
Han Yen perlahan ingin beranjak turun dari ranjang .Namun , saat ia akan bangun ia merasakan kesakitan yang tak tertahankan di sekujur tubuhnya .
Arggh !! Teriaknya
Seorang wanita tua terlihat tergesa-gesa mendekati Han Yen setelah mendengar teriakannya. Wanita tersebut adalah ibu asuh Han Yen bernama Yucia. Wajahnya terlihat penuh kekhawatiran atas kondisi Han Yen saat ini .
"Hati-hati sayang , kau masih kesulitan!" ucapnya dengan raut panik seraya membantu Han Yen kembali berbaring.
"Maafkan bibi karena datang terlambat. Pelayan utama baru saja memberitahu bibi bahwa Han Yen sudah sadar. Bibi sangat bahagia sekali, sayang !" ucap Yucia dengan suara bergetar.Sesaat ia telah selesai membaringkan tubuh kecil Han Yen . Matanya terlihat berkaca-kaca saat melihat raut polos Han Yen. Ia lalu , mengusap pipi dan rambut Han Yen dengan lembut serta mencium keningnya dengan tulus.
"Apakah kau tahu betapa bibi khawatir saat Han Yen dalam keadaan koma , ?"Ujarnya menjeda ucapannya .Ia terlihat tak mampu untuk melanjutkan perkataannya .
"Maafkan bibi karena telah lalai menjagamu," gumamnya seraya memeluk Han Yen dengan penuh penyesalan.
Han Yen tampak memandang lekat raut tua itu di balik pelukannya .Perlahan ingatan ingatan tentang kehidupan dari tubuh lama Han Yen menyusun menjadi kumpulan puzzle yang tersusun
sempurna .
................
Flash back ..
Han Yen nama dari tubuh kecil yang Raja Naga huni saat ini .Ia adalah pangeran ketiga dari " Dinasti Linyi " .Di usianya yang berumur 5 tahun ia harus menghadapi konflik kehidupan yang keras akibat kekejaman para petinggi kerajaan terhadapnya dan sang ibu .Sang Ibu dan dirinya sangat di kucilkan di wilayah istana .Semua itu bermula dari fitnah yang di tujukan Ratu Yunzian ( Ratu pertama Dinasti Linyi ) pada masa lalu .
" Dasar anak Sialan !" Pekik seorang wanita dengan tampilan hanfu yang sangat elegan .Terlihat wanita itu menarik tubuh lama Han Yen kecil dari taman istana ke aula Yonfu .Di sampingnya seorang anak laki laki berkisar umur 11 tahun terlihat tampak puas memandang aksi sang ibu . Ia bernama Feng Lei pangeran pertama Dinasti Linyi .Han Yen tampak menatap tegar kedepan . meskipun ,cengkraman tangan Yunzian sangat menyakitkan .
................
Seorang wanita lemah terbaring di ranjang dengan kondisi yang sangat pucat. Wajahnya terlihat lesu, tetapi masih memancarkan kecantikan. Wanita itu bernama Han Mei, ia adalah ibu dari tubuh lama Han Yen. Wanita itu terlihat terbatuk-batuk lemah saat ini.
__ADS_1
"Salam, Permaisuri..." sapa Yucia. Ia lalu mengambil segelas air putih yang berada di teko di sampingnya saat melihat Han Mei terus terbatuk-batuk. Dengan telaten, ia memberikan air itu kepada Han Mei.
Han Mei tampak bangkit lalu badannya di sandarkan di sisi ranjang seraya memegang dadanya yang terasa sakit. Ia lalu mengucapkan terima kasih kepada Yucia dengan suara pelan.
"Terima kasih, Bik," ucap Han Mei sambil tersenyum lemah.
"Permaisuri... pangeran..!" ucap Yucia dengan suara bergetar.
"Apa yang terjadi, Bi?" tanya Han Mei tidak sabaran.
"Pangeran saat ini berada di aula yonfu," ujarnya cepat.
"Apa yang terjadi, Bi? Bukankah itu Aula Sidang Besar Kerajaan? Apa kesalahan yang dilakukan anakkku ,?" tanya Han Mei bertubi-tubi. Buliran-buliran bening tampak keluar menetes dari matanya.
"Sebaiknya kita pergi ke sana sekarang, Permaisuri," ujar Yucia dengan cepat.
Sementara Di Aula Yonfu..
" Katakan Apa permasalahannnya ? " Lantang Zhao sen menatap Yunzian , Feng Lei , dan Han Yen secara bersamaan .
" Yang mulia , Aku melihat Han Yen menghancurkan permata Giok milikmu Di aula Yonfu ! " Tutur Feng Lei seraya menunjuk - nunjuk Han Yen kecil .
Raja Zhao Shen yang mendengar itu tampak menatap marah Han Yen .Perlahan , ia berjaan mendekati Han Yen .
" Berani , sekali kau anak sialan !! " Bentaknya dengan mata memerah .
Dengan sekali hentakan ia terlihat mengeluarkan kekuatan dari jemarinya .Sebuah cahaya bewarna ungu terlihat menyerang tubuh kecil Han Yen dengan keras sehingga membuatnya terhuyung jatuh kelantai .
Apa kau tahu Giok itu adalah Giok peninggalan kerajaan terdahulu .Umpatnya lagi dengan wajah puas saat menyiksa Han Yen .
__ADS_1
Han Yen tidak mengetahui apa kesalahannya .Ia terus menatap nanar semua orang yang berada di Aula.
Han Mei yang baru saja sampai di pintu biro Aula terlihat syok atas apa yang terjadi dengan anaknya. Ia menatap tajam semua orang yang berada di Aula Yonfu. Kemudian dengan sigap, ia merangkul tubuh kecil Han Yen yang tampak kesakitan. Han Yen terus memanggil nama sang ibu darah terus keluar dari bibir dan hidungnya. Akhirnya, Han Yen pingsan secara perlahan.
Melihat itu, Han Mei tampak menrjerit lemas. Bik Yucia, yang berada di samping Han Mei, segera mengambil alih Han Yen kecil yang saat ini pingsan. Dia lalu berlari untuk membawa Han Yen ke tabib kerajaan.
Han Mei menatap tajam satu persatu wajah semua orang yang berada di Aula Yonfu. "Raja Zhao Shen yang terhormat..." ucapnya dengan tatapan nanar.
"Bukankah kau mengetahui Han Yen adalah putra kandungmu? Mengapa kau memperlakukan anakku seperti binatang!" pekiknya lantang, menatap marah Raja Zhao Shen.
Yunzian terlihat memandang Han Mei dengan sinis. "Semua orang sangat mengetahui siapa ayah kandung anakmu, Han Mei!" tawanya memandang Han Mei yang terlihat lemas karena menahan penyakitnya.
"Han Yen adalah putra kandung Zhao Shen!" bentaknya penuh emosi kepada Yunzian.
"Kau dan anakmu sama-sama menyusahkan Han Mei. Pergilah kau dari hadapanku!" ujar Raja Zhao Shen dengan tegas.
" Baik , aku akan pergi Zhao Shen .Tetapi , ingatlah suatu saat kebenaran akan terungkap ! " Tukasnya seraya menunjuk semua orang yang berada di Aula itu .Han Mei dengan langkah terseok melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Aula .
Yunzian terlihat puas dengan adegan hari ini ." Kau tidak akan bisa mengalahkanku Han Mei , " Gumamnya tersenyum jahat menatap kepergian Han Mei .
................
seorang tabib terlihat memeriksa tubuh Han yen menggunakan jarum akupuntur di setiap titik organ tubuhnya .Dengan menggunakan jarum ini sang tabib ingin memastikan organ tubuh Han Yen masih berfungsi atau tidak .Tabib itu tampak menggelengkan kepalanya ke arah Yucia .
" Maaf , sepertinya pangeran saat ini mengalami Koma ! " ujarnya
Yucia tampak menatap syok ke arah Han Yen dengan terduduk ia menitikkan air matanya .Yucia tidak membayangkan bagaimana nasib Han Mei jika Han Yen tidak berada di sisinya .
Han Mei baru saja tiba di kamar yang di tempati Han Yen .Ia terlihat syok saat mendengar Han Yen mengalami koma.Dengan terduduk pilu Han Mei terlihat meraung memanggil nama sang anak yang terus memejamkan matanya di ranjang .Dengan mata yang memerah Han Mei berjalan menuju kamar Raja Zhao Shen ia berniat membunuh Zhao Shen saat ini .Namun , aksinya ini membuat sang Raja murka .Akibat perbuatannya itu Han Mei kini berada di penjara .
__ADS_1