
Disebuah lembah Bukit yang bernama ''Wyprendale'', terdapat sebuah kerajaan yang dikenal sebagai Kerajaan Wyndora . Nama "Wyndora" menggabungkan kata "Wyn" yang berarti angin dan "Dora" yang berarti petir .
Kerajaan ini dipimpin oleh "Raja Naga Petir " bernama "Han Yen " ,dengan kepemimpinannya yang bijaksana .
Seorang pria dengan setelan jubah bersisik naga yang elegan , terlihat sedang duduk di singgasana berlapis emas dengan ukiran ornamen naga saat ini .Dengan menambahkan sentuhan istimewa pada tempat duduknya. Disamping kanan dan kiri singgasana, terdapat corak naga yang menghiasi bagian-bagian emas yang berada disisi singgasana tersebut .
Didepannya terdapat beberapa warga yang sedang menyaksikan keadilan dan hukuman, yang akan dikenakan Han Yen sang raja naga untuk menghukum "Yander", iblis yang berniat menghancurkan wilayah klan mereka.
Aula istana besar yang megah .Kini , menjadi tempat bagi Han Yen untuk menjatuhkan hukuman kepada Yander.
......................
''Hidup Raja Naga Han Yen !!''
''Hidup!!''
Riuh sorak sorai para warga klan yang berada di aula itu terdengar bergemuruh . Terlihat Yander saat ini tertunduk bersimpuh di bawah singgasana sang Raja Naga , seraya bersujud .
Han Yen meminta warga klannya untuk bersikap tenang .Dengan langkah mantap ,Han yen perlahan berjalan mendekati yander yang tertunduk bersimpuh dibawahnya.
...........................
"Mohon, ampuni saya, Raja Naga!" kata Yander dengan suara gemetar, seraya terus bersimpuh saat melihat Han Yen mendekatinya. Wajahnya terlihat babak belur, dengan kekuatan kultivasinya yang telah melemah .
Han Yen menatap tajam Yander dengan tatapan penuh kemarahan .
"Merusak wilayahku adalah tindakan yang tak bermoral. Apa kau tahu konsekuensi dari perbuatanmu ini ?!! " Bentak Han Yen dengan amarah yang membara .
"katakan siapa yang menyuruhmu merusak wilayahku ?! " tanya Han Yen tegas .
Yander terlihat bungkam,Seraya menggelengkan kepalanya.Dirinya memilih untuk menundukkan pandangannya ke bawah .
__ADS_1
("Kau tidak perlu tahu siapa yang menyuruhku melakukan itu .Nikmatilah hidupmu saat ini sebagai Raja .Karena , sebentar lagi hari kehancuranmu akan tiba ! "Batin Yander tersenyum sinis dibalik pandangannya yang tunduk .)
Yander lalu , mendongakkan pandangannya keatas seraya berkata .
"Ampuni saya Raja Naga ! " ucap Yander dengan suara gemetar ."Saya benar -benar menyesal yang mulia ! " Lanjutnya dengan raut wajah yang menyedihkan .
Han Yen terlihat memicingkan matanya , Ia ingin melihat dengan jelas kebenaran dari kata kata yang di ucapkan Yander melalui wajahnya saat ini .
" Baiklah ! " Ucapnya spontan .
" Dengan penuh pertimbangan, aku akan memberikan kesempatan kedua untukmu ," lanjutnya dengan suara tenang, namun tetap tegas.
"Kau harus memperbaiki kesalahanmu dan membayar dosamu itu .Penjara gua bawah tanah merupakan hukuman yang cocok untukmu ! " Ujarnya tegas akan keputusan yang ia buat .
Yander mengangguk tertunduk . ia terlihat pasrah akan hukuman yang di jatuhkan Han Yen kepadanya .
Han Yen kemudian memerintahkan pasukan pengawal untuk membawa Yander ke penjara .
"Siap, Yang Mulia,"jawab para pengawal sigap .
Para warga klan yang berada di aula istana menatap puas akan hukuman yang dikenakan Han Yen kapada Yander , senyum lega kini terpancar di wajah -wajah mereka .
Seorang warga kemudian menyerukan nama Han Yen dengan sangat bersemangat .
" Hidup Raja Naga Han Yen yang bijak !"
" Hidup !"serentak para warga .
Para pengawal itu kini membawa Yander ke dalam ruangan penjara gua bawah tanah. Mereka berjalan melewati lorong-lorong gua yang gelap .Sesampainya di pintu penjara tersebut ,Dengan kasar para pengawal menghempaskan Yander di dalam penjara tanpa pencahayaan itu. Yander menatap para pengawal dengan senyuman tipis yang terlihat mengerikan.Sesaat mereka berbalik meninggalkannya .
semua orang kini telah kembali ke kediamanannya masing-masing . suasana di aula kini menjadi sepi, merasa sedikit lelah setelah mengurus urusan klannya. Han yen terlihat ingin beranjak dari singgasana yang didudukinya .Tetapi sebelum itu ,Seorang pelayan wanita terlihat berjalan mendekatinya.
__ADS_1
"Yang Mulia!" panggilnya pelan sambil membungkuk hormat kepada Sang Raja Naga. Pelayan wanita itu kemudian menyerahkan secarik kertas ke tangan Han Yen. Han Yen menerima kertas yang diberikan sang pelayan itu .ia lalu , meminta pelayan tersebut untuk pergi.Pelayan itu mengangguk sopan tidak lupa ia membungkuk hormat kembali.
Han Yen membuka gulungan kertas dengan hati-hati, seutas senyum bahagia langsung terbit dari bibirnya saat ia membaca bait demi bait kalimat yang dituliskan di dalamnya.
"Xiu memintaku untuk menemuinya di bukit lereng!" Gumamnya bibirnya tidak berhenti tersenyum, mengingat sang kekasih telah lama pergi berguru Di Sekte Jingji .
Sekte Jingji adalah sekte yang terletak di dataran pegunungan. Diketuai oleh Kaisar Langit Li Shong, sekte ini dikenal sebagai salah satu sekte paling kuat dan berpengaruh dalam dunia kultivasi.
Dalam sekte Jingji, para praktisi kultivasi menjalani latihan yang intens untuk memperkuat tubuh, meningkatkan energi internal, dan menguasai seni bela diri yang tinggi. Mereka percaya pada prinsip keadilan, kebijaksanaan, dan ketegasan.
Kaisar Langit Li Shong, sebagai pemimpin sekte, memiliki reputasi yang hebat karena ketegasannya, serta kekuatan spiritual yang mendalam, dan juga keterampilan bertempur yang tak tertandingi. Tetapi, di balik sifat tersebut, ia memiliki sifat tersembunyi yang tidak diketahui oleh semua orang.
Dengan langkah lebar Han yen melangkahkan kakinya meninggalkan Aula istana , untuk menemui xiu me di bukit lereng .
Para pengawal dan pelayan yang berjaga diluar aula terlihat membungkukkan badan ,mereka memberikan salam hormat kepada Han yen saat melihat Han yen meninggalkan aula istana .Han yen kemudian mengangguk singkat untuk membalas salam mereka .Sebelum melanjutkan perjalanannya kembali .
Han Yen, dengan kecepatan dan kekuatan kultivasi yang dimilikinya , akhirnya tiba di bukit lereng. Bukit tersebut terletak tidak jauh dari kawasan istana. Angin berhembus dengan kencang, menciptakan suasana yang pekat disekitar bukit tersebut. Bukit itu telah lama tidak dihuni . Bukit tersebut memiliki tekstur tanah yang tandus ,Tebing tebing lereng tampak terlihat curam dan berbahaya .
Han yen terlihat mengitari pemandangan sekitarnya untuk mencari keberadaan Xiu me .Dari arah kejauhan seorang gadis tampak berlari kecil kearah Han Yen .Han Yen yang mengenal siapa gadis yang berlari itu terlihat mengulum senyum hangat kearahnya .
Gadis itu memiliki mata yang berbinar dan senyuman manis di bibirnya.
Gadis itu kini berhenti di depannya, nafasnya terlihat terengah-engah. Namun, senyumnya tidak luntur meski dia terlihat kelelahan.
" Gege .... " panggil xiu me . Tanpa ragu ragu memeluk han Yen dengan erat .Han Yen yang melihat itu ,lalu membalas pelukan yang diberikan xiu me padanya .
" Gege , Aku merindukanmu ." Ucapnya tatkala wajahnya ia telungkupkan di bahu kekar han Yen .Han yen mengusap lembut kepala xiu me seraya berkata ." Gege juga merindukanmu xiu. "
keduanya kini larut dalam pelukan .Han yen tak menyadari dibalik bahunya , xiu me mengambil sebuah belati yang telah ia persiapkan sebelumnya .Senyum licik terbit dari bibirnya , kala belati itu kini berada ditangannya .
"Akkk ... " pekik han yen saat xiu me menyodorkan sebuah belati diperutnya .Ia menatap nanar kearah xiu me .
__ADS_1