibar dengan kilauan sinar bulan membuatnya terasa lebih elegan, bibir kecil ceri nya samar samar mengeluarkan nafas putih karena dinginnya cuaca

__ADS_1


Kini suasana di sana sangat sunyi, tidak ada yang memulai percakapan. Semua orang masih fokus dan menikmati pemandangan indah di depan mereka


__ADS_2