
Dengan gagah berani Levi terbang melewati ratusan ribu pesilat yang hendak mencuri kitab harimau putih dan pedang zodiac dari genggaman nya.
Dengan pedang Scorpio (Salah satu pusaka legendaris dari 12 pusaka Zodiac) Levi menebas ratusan tubuh pesilat yang berada di hadapan nya menjadi beberapa bagian.
Pedang Scorpio memiliki racun yang hingga kini tidak ada penawarnya, setiap goresan dari pedang tersebut mampu membunuh lawan dengan racun nya.
Tidak hanya itu, luka goresan sekecil apa pun bila itu dari pedang scorpio maka bisa di pastikan bahwa luka itu tidak akan pernah sembuh.
Para pesilat mulai kewalahan melawan Levi yang menggila di ambang keputus'asaan, belum lagi kini Levi memanggil Kelabang biru kuno yang berasal dari jiwa silat nya untuk membantu nya membunuh para pesilat.
Kelabang biru kuno muncul dari tanah seperti lumba lumba yang melompat dari lautan ke udara sebelum kembali berenang.
Kelabang nafas biru memiliki tubuh sebesar 10 meter dengan panjang hampir 3 kilo meter.
Tentu saja para pesilat yang memanggil jiwa silat nya tidak mampu menahan serangan seseorang yang pernah berada di dalam puncak dunia persilatan.
Pertarungan Levi melawan ratusan ribu pesilat itu berlangsung hingga beberapa hari, mau tak mau Kiros yang sudah berumur mulai merasa kelelahan dan kehabisan mana.
Untuk menggunakan teknik tingkat emas seperti memanggil jiwa silat membutuhkan ribuan lingkaran mana, belum lagi senjata yang Levi pakai adalah pusaka Zodiac yang terkenal rakus dengan mana bahkan hanya pesilat yang sudah masuk ke dalam tahap hampa ke atas saja yang mampu menggunakan pusaka Zodiac.
Itu pun hanya bertahan beberapa detik sebelum mereka kehabisan Qi.
Namun Levi yang sebelum nya menjadi raja dan seorang kultivator di dunia nya, ketika bereinkarnasi ke dunia baru nya ini dia hanya berlatih menggunakan teknik dari dunia nya dan hanya mengandal kan mana.
Itu adalah salah satu kesalahan mutlak Levi yang membawa nya ke dalam situasi seperti ini, karena menolak mempelajari qi.
Mana dan qi sangat berbeda, meskipun keduanya bisa di gunakan untuk merealisasikan elemen alam dan sebagainya.
Bisa di bilang hanya mempelajari mana dan tidak memperdalam Qi adalah salah satu penyesalan terbesar Levi, seandainya Levi mempelajari Qi mungkin setelah dia kehabisan mana saat melawan ratusan ribu pesilat ini dia bisa berganti menggunakan Qi agar tetap bisa menggunakan teknik tingkat emas dan pedang Zodiac nya.
Setelah peperangan berlangsung hingga 1 minggu penuh, Levi mulai berlajan dengan terhuyung huyung.
__ADS_1
Pandangan nya mulai kabur dan darah mulai mengalir dari mulut nya.
Para Patriak dan tetua dari berbagai sekte dan aliran yang melihat kondisi Levi mulai tersenyum karena memang ini yang mereka tunggu.
Dengan mengorbankan bawahan mereka yang berjumlah ratusan ribu, mereka yakin sekuat apa pun Levi maka Levi akan kehabisan energi Qi.
"Patriak Lin, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat bagi kita untuk maju.
Sebelum para pesilat aliran putih itu merebut kitab harimau putih dan pedang Zodiac."
Ucap salah satu patriak dari aliran hitam yang memiliki posisi tertinggi di dalam sekte Hujan Darah.
"Patriak Wen benar, ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk tampil. Tapi Patriak tidak boleh melupakan perjanjian kita sebelum nya, kitab harimau akan menjadi milik patriak dan pedang zodiac akan menjadi milik kami sekte Daun gelap."
Kedua pemimpin sekte dari aliran hitam itu pun bergerak dengan sangat cepat melewati ratusan ribu pesilat yang mulai kelelahan, kedua nya menyerang Levi yang terengah engah dengan sekuat tenaga hingga Levi hampir jatuh kedalam Jurang tanpa batas.
"Cuih, serangga serangga seperti kalian memang sangat merepotkan".
Para patriak dan tetua aliran putih netral yang menyadari para patriak dari aliran hitam ingin mendapatkan kitab harimau putih serta pedang Zodiac untuk diri mereka sendiri pun mulai bergerak.
"Tidak perduli siapa pun yang mendapat kan kitab itu, jangan biarkan para pesilat aliran hitam mendapatkan nya!." Teriak salah seorang tetua aliran putih mengingatkan para pesilat aliran putih dan netral.
"Seraaaang!."
Kini pertempuran pecah menjadi semakin meriah, para aliran putih netral serta hitam saling menyerang satu sama lain.
Tidak ada lagi kata kerabat, teman, sahabat maupun keluarga.
Yang ada di benak mereka kini hanya ada kalimat "Bunuh, bunuh dan bunuh!."
Para patriak dari aliran hitam, putih serta netral juga saling menyerang satu sama lain.
__ADS_1
Tidak berhenti di situ, mereka juga bergantian menyerang Levi yang sudah kehabisan tenaga hingga hanya tinggal 1 langkah lagi sebelum Levi jatuh ke dalam jurang tanpa batas.
Menyadari para pesilat berhenti menyerang diri nya, Levi melihat sekeliling nya dengan pandangan nya yang mulai kabur.
Levi melihat bahwa kini dia hanya tinggal 1 langkah lagi sebelum terjatuh ke Jurang tanpa batas.
"Hehe he he, kenapa kalian berhenti menye ughuk ughuk menyerang ku? Apa kalian takut jika aku terjatuh ke dalam jurang tanpa batas bersama kitab harimau putih dan pedang scorpio ini? Haha ha ha, kalau begitu nikmatilah peperangan kalian yang sia sia Ini."
Levi melompat kedalam jurang tanpa batas dengan membawa kitab harimau putih beserta pusaka Zodiac, sudut bibir Levi terlihat naik ketika beberapa pesilat mencoba menyelamatkan nya.
Tidak ada satu pun pesilat yang berani masuk ke dalam jurang tanpa batas yang berada di tepian gunung Yuan Ji, karena jurang tanpa batas di isi oleh makhluk makhluk kuno mengerikan seperti burung ababil corak ungu yang memiliki sayap sepanjang 3 kilo meter jauh nya.
Belum lagi para pesilat tidak ada yang memiliki kemampuan untuk terbang, kecuali para pesilat yang memiliki jiwa silat spiritual beast yang bisa terbang.
Namun seandainya mereka terbang ke jurang dan menyelamatkan Levi, bisa saja mereka akan menjadi santapan Spiritual beast kuno seperti burung ababil corak ungu dan sebagai nya.
Akhirnya ratusan ribu pesilat yang gugur karena mengikuti perang tersebut selama berhari hari hanya menjadi korban mati konyol.
Beberapa puluh burung yang sangat besar terbang beberapa kali di atas Levi, Levi yang merasa nyawa nya berada di ujung tanduk hanya sanggup memejamkan mata dan menunggu tubuh nya hancur saat bertabrakan dengan daratan jurang tanpa batas.
"Aku berharap, kematian ku tidak menyakit kan seperti sebelum nya ha haa."
Sudah 2 jam lamanya Levi menunggu kematian nya, namun ia tetap berada di udara dengan posisi terjatuh.
"Kenapa aku belum mati? Apakah jurang tanpa batas memang tidak memiliki batas, itu tidak mungkin.
Aku sepertinya semakin tua hingga kembali menjadi bocah dan berpikiran konyol seperti itu haha."
Merasa dirinya terjatuh selama itu, Levi mulai kembali membuka mata dan mencoba membalikan posisi tubuh nya.
Levi kini mulai mampu melihat pepohonan yang berada di bawah nya meskipun jaraknya masih beberapa kilometer dari dirinya yang sedang berada di udara.
__ADS_1