Reinkarnasi Raja Naga

Reinkarnasi Raja Naga
kemarahan Li Shong


__ADS_3

" Pangeran ... " panggil Yucia pelan seraya menepuk pipi Han Yen saat melihat Han Yen terus menatap kosong ke depan, dengan buliran - buliran bening yang menitik di pelupuk matanya .


Han Yen langsung tersentak dari bayangan ingatan tentang tubuh lama yang kini dia tempati. Dia menunjukkan ekspresi ketidakpercayaan atas nasib yang menimpa seorang pangeran Han Yen . Han Yen terlihat mengeratkan pelukannya terhadap Bi Yucia, sosok ibu asuh yang selama ini merawat pangeran Han Yen Dinasti Linyi .


Bi Yucia yang melihat itu lalu , menenangkan Han Yen dengan kata-kata lembut seorang ibu."Tenanglah, sayang. Semuanya akan baik-baik saja!" ucapnya.


Han Yen tidak menunjukkan reaksi apa pun saat Bi Yucia berbicara dengannya.Dalam batinnya , ia berjanji akan menuntaskan kebenaran dari fitnah yang di lakukan Yuzian terhadap Han Yen , dan Han Mei .


"Bi..." panggilnya pelan. Sesaat pelukan mereka terlepas .


"Ada, apa?" tanya Bi Yucia dengan lembut.


Han Yen dengan ekspresi lucunya terlihat menggelengkan kepala. Ia terlihat ragu untuk mengatakannya.


Melihat itu, Bi Yucia menebak bahwa Han Yen pasti merasa lapar saat ini.


"Bibi tahu kamu pasti lapar, bukan?" tebaknya sambil tertawa kecil. Han Yen terlihat tidak menunjukkan reaksi. Namun, sikapnya membuat Bi Yucia yakin bahwa Han Yen saat ini benar-benar kelaparan.


"Tunggu sebentar, Bibi akan mengambil sup di meja itu," tunjuknya ke arah meja yang tidak jauh dari ranjang Han Yen. Dengan hati-hati, Bi Yucia akhirnya beranjak turun dan pergi menuju meja sup.


......................

__ADS_1


"Saya bukan pangeran Han Yen!" bisiknya pelan,yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Sesaat Bi Yucia telah pergi. Han Yen terlihat diliputi keraguan saat ini. Di satu sisi, ia ingin mengungkapkan siapa dirinya sebenarnya, tetapi di sisi lain, ia takut itu akan melukai hati semua orang atau bahkan lebih buruk, orang-orang menganggapnya gila.


Han Yen merasa dilema. Ia tahu bahwa kebenaran harus terungkap, tetapi ia juga sadar bahwa ia tidak bisa berpura-pura menjadi pangeran Han Yen selamanya.


Han Yen akhirnya memutuskan untuk merahasikan indentitas aslinya terlebih , dahulu .Sampai waktunya tiba dia akan mengatakan semuanya .


......................


"Sebaiknya ,Aku memulihkan Vitalitas tenaga Nagaku, tubuh kecil ini banyak sekali mengalami luka dalam " ucapnya seraya bangkit perlahan untuk duduk bersila. Han Yen terlihat memejamkan mata sejenak saat ia akan mengatur pernapasan.


Setelah duduk bersila, Han Yen memfokuskan pikirannya untuk merasakan energi naga yang ada dalam tubuhnya, dengan tujuan memulihkan kekuatannya. Dengan mata terpejam, ia melanjutkan pernapasannya dengan lebih dalam dan lambat.


Han Yen membayangkan dirinya saat ini dipenuhi oleh energi petir yang kuat dan mendalam, aliran-aliran petir pada tubuh naganya perlahan mengisi vitalitas dalam tubuhnya. Dia menghirup udara dalam-dalam, memastikan agar energi itu terus berjalan.


Han Yen tampak membuka matanya. Ia menyadari bahwa kini ,dirinya telah kehilangan seluruh kekuatan dari energi naga petir pada tubuhnya. Seketika itu juga, bayangan kejadian demi kejadian yang terjadi padanya sebelumnya memenuhi ingatannya. Dengan mata memerah . Han Yen kemudian ,memeriksa pergelangan tangannya untuk memastikan apakah masih ada sisa energi qi naga yang tersisa.


Han Yen menghembuskan nafas lega saat melihat bahwa masih ada sisa energi qi naga yang membentuk gambar simbol naga petir kuno putih yang menyala pada pergelangan tangannya .


"Kalian tidak akan bisa membuka zirah naga itu tanpa simbol ini," ucap Han Yen pelan dengan tatapan tajam melihat simbol itu.


"Meskipun simbol ini tidak dapat membantuku memulihkan tenaga, aku yakin saat ini pasti Kaisar Langit sangat kesulitan," ujarnya tegas. Han Yen seketika teringat akan bola kristal dan juga nasib keadaan warga-warganya. Bagaimana? Apakah mereka baik-baik saja? Pikiran Han Yen terus bergejolak. Sekarang, begitu banyak tantangan yang harus Han Yen hadapi. Ia harus melewati tantangan-tantangan itu dalam waktu yang sama, antara kehidupannya sebagai pangeran Han Yen dan balas dendamnya.

__ADS_1


Lamunannya terbuyar saat mendengar tepukan dari Bi Yucia. "Makanan sudah datang!" ucapnya tersenyum hangat seraya membawa nampan berisi sup panas dan obat-obatan kepada Han Yen. Han Yen membalas senyuman Bi Yucia dengan senyuman tipis. Bi Yucia lalu menghenyakkan bokongnya untuk duduk di samping ranjang Han Yen.


"Bibi, perhatikan kau terus memegang lenganmu, ini. Ada apa?" tanya Bi Yucia lembut seraya memeriksa pergelangan tangan Han Yen.


Bi Yucia tampak kaget saat melihat pergelangan tangan Han Yen. Ia tampak syok ketika simbol itu sedikit bergerak. Namun, ia segera menatap kembali Han Yen seolah tidak ada yang terjadi. Dengan penuh perhatian, Bi Yucia menyuapi Han Yen dengan semangkuk sup panas.


Han Yen menerima sup tersebut dengan rasa lapar yang tak terbendung. Setiap suapan sup yang Yucia berikan terasa begitu nikmat di tenggorokannya.


......................


Sementara itu Di Sekte Jingji .


Li Shong, Xiu Me, dan Xiao Hen saat ini berada di Aula Cheng yang dipenuhi dengan buku -buku mantra kuno dan juga batu-batu kristal kuno yang tampak tersusun rapi. Ketiganya saat ini membentuk formasi segitiga dengan Li Shong berada di tengah-tengah. Sebelumnya, Li Shong bertanya kepada Xiao Hen apakah warga-warga sudah diamankan.


Xiao Hen mengangguk mantap. "Sudah, Kaisar. Saya telah menempatkan mereka di Gua Bukit Lembah!" jawabnya.


Li Shong terlihat merasa puas dengan jawaban itu. Xiu Me terlihat mengeluarkan sihir sihir api untuk memperkuat formasi tersebut.Xiao Hen juga terlihat mengeluarkan elemen kilatan cahaya yang membentuk pedang - pedang kilat. Kedua kekuatan itu tampak tergabung sempurna menjadi percikan- percikan elemen kilatan api Yang memancarkan sengatan -sengatan listrik. Li Shong kemudian memejamkan matanya dan membaca mantra yang ia pelajari sebelumnya. Ruangan aula itu dipenuhi oleh elemen-elemen dahsyat yang melingkupi area tubuh Li Shong .Terakhir, Li Shong mencoba memasukkan zirah naga ke dalam tubuhnya namun, tidak berhasil karena zirah tersebut selalu kembali ke tempatnya .


Melihat itu Li Shong terlihat marah dan berteriak, "Arghh... Sial!" . Xiu Me yang melihat itu berusaha menenangkan sang ayah dengan lembut. "Tenanglah, Ayah!" ucapnya .


Li Shong menatap tajam Xiu Me dan Xiao Hen yang membuatnya semakin emosi. "PERGILAH KE DUNIA FANA! TEMUKAN BOLA KRISTAL DAN NAGA TERKUTUK ITU !" pekiknya dengan kemarahan.

__ADS_1


Baik, Ayah, Kaisar!" serempak keduanya menjawab. Li Shong menatap tajam kepergian Xiu Me dan Xiao Hen. Dengan kekuatannya, ia menghilang untuk mencapai Alam Langit.


"Suatu saat naga itu pasti akan kembali. Sebaiknya, aku mengamankan Zirah Naga ini!" gumamnya sambil tersenyum dengan senyum penuh arti. Kemudian, Li Shong benar-benar menghilang.


__ADS_2